Senin, 22 Agustus 2022

Yayasan Sosial Abdihusada Utama Bersama JEC-JAVA @Surabaya Gelar Operasi Katarak Gratis



Kembali Yayasan Sosial Abdihusada Utama bekerja sama dengan JEC-JAVA @Surabaya menggelar operasi katarak gratis untuk warga pra sejahtera yang kali ini diikuti 100 pasien, datang dari berbagai daerah. Operasi dilaksanakan di JEC-JAVA @Surabaya mulai pukul 10 siang hingga selesai, pada 20 Agustus 2022.

Wahjudi Gatot Ketua Yayasan Sosial Abdihusada Utama menjelaskan bahwa operasi katarak dalam rangka memperingati HUT RI ke-77, diikuti 100 pasien dan dibagi dua tahap. 

"Untuk operasi katarak hari ini diikuti pasien dari Mojokerto. Sisanya, minggu depan. Kegiatan ini terus berlanjut. Targetnya sampai akhir tahun 1000 pasien," jelas Wahjudi Gatot.

Masih keterangan Wahjudi Gatot, pihaknya menggandeng Polsek dan Kecamatan di berbagai daerah, karena sulit mencari pasien katarak. 

"Terbantu pula oleh media sosial, makanya sekarang bisa mendapatkan 160 pasien lebih. Setelah melalui screening yang lolos hanya 100 orang," terangnya.

Pada kesempatan itu, Wahjudi Gatot juga masuk ke dalam ruang operasi melihat langsung para pasien menjalani operasi katarak yang berlangsung cepat dan profesional dilakukan tim dokter JEC-JAVA.



Sementara itu, Soeharsa Muliabarata Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Abdihusada Utama melaporkan sudah mengoperasi 1.383 pasien katarak secara gratis. 

"Kita memprogramkan setiap bulan ada operasi katarak. Tentunya kita mendukung Indonesia bebas katarak," pungkas Soeharsa Muliabarata.

H. Abdullah Nurawi Ketua Yayasan H.M. Cheng Hoo Indonesia mengatakan Yayasan Sosial Abdihusada Utama memiliki visi misi agar Jatim khususnya, dan Indonesia pada umumnya bebas katarak.

"Oleh karenanya pasien yang mendaftar operasi katarak gratis datang dari berbagai daerah," terang Nurawi yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya.

Indah Kurnia anggota DPR RI Komisi XI turut hadir menyapa para pasien dan memberi semangat. Indah pun meminta para pasien mematuhi aturan dokter setelah dioperasi agar cepat pulih.

Sebelum acara, Ustad Hasan Basri dari Masjid Cheng Hoo Surabaya memimpin doa agar para pasien dalam menjalani operasi katarak berjalan lancar.

Salah satu peserta baksos, Bayyinah (60 thn) warga Mojokerto mengaku pertamakalinya mengikuti operasi katarak. Ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus yayasan.

Demikian pula Tonorejo (70 thn) warga Mojokerto mengaku duakali menjalani operasi katarak. "Tidak sakit setelah operasi," ujar Tonorejo.





Kurniati warga Trowulan Mojokerto juga telah menjalani operasi katarak dan mengaku senang, karena dengan mata yang terang bisa membantu aktivitas sehari-harinya.

Hadir dalam kegiatan; Arief Soeharsa, Wachid Hendriadi, Ganitra Tee, Erwin Dharmono Tansil, Budiman Wahyudi, Pitono Hutomo, Rasmono Sudarjo, Suwandi, dan Humas PITI Surabaya Oei Tjing Yen.

0 komentar:

Posting Komentar