Kamis, 08 September 2022

Sabtu 10 September 2022, Kya Kya Kembang Jepun Dibuka Pemkot Surabaya Bersama Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa Surabaya



Kabar gembira bagi warga Surabaya, karena Pemerintah Kota bakal menghidupkan kembali Kya Kya Kembang Jepun yang sempat ramai dan menjadi jujugan kuliner serta pariwisata.

Kya Kya berada di Jalan Kembang Jepun dengan gapura berarsitek dan pernak pernik Tiongkok ini menyajikan beragam kuliner dan atraksi khas budaya Tionghoa di malam hari, dibuka dan diresmikan pertamakali pada 31 Mei 2003, bertepatan dengan HUT Kota Surabaya.

Kini Wisata Pecinan Kota Tua Surabaya dilabeli 'Kya Kya Reborn', bertepatan pula dengan Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival akan dibuka Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pada pukul 6 sore, Sabtu, 10 September 2022.





Dalam acara pembukaan, Wali Kota Surabaya direncanakan akan naik becak berkeliling sepanjang Kampung Pecinan dari Jalan Slompretan, Jalan Gula, Jalan Karet dan Jalan Kembang Jepun. Tukang becak yang mengantar keliling juga memakai baju tradisional Tionghoa.

"Banyak acara yang kami tampilkan pada hari Sabtu, saat pembukaan. Yakni atraksi 2 liang liong, 12 barongsai, penampilan grup tari Wijaya Kusuma membawakan Tari Bulan Purnama. Kemudian penampilan tarian, Wushu dan Fashion Show dari Little Sun School. Juga pertunjukan musik tradisional Tionghoa dibawakan Grup Kemuning," jelas Chandra Wurianto Woo Ketua Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa Surabaya.

Masih penjelasan Chandra Wurianto Woo, dalam acara itu juga dimeriahkan ratusan bazzar makanan khas Tionghoa dan UMKM. "Terdapat 40 stan makanan khas Tionghoa yang halal dan wajib dinikmati para pengunjung," ujar Chandra Wurianto Woo Ketua Yayasan Senopati.

Chandra Wurianto Woo meminta warga Tionghoa turut memeriahkan acara dengan hadir dan menyumbangkan karaoke lagu lagu berbahasa Mandarin. 

Setelah acara pembukaan selesai pada Sabtu malam, pengunjung bisa menyumbangkan karaoke lagu Mandarin dengan mendaftar di panitia acara.

Demikian pada hari Minggu, mulai jam 7 malam hingga selesai, pengunjung bisa menyumbangkan lagu. Diusahakan memakai pakaian tradisional Tionghoa atau Qipao.

Hal ini dikatakan Chandra Wurianto Woo seusai rapat koordinasi bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata Kota Surabaya, di Gedung Siola, 7 September 2022.

Hadir dalam rapat, Anies Rungkat Sekretaris Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa Surabaya, Michael dari Kapasan Dalam, Nursyamsiah Sub Koordinator Pemasaran Pariwisata, dan Herry Purwadi Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Surabaya.

Selanjutnya, Chandra Wurianto Woo dan Anies Rungkat bergegas meninjau persiapan di Jalan Kembang Jepun. Sesampai di sana, terlihat para petugas memasang 200 lampion di atas sepanjang Jalan Kembang Jepun. 

Pemkot Surabaya juga menyediakan fasilitas toilet dengan bentuk khas bangunan Tiongkok. Selain itu masih dalam proses pengerjaan yakni lukisan dinding atau mural untuk menambah keelokan Jalan Kembang Jepun.

"Mari warga Surabaya datang ke acara pembukaan Kya Kya Reborn. Kita lestarikan kembali kemeriahan Kya Kya dan budaya Tionghoa," ajak Chandra Wurianto Woo.

0 komentar:

Posting Komentar