Jumat, 10 September 2021

Yadnya Karo Masyarakat Adat Tengger Ranu Pani



Hari Raya Karo atau Yadnya Karo merupakan hari raya ke dua setelah Kasada alias bulan kedua dari 12 bulan menurut kalender Suku Tengger. 

Perayaan Karo menjadi lambang asal mula kelahiran manusia, sehingga berbagai rangkaian Upacara Karo wajib dilakukan masyarakat adat Tengger di Ranu Pani.

Bandri, Ketua Panitia Perayaan Karo menjelaskan perayaan tahun ini dilakukan masyarakat Ranu Pani tanpa adanya kunjungan wisatawan mengingat masih dalam kondisi pandemi. Ia juga mewajibkan masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Perayaan Karo dimulai dengan Prepekan atau pembukaan, Mbesan Duata dan Tayub pada malam harinya. Hari ke dua dilakukan sesanti yang diawali pemberangkatan Punden dan Mbatek Tumpeng Gede di kediaman Kepala Desa.

"Diawali dari tayub pada malam hari, paginya pemberangkatan punden dilanjutkan ke rumah kepala desa mbatek tumpeng gede setelah itu mengikuti romo dukun melakukan sesanti," jelasnya saat dihubungi, Rabu (08/09/2021).

Rangkaian Perayaan Karo Suku Tengger dilanjutkan dengan Andon Mangan atau budaya saling berkunjung dan menjamu tamu dengan sajian khas Ranu Pani.

"Setelah sesanti tidak boleh ada hiburan agar tidak mengganggu kekhidmatan masyarakat melakukan andon mangan, masyarakat saling sowan (berkunjung, red) meskipun sedikit sesuap harus tetap dilakukan, ini diwajibkan," terangnya.

Puncak Perayaan Karo dilakukan Nyadran atau Sadranan yang artinya ruwah syakban dalam bahasa jawa. Tradisi ini masyarakat melakukan tabur bunga ke makam leluhur yang diawali dengan pemberangkatan Sadranan dari rumah Romodukun menuju makam yang diiringi Jaran Kencak & Tabuan Ketepong.

Sebagai tanda ucapan terima kasih, Panitia Perayaan Karo Suku Tengger menyajikan berbagai hiburan masyarakat seperti Jaran Kencak, Ujung dan Jaran Kepang hingga Minggu (12/09/2021), dilansir dari Kominfo Lumajang.

0 komentar:

Posting Komentar