Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2023

Vincent Prijadi Purwono Serahkan Lukisan Kereta Cepat Woosh ke Stasiun KCIC Halim


Vincent Prijadi Purwono pelukis muda autis, berbakat, dan berprestasi asal Surabaya ini menyerahkan sebuah lukisan berjudul "KCIC n Friends" berukuran 120 x 150 cm, ke Stasiun Kereta Cepat Halim KCIC, tepat pukul 11 siang, Senin 20 November 2023.

Erwin Andriadi Wakil Kepala Stasiun Kereta Cepat Halim KCIC menerima langsung lukisan yang diserahkan Vincent didampingi ayahnya Rudy Purwono dan Torando Rodina guru pembimbing Vincent.

"Semoga dengan lukisan ini bisa menjadi inspirasi untuk penumpang kereta Whoosh, bahwa anak berkebutuhan khusus bisa berkarya," kata Erwin.




Sementara itu, Vincent mengaku sangat senang bisa datang langsung ke Stasiun Kereta Cepat Halim KCIC untuk menyerahkan lukisan.

"Aku sangat senang bisa menyerahkan lukisan kereta cepat Woosh yang menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Vincent di sela acara.

Vincent menceritakan bila dirinya sangat antusias mendengar kereta cepat Woosh akan dibuka pertama di Indonesia. Ia berinisiatif melukis kereta cepat Woosh dan memang berencana menyerahkan ke KCIC untuk dipajang di stasiun tersebut.

Gayung pun bersambut, Vincent diundang KCIC untuk memamerkan belasan karya lukisannya tentang kereta api di Stasiun KCIC Padalarang, Bandung Barat, saat pembukaan Kereta Cepat, Senin siang, 2 Oktober 2023 lalu.

Vincent juga sempat bertemu Presiden Jokowi yang melihat karya lukisannya, serta mengajak berfoto bersama.

"Vincent dan Vintautism Gallery diundang pihak KCIC untuk memeriahkan peresmian Kereta Cepat Woosh. Kami sangat mendukung perkembangan KCIC dan terimakasih kepada Bapak Presiden,” ujar Rudy Purwono saat itu.

Vincent Prijadi Purwono adalah cucu dari pasangan Tsang Joshua Ardy dan Puspita Dewi Prijadi pendiri PT Matahari Sakti perusahaan Nasional yang bergerak di bidang pakan ikan, pakan udang dan pet food.

CSR PT Matahari berkontribusi besar kepada masyarakat dengan aksi sosialnya, yakni membantu yayasan anak penderita kanker, donor darah, bea siswa, khitanan massal, menanam terumbu karang, dan sebagainya.

Seluruh kegiatan Vincent Prijadi Purwono didukung sepenuhnya oleh Grandma Puspita Dewi Prijadi. 

Beliau mengungkapkan rasa bangga terhadap perkembangan Vincent yang semakin hari semakin berkembang karya lukisnya memberi corak warna tersendiri, sehingga menginspirasi pelukis muda lainnya. 

Selasa, 25 Juli 2023

Unimaxx Photo Community Gelar Workshop "Light Painting" Narasumber Steven Sioe Praktisi Fotografi Internasional


Unimaxx Photo Community kembali menggelar workshop menarik yang kali ini menghadirkan Steven Sioe praktisi fotografi internasional.
Kegiatan dilaksanakan tepat pukul 5 sore, di Iboe Griya Herbal, Jl. Raya Gubeng No. 68 A-B Surabaya, Senin 24 Juli 2023.

Steven Sioe jebolan Brooks Institute, sekolah fotografi terbaik di Amerika Serikat, yang mana lulus di sekolah tersebut  tidaklah mudah. Semester I di tahun pertama ada 96 mahasiswa, namun hanya kurang dari 25 orang yang lulus. Steven Sioe satu-satunya orang Asia yang lulus.

Selama 4 jam, Steven Sioe berbagi pengalaman teknik memotret dengan light painting (teknik fotografi menggerakkan sumber cahaya saat mengambil foto), kepada anggota Unimaxx. 

