Jumat, 13 Januari 2023

Vincent Prijadi Purwono Pelukis Autistik Berprestasi yang Menginspirasi


Vinautism Gallery Surabaya mendapat kunjungan dari jajaran direksi dan staf PT. Citicon Nusantara Industries, tepat pukul 10 siang, pada 10 Januari 2023. 

Kunjungan dilakukan sebagai program sosial PT. Citicon Nusantara Industries yang mendukung anak autisme meraih prestasi maksimal.

Cipto Prabowo Atmojo selaku Direktur PT. Citicon Nusantara Industries mengungkapkan bahwa
program sosial ini bertujuan untuk mendukung anak berkebutuhan khusus di Indonesia agar dapat
tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

PT. Citicon Nusantara Industries merupakan perusahaan manufaktur bahan bangunan dengan produk bata ringan, panel lantai, panel sandwich, dan mortar dengan merek Citicon yang aktif mendukung konstruksi ringan dalam pembangunan di seluruh Indonesia.

Rudy Purwono selaku owner Vinautism Gallery menyambut jajaran direksi dan staf Citicon. Rudy menyampaikan terima kasih atas keunjungan dan kepedulian Citicon. Rudy pun memperlihatkan semua karya lukis putranya, Vincent Prijadi Purwono, yang berkebutuhan khusus. 

Rudy Purwono mengatakan mengapresiasi banyak orang yang peduli dengan perkembangan autism awareness ini, apalagi sampai memikirkan anak autis yang terlalu dilayani, sehingga tidak bisa mandiri.


Rudy berharap dengan acara ini, autism awareness makin berkembang. "Makin banyak orang menyadari dan terinspirasi bagaimana menangani anak autis agar mereka bisa mandari di kemudian hari dan mengembangkan potensinya. Serta visi misi Vinautism Gallery bisa tercapai," ucapnya.

Masih penjelasan Rudy bahwa kerjasama dengan Citicon baru pertama kali dilakukan. Namun sebetulnya telah dimulai tahun 2021. Tapi baru sekarang terealisasi, karena Pandemi COVID-19 yang melanda.

Di hadapan awak media, Vincent mengaku lebih menyukai melukis pesawat terbang dan kereta api, karena hobi. Vincent mengatakan terinspirasi setelah melihat di internet, buku, majalah, game maupun mengoleksi replika pesawat terbang dan kereta api.

Vincent pun berkesempatan keliling dunia bersama keluarga, melihat langsung bandara udara maupun stasiun kereta api diberbagai negara untuk menambah wawasan dan ide melukisnya.

Vincent dikenal sebagai pelukis autistik muda berbakat Indonesia yang menorehkan prestasi nasional maupun internasional. Tak hanya melukis di atas kanvas, tapi juga memproduksi t-shirt jersey olahraga bersepeda dan golf. 





Vincent yang sejak bayi mengalami autis, namun berkat bimbingan orangtua, kini sukses menjadi seorang pelukis yang diperhitungkan karya-karyanya. 

Siang itu, sambil meladeni para tamu yang datang, Vincent tetap menyelesaikan lukisan kereta dan pesawat didominasi warna oranye ngejreng yang membuat kagum.

Pada kesempatan itu pula, Cipto mengaku tertarik dengan Vincent setelah mendapat Jersey karya Vincent dan meminta diperkenalkan dengan orangtuanya. 

"Saya sempat kaget mendapat Jersey yang bagus karya anak berkebutuhan khusus. Saya chatting dengan Pak Rudy, tapi tidak bertemu langsung, karena masih pandemi kala itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Cipto menjelaskan bahwa awalnya ia ingin Vincent membuat mural di kantornya. Setelah dipertimbangkan ulang, akhirnya ia meminta Vincent membuat sebuah lukisan yang nantinya dipajang di kantornya. 

"Kalau dibuat mural dan ketika terjadi renovasi harus dibongkar, sayang sekali," kata Cipto yang berharap Vincent terus maju berkembang dan tidak patah semangat. 

"Semoga banyak Pak Rudy Pak Rudy yang lain di luar sana yang memperjuangkan dan peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, karena mereka harus kita kembangkan tidak dimanja," harapnya.

