Sabtu, 13 Agustus 2022

Berkunjung ke Museum Potehi Gudo Jombang Melihat Pembuatan & Pertunjukan Wayang Potehi



Museum Potehi Gudo berada di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Museum ini buka setiap hari. Jika berkunjung kemari, pengunjung dapat melihat ribuan koleksi wayang potehi. Selain itu juga menyaksikan langsung para pengrajin membuat wayang potehi.

Di halaman depan kelenteng pada hari dan jam tertentu juga bisa menyaksikan pertunjukkan wayang potehi yang dimainkan dalang.

Museum Potehi Gudo masih satu area dengan Kelenteng Hong San Kiong Jombang yang terbilang luas. Kelenteng ini berada di Desa Gudo Kecamatan Gudo sekitar 20 km dari pusat Kota Jombang.

Perjalanan dari Surabaya ke sana tidaklah sulit karena melalui tol dan turun di pintu gerbang Jombang, tak sampai 15 menit sampai di Kelenteng Hong San Kiong. Jika harus naik bus dari Surabaya, bisa turun terminal dan melanjutkan naik transportasi online lebih cepat.

Toni Harsono Pelestari Wayang Potehi
Toni Harsono (Tok Hok Lay) mendirikan Museum Potehi Gudo untuk melestarikan wayang potehi di tanah air pada tahun 2004. Toni pun total menggeluti dunia wayang potehi. Tak hanya sebagai dalang, ia juga bisa memahat boneka potehi. Toni kerap pentas di luar negeri memainkan wayang potehi.

Kecintaan Toni pada wayang potehi diakuinya sejak kecil. Sayangnya, sang ayah tidak berkenan Toni kecil memainkan wayang potehi. Ayahnya kerap memarahinya jika ketahuan ia bermain wayang potehi. Diam-diam, Toni kecil terus memperhatikan ayah dan teman temannya membuat boneka potehi.

Ayahnya menekankan menjadi dalang itu susah, karena nasibnya seperti boneka yang dimainkan. Perut akan mengembang saat pentas, namun menjadi kempis begitu boneka dianggurkan.

Toni pun menuruti kata ayahnya tidak menjadi dalang, namun melestarikan wayang potehi. Pengusaha emas di Kediri inipun hafal nama dan karakter wayang potehi juga jalan cerita yang harus dimainkan.

Keberadaan wayang potehi di Kelenteng Hong San Kiong Gudo menjadi jujugan para pelajar, mahasiswa, dosen untuk datang mempelajarinya.

Toni Harsono Ketua Yayasan Potehi Fu An Gudo banyak meraih penghargaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia menerima penghargaan sebagai pegiat wayang potehi. Penghargaan yang diterima dari Museum Coancu Provinsi Hokian Tiongkok, juga dari Kanada, bahkan MURI juga mencatatnya sebagai kolektor wayang potehi terbanyak.

Toni berharap wayang potehi makin populer, padahal keberadaannya sudah berabad abad tumbuh bersama masyarakat Indonesia.

Wayang Potehi merupakan kesenian wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa perantau Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara di masa lampau. Wayang Potehi pun menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.

Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Boneka potehi dibuat dari kain. Wayang potehi telah berusia 3 ribu tahun dari Tiongkok. Untuk memainkan boneka, dalang memasukkan tangan ke dalam kain atau baju boneka. Wayang Potehi bagi masyarakat Tionghoa memiliki fungsi sosial dan ritual. Tidak berbeda dengan wayang lain di Indonesia. 

Dari sumber Wikipedia, beberapa lakon yang dibawakan dalam Wayang Potehi di antaranya; Si Jin Kui 薛仁貴 (Ceng Tang 征東 dan Ceng Se 征西), Hong Kiam Chun Chiu 鋒劍春秋, Cu Hun Cau Kok 慈雲走國, Lo Thong Sau Pak 羅通掃北 dan Pnui Si Giok 方世玉. 

Setiap wayang bisa dimainkan dengan karakter, kecuali Koan Kong 關公, Utti Kiong 尉遲恭, dan Thia Kau Kim 程交金, yang warna mukanya tidak bisa berubah.

0 komentar:

Posting Komentar