Jumat, 24 November 2023
Vincent Prijadi Purwono Serahkan Lukisan Kereta Cepat Woosh ke Stasiun KCIC Halim
Selasa, 25 Juli 2023
Unimaxx Photo Community Gelar Workshop "Light Painting" Narasumber Steven Sioe Praktisi Fotografi Internasional
Senin, 10 Juli 2023
Unimaxx Photo Community Gelar Motret Bareng Turut Majukan Pariwisata Tuban
Rabu, 07 Juni 2023
Vincent Bersama 19 Seniman Senior Surabaya Gelar Pameran Lukisan "Batas Luar"
Minggu, 09 Januari 2022
Unimaxx Photo Community Kembali Gelar Motret Bareng dan Seminar di De Bun Surabaya
Sabtu, 25 September 2021
Unimaxx Photo Community Explore Surabaya North Quay
Sabtu, 11 September 2021
Pengrajin Madiun, Sulap Limbah Kayu Jadi Kerajinan Wayang
Selasa, 22 Juni 2021
YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan Board Game Bazaar dan Trading Card Game Competition
Minggu, 06 Juni 2021
HoS Hadirkan Johan Kancut Seni Rangkai Huruf dengan Keindahan
Pameran Lukisan 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation Yogyakarta Karya Milenial Surabaya
Kamis, 11 Februari 2021
Lewat Karya Foto, Unimaxx Photo Community & Koko Cici Jatim 2020 Populerkan Wisata Religi Kelenteng Boen Bio
Sabtu, 06 Februari 2021
Tips Memotret Gerakan Indah Balerina di Studio oleh Soedjianto Gunawan
Senin, 25 Januari 2021
Benarkah Bunga Wijayakusuma Pembawa Keberuntungan
Senin, 18 Januari 2021
Bertanam Tanpa Halaman Rumah
Jumat, 30 Oktober 2020
Mural Profesi Kekinian Bagi Johny Black
Karya muralnya dapat dijumpai salah satunya di Regantris Hotel Surabaya. Selain hotel, Johny juga membuat lukisan mural untuk perkantoran, rumah, cafe dan sebagainya.
Saat ditanya tingkat kesulitan membuat mural, Johny menjelaskan medan yang tinggi dan luas mempengaruhi proses pengecatan. Selain itu pilihan desain 2D atau 3D yang rumit turut mempengaruhi penyelesaian mural.
"Kalau yang sulit paling satu bulan pengerjaan. Sedangkan yang mudah bisa sehari selesai," jelas pria asal Ambon bernama asli Johny Lekatompessy.
Ia pun menunjukkan salah satu kesulitan pada lekukan tangga di Regantris Hotel yang dibuatnya dan memakan waktu agak lama untuk menyelesaikannya. Berbeda dengan lukisan mural bergaya Doodle Art untuk menyambut acara Hallow Duz di Regantris Hotel yang bisa selesai dalam sehari.
"Ini juga disebut mural gaya Typo Doodle, karena lukisan berpadu dengan tulisan," imbuhnya sambil terus menyelesaikan lukisannya.
Lelaki yang kini berusia 46 tahun menjelaskan penggunaan cat untuk mural ada dua jenis doff dan mengkilap. Jenis doff bila difoto tidak mantul.
Pada akhir bincang santai, Johny mengungkapkan selama pandemi, tidak mempengaruhi pekerjaan dan ekonomi rumah tangganya. Karena ia tidak terikat kerja dengan perusahaan manapun. "Saya hanya freelance jadi tidak ada pengaruhnya," akunya yang bergabung di Surabaya Karikatur Community walau baru setahunan belakangan.
Baginya pandemi tidak menjadi alasan untuk tidak berkarya. "Harus tetap berkarya. Tekuni pekerjaan secara profesional. Semua bidang bisa menjadi profesi bila ditekuni akan luar biasa. Tetap berkarya jangan mikiri pandemi," ujarnya.
Johny pun menawarkan keahliannya membuat caricartoons untuk gift dan doorprize acara ulang tahun, pernikahan, dan semua event. Desain dan ilustrator untuk logo perusahaan, kaos, buku, mural 2D/3D, background serta branding produk.
Senin, 19 Oktober 2020
UNIMAXX PHOTO COMMUNITY Berbagai Genre Fotografi Hunting Bareng
Rabu, 14 Oktober 2020
Motret Bareng UNIMAXX PHOTO COMMUNITY di Pabrik Tahu Dinoyo Tertua Surabaya
Minggu, 04 Oktober 2020
Virginie Tutin Sandstrom Asal Perancis Jatuh Hati Pada Keindahan Batik
Walau pandemi masih belum usai namun peringatan Hari Batik Nasional tetap meriah di media sosial. Baik instansi pemerintah maupun swasta mengucapkan selamat Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2020 di medsos masing-masing. Bahkan fashion show batik juga digelar dan dapat disaksikan masyarakat lewat virtual.
Media sosial milik kampus pun juga berlomba memberikan hadiah dengan syarat berlaku. Demikian pula desainer kondang Ferry Sunarto juga memberikan hadiah masker batik eksklusif kepada penggemarnya dengan syarat yang ditentukannya.
Tak hanya warga Indonesia yang memperingati hari batik, Virginie Tutin Sandstrom asal Perancis pun mengaku mengetahui Hari Batik Nasional. Wanita pecinta batik inipun mengucapkan selamat Hari Batik Nasional.
Memakai batik membuat percaya diri demikian yang dikatakan Virginie, sambil menunjukkan beberapa lembar kain batik yang menjadi koleksinya. Wanita yang tinggal di Indonesia sejak tahun 1994 dan sudah fasih berbahasa Indonesia mengaku mencintai batik karena desain, corak dan warnanya.
Virginie awalnya tinggal di Bali, kemudian bekerja di Surabaya sebagai General Manager Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya. Ia berupaya mempopulerkan batik dengan menggandeng UKM Jatim. Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya memfasilitasi pengrajin batik untuk memamerkan sekaligus menjualnya.
"Batik itu dibuat di Indonesia sudah ribuan tahun, budaya maupun sejarahnya sangat kuat. Saya sangat percaya diri mengenakan batik saat bekerja. Batik juga bisa dipakai di berbagai acara dan sangat fleksibel," tuturnya.
Virginie mengaku masih belajar banyak tentang batik di Indonesia. Ia pun mulai mengenal batik Madura dan paling suka batik warna putih, abu-abu, hitam, merah dan merah maron.
"Sejak dua tahun di Surabaya mulai mengenal batik dengan melihat festival atau pameran dan membeli banyak batik. Batik itu seni yang kuat dari Indonesia," sambungnya.









































