Rabu, 10 April 2024

Rumah Duka Grand Heaven Jakarta Gelar Sembahyang Qing Ming Selama Tiga Hari 4 - 6 April 2024


Rumah Duka Grand Heaven Jakarta menggelar ritual sembahyang Qing Ming selama tiga hari berturut-turut. Dimulai pada hari kamis, 4 April 2024 dilaksanakan upacara pertobatan Satya Buddha. 

Hari Jumat 5 April 2024, dilaksanakan upacara pemberkatan dan penyeberangan Bodhisatwa Ksitigharbha. Hari Sabtu 6 April 2024, dilaksanakan upacara pemberkatan dan penyeberangan Trini Arya Sukhavati.

Festival Qing Ming Grand Heaven Jakarta dipimpin oleh Acarya Shi Lian Pu, diikuti ratusan keluarga, dilaksanakan di Maha Vihara Dayin Jakarta Barat.

Suwito Mulyadi Owner Grand Heaven mengatakan Ritual Sembahyang Qing Ming terbuka untuk umum dan bisa diikuti siapa saja. Baik keluarga yang menyimpan abu jenasah leluhur di  Kolumbarium Grand Heaven. Maupun mereka yang pernah menggunakan jasa Grand Heaven. 


"Upacara ritual Qing Ming merupakan upaya penghormatan kepada leluhur.  Salah satu tujuannya, agar semua anak cucu tetap ingat kepada leluhur", ujarnya. 

"Sebab, setiap anak memiliki kewajiban kepada orang tuanya. Untuk merawat orang tua disaat mereka masih hidup. Serta melakukan pelimpahan jasa di saat mereka sudah meninggal dunia", ungkapnya. 

Dia menambahkan, guna memfasilitasi keluarga yang ingin melimpahkan kebajikan pada arwah leluhur, Grand Heaven menggelar upacara Qing Ming, baik di Surabaya dan Jakarta. 

Upacara Festival Qing Ming pada hari pertama, diawali dengan Pertobatan Satya Buddha. Di mana ini adalah salah satu pertobatan dalam agama Buddha, yang ditulis langsung oleh Mahaguru Ling Seng Fo, dalam Tantrayana Satya Buddha. 

Upacara ini mengandung makna untuk mengikis semua karma buruk yang sudah dilakukan, baik secara sengaja maupun tidak. 

Dalam kegiatan ini, seluruh keluarga peserta Qing Ming ikut Bernamaskara menyebut nama-nama Agung Buddha dan Boddhisattva dari Silsilah Zhenfo Zong. 

Sehingga dapat melimpahkan jasa pahala kebajikan, kepada arwah leluhur. Agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik, di alam sana. 

Pada hari kedua, dilakukan Puja Api Homa dengan Yidam Bodhistva Ksitigharbha. Ini adalah salah satu ritual penyelamatan atau penyeberangan arwah, atau di kenal dengan Chaudu. 

Sementara pada hari ketiga, yang merupakan rangkaian penyempurnaan Qing Ming. 

Dimulai dengan pembacaan Sutra Amitabha Buddha dan memercikan beras dan Air Amrta. Baik kepada seluruh peserta, maupun pada altar arwah leluhur. Dan ditutup dengan Puja Api homa Trini Arya Sukhavatiloka. Serta ritual penyeberangan Trini Arya Sukhavati. 

"Kami menyiapkan semua keperluan sembahyang Qing Ming. Mulai dari sesembahan, seperti makanan & buah-buahan, dan koper berisi seluruh keperluan arwah yang telah meninggal. Termasuk model rumah kekinian dan seluruh isinya, yang kami pesan khusus dari Taiwan. Juga disiapkan paket sembako, yang akan disumbangkan pada warga tidak mampu", tutur Suwito Mulyadi. 

"Dan tidak lupa, kami juga menyiapkan kapal penyeberangan arwah sepanjang lima meter berisi daftar nama arwah. Yang nantinya akan dibakar sebagai sarana atau fasilitas penyeberangan menuju alam sana", pungkasnya. 

0 komentar:

Posting Komentar