Selasa, 05 Juli 2022

Tumpeng Sewu Tradisi Santap Hidangan Pecel Pitik Khas Desa Kemiren


Sejak sore, warga Desa Kemiren menggelar tikar di depan rumah masing-masing untuk persiapan tradisi bersih desa atau Festival Tumpang Sewu, sehingga dilakukan penutupan jalan mulai pukul 5 sore, (2/7/22).

Pada tradisi ini ribuan masyarakat dari berbagai penjuru desa maupun wisawatan hadir di Desa Kemiren. Mereka duduk berderet di sepanjang jalan desa untuk menikmati ribuan Tumpeng Sewu yang disajikan.

Pecel pitik menjadi menu wajib yang tersedia di setiap tumpeng. Pecel pitik adalah makanan khas suku Osing. Yakni ayam kampung yang dibakar lalu dicampur dengan parutan kelapa dengan racikan bumbu tertentu. 

Baru sekitar pukul 18.30 Wib atau usai salat Maghrib, ritual ini mulai dibuka dengan doa, di bawah temaram api obor yang dinyalakan panitia. Iring-iringan barong melintas dan melakukan Ider Bumi. 

Menurut Suhaimi, sesepuh Desa Kemiren, Tumpeng Sewu merupakan tradisi adat warga Using, suku asli masyarakat Banyuwangi, yang digelar awal Idul Adha. 

"Kita terus lestarikan adat dan tradisi budaya ratusan tahun lalu. Semoga dengan kegiatan ini warga Kemiren dijauhkan mara bahaya," tambahnya. 

Sebelum makan Tumpeng Sewu warga diajak berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana dan sumber penyakit. Sebab, ritual Tumpeng Sewu diyakini merupakan selamatan tolak bala. 

"Setiap rumah warga Using di Kemiren mengeluarkan minimal satu tumpeng yang diletakkan di depan rumahnya. Siapapun bisa makan dan tentunya gratis," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan tradisi telah menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

"Makanya pemerintah terus konsisten mengangkat tradisi ini dalam sebuah festival. Selain sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur juga diharapkan mampu menjadi sebuah atraksi yang mampu menarik wisatawan," kata Bramuda yang berharap kegiatan ini menarik wisatawan, sehingga mampu menggeliatkan perkonomian daerah. Sumber: Banyuwangi.kab

0 komentar:

Posting Komentar