Vincent Tumbuh Berkembang Berkat Dukungan Keluarga

Rudy Purwono menceritakan panjang lebar tentang Vincent sejak kecil hingga sekarang. Ketika kecil, Vincent juga diperkenalkan dan diberikan pendidikan lain seperti menyanyi, bermusik, dan menggambar. 

"Ternyata Vincent lebih suka menggambar. Terlihat ketika dia duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD. Setelah melihat bakat menggambarnya yang besar, maka kami sebagai orangtua memfokuskan di bidang itu, hingga kini," jelas Rudy.

Rudy mengakui bahwa sejak SMP, Vincent tidak fokus di sekolah tapi lebih fokus pada menggambar. "Kami memilih apa yang Vincent suka. Dalam waktu lima tahun, Vincent berkembang seperti sekarang," terang Rudy yang terus melakukan observasi terhadap Vincent.

Rudy menambahkan bahwa Vincent anak yang tekun dan rajin berlatih. Vincent suka menggambar kereta api, pesawat terbang dan karakter serigala yang dianggapnya sebagai teman.

"Kita beruntung sekali, Vincent bisa melukis hingga sekarang. Soalnya tipikal anak autis yang lain belum tentu bisa," ujar Rudy.

Setiap hari Senin sampai Jumat, Vincent melukis selama 6 jam, di Vinautism Gallery didampingi guru. 

Pada awal belajar melukis, ia diberikan kanvas berukuran kecil. Namun, dalam kurun waktu 3 bulan saja, Vincent mampu melukis di atas kanvas berukuran 120x160 cm yang diselesaikan selama sebulan penuh.


Perkembangan Vincent yang pesat,  karena setiap hari berlatih. "Berbeda ketika Vincent harus ke sekolah, kami yang menyuruhnya. Tapi untuk melukis, tidak perlu disuruh, karena dia suka, itu yang membuat Vincent tambah maju," terang Rudy.

Selain itu, Vincent memiliki bakat melukis yang besar, sehingga mampu menguasai komposisi, dimensi dan warna dengan mudah. 

"Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus mencari minat bakat si anak, seperti menyanyi, menari olahraga dan sebagainya. Karena itu cara dia untuk berkembang," pesan Rudy.

Anak autis seperti Vincent tidak bisa berbicara dengan kata kata, namun ia mengungkapkan secara visual lewat gambar. Terlihat gambar yang dibuat Vincent, seperti kereta pesawat berkelompok. "Hal ini mengungkapkan perasaan Vincent yang suka kebersamaan. Juga pesawat maupun kereta berjajar rapi, bersih, dan teratur, seperti jiwa Vincent," pungkas Rudy.

Puspita Dewi Prijadi grandma dari Vincent Prijadi Purwono ini mengaku bahagia dan bangga melihat perkembangan cucunya. 

"Banyak karya lukis Vincent yang baru dan sebelumnya saya belum melihat. Saya takjub dengan karya lukis terbarunya. Semoga ke depan, Vincent bisa diberkati dengan karya-karya hebat luar biasa," tutur Puspita Dewi Prijadi yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Matahari Sakti.

Puspita Dewi Prijadi juga menginformasikan bahwa Vincent akan berpartisipasi mengikuti pameran lukisan di Tokyo, Jepang pada bulan Maret 2023. Selanjutnya, bulan Juli, mengikuti pameran di Sydney Australia. Pada bulan Agustus, Vincent mengikuti pameran di Jakarta.

"Saya doakan Vincent semakin diberkati dan terkenal baik nasional maupun internasional," ucap Puspita Dewi Prijadi. 

Hadir dalam acara; Wahyu Widodo Direktur Suara Surabaya, Tarno Direktur Kidzania Surabaya dan perwakilan Junior Chamber International Indonesia (JCI) Surabaya. 

PT. Matahari Sakti atau yang sering disebut MS adalah perusahaan asal Indonesia yang didirikan oleh Puspita Dewi Prijadi pada tahun 1988. Di awal berdirinya MS hanya memproduksi pakan udang. Namun seiring dengan kebutuhan konsumen, MS juga memproduksi pakan ikan dan pet food. 

0 komentar:

Posting Komentar