"Memotret menggunakan light painting adalah teknik lighting, di mana kita bisa membuat suatu produk dengan dimensi lebih menarik dengan senter led," jelasnya.

Lebih lanjut Steven Sioe mengatakan bahwa ia sekarang lebih fokus pada photography fine art atau foto seni yang bisa dijual di galeri. 

"Para pengusaha maupun perhotelan biasanya dindingnya di dekor dengan memajang lukisan, bisa juga memakai karya foto," jelasnya.

"Saya suka kerajinan Indonesia karena bagus. Sayang tidak banyak orang memotret dengan lighting yang bagus. Seperti wayang yang di setiap daerah punya. Kalau mencari foto wayang di Google, pencahayaannya biasa saja. Kalau dengan lighting yang bagus tekstur wayang bisa lebih keluar dan bagus," jelas Steven Sioe yang berpesan harus fokus dengan profesi dan memiliki keunggulan.


Denny D'Colo Ketua Unimaxx Photo Community mengatakan sengaja menggelar workshop light painting fotografi yang dibawakan Steven Sioe yang juga anggota Unimaxx. 

"Beliau membagikan ilmu kepada member Unimaxx. Pengetahuan memotret dengan cahaya untuk mendapatkan karya foto yang indah dari Pak Steven Sioe luar biasa," puji Denny D'Colo.

Sementara itu, Rasmono Sudarjo selaku Penasihat Unimaxx Photo Community memberikan tips memotret dengan cahaya.

"Yang terpenting adalah idenya. Lalu cari obyek yang cocok. Selain teori, jam terbang harus cukup, karena perlu banyak percobaan. Harus telaten pula untuk mendapatkan karya foto terbaik," ujar Rasmono Sudarjo adalah kakak kandung Steven Sioe.

Lebih lanjut, Rasmono Sudarjo menerangkan bahwa demo light painting yang dibawakan Steven Sioe dengan membuat sumber cahaya buatan. Kalau di alam, cahaya dari sinar matahari. 

"Kita gunakan alat senter ada yang besar kecil untuk menyinari obyek untuk menunjang hasil foto menjadi indah. Prinsipnya tetap seperti cahaya matahari, penyinaran dari samping, agar detail obyek timbul dan hasilnya indah," tukas Rasmono Sudarjo yang berprofesi sebagai Notaris, Pelukis dan Fotografer kawakan Surabaya ini.





Lia Merliani Bendahara Unimaxx Photo Community mengucapkan terima kasih kepada Steven Sioe dan Jamu Iboe yang telah mendukung terselenggaranya workshop dengan sukses.

Malam itu, Stephen Walla Direktur Jamu Iboe menyerahkan produknya kepada Steven Sioe. Demikian pula Denny D'Colo juga menyerahkan angpou kepada Steven Sioe. Acara pun berakhir dengan foto bersama. 

Senin, 10 Juli 2023

Unimaxx Photo Community Gelar Motret Bareng Turut Majukan Pariwisata Tuban


Unimaxx Photo Community salah satu komunitas fotografer teraktif saat ini di Jatim yang selalu menggelar acara motret bareng, dan kali ini mengeksplorasi wisata Tuban.

Tentu saja, kegiatan ini mendapat apresiasi banyak pihak, karena turut memajukan wisata daerah lewat karya foto.

Sejunlah 50 member Unimaxx dipimpin langsung sang Ketua Denny D'Colo, berangkat dari halaman depan Grand City Mall tepat pukul 7 pagi, pada Sabtu 8 Juli 2023.

Rombongan langsung menuju Goa Suci, Dusun Karang Langan, Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Goa Suci tersebut termasuk salah satu wisata yang keberadaannya kurang populer, namun memiliki keindahan tersendiri di mata para fotografer.




Denny D'Colo Ketua Unimaxx Photo Community menyampaikan pihaknya sengaja menggelar acara motret bareng di Tuban. 

"Kita motret di tempat menarik seperti di Goa Suci, Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, tujuannya selain mempopulerkan tempat wisata juga meningkatkan kemampuan karya foto anggota Unimaxx," terang Denny D'Colo yang berharap member Unimaxx makin guyub rukun dan mendapatkan obyek karya menarik dari kegiatan ini.

Hal yang sama dikatakan Rasmono Sudarjo selaku Penasihat Unimaxx Photo Community. "Fotografi salah satu media yang tepat untuk mempromosikan tempat wisata," jelas Rasmono yang berharap seluruh anggota Unimaxx menghasilkan karya terbaik guna mempromosikan wisata Tuban, sehingga dapat membantu meningkatkan pariwisata setempat.

FX Ratno Wiyantono Member Unimaxx Photo Community mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan motret bareng ini. 

"Melalui kegiatan hunting motret bareng yang diselenggarakan Unimaxx Photo Community, kami bisa mengetahui budaya masyarakat Tionghoa di Kelenteng Tuban. Unimaxx jaya selalu," ujar Cak Ratno panggilan akrabnya.

Lia Merliani Bendahara Unimaxx Photo Community mengucapkan terima kasih kepada Meratus, Restoran Kayu Manis, dan pengurus Kelenteng Tuban yang mendukung kelancaran acara motret bareng.

Pepeng Putra Wirawan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim mengapresiasi kegiatan motret yang diselenggarakan Unimaxx.

"PSMTI Jatim kedatangan tamu yakni rombongan Unimaxx Photo Community. Selain ke Kayu Manis, saya mengantar mereka ke Kelenteng Tuban untuk belajar budaya," jelas Pepeng yang berharap Kelenteng Tuban menjadi salah satu ikon wisata di Jatim.



Senada dikatakan Go Tjong Ping anggota DPRD Jatim juga memberikan apresiasi kegiatan motret yang dilakukan Unimaxx. 

"Unimaxx mengekplorasi tempat wisata dan kuliner di Tuban, saya mengucapkan terima kasih. Saya berharap Unimaxx kembali mempopulerkan wisata Tuban," ujar pria asli Tuban, di sela makan siang di Restoran Kayu Manis.

Restoran Kayu Manis Tuban
Unimaxx Photo Community disambut baik oleh pengurus PSMTI Jatim dengan menjamu makan siang di Restoran Kayu Manis di Jl. Basuki Rachmad No.215 - 217 Tuban. 

Resto Kayu Manis milik Pepeng ini cukup populer di Tuban dengan beragam sajian menu nusantara khususnya kuliner khas daerah pesisir yakni aneka olahan kepiting, kakap, gurami dan sebagainya. Minuman favorit legen juga khas suguhan tradisional.





Restoran ini sangat luas juga ada live musik menjadi jujugan keluarga, warga Tuban maupun luar kota.

"Saya mewakili rekan rekan dari Unimaxx mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas jamuan makan siang dari Pak Pepeng," ucap Denny D'Colo.

Kelenteng Tuban Ikon Wisata
Kelenteng Kwan Sing Bio adalah rumah ibadah agama Buddha, Tao, dan Konghucu atau Tri Dharma. Kelenteng Tuban selain sebagai rumah ibadah juga jujugan wisata. 

Kwan Sing Bio adalah kelenteng terluas di Asia Tenggara dengan luas tanah kurang lebih 5 hektar, yang memiliki bangunan unik dengan ikon kepiting. Dibangun pada 1773 silam, sebagai tempat pemujaan dan penghormatan Dewa Kwan Kong. 

Klenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Martadinata No.1, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, satu-satunya klenteng yang menghadap langsung ke arah laut.

Situs Goa Suci Palang Tuban
Situs Goa Suci yang terletak di Desa Wangun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini dipercaya peninggalan masyarakat di masa Kerajaan Majapahit.

Menurut penggiat sejarah, dipercaya gua ini sudah ada sejak zaman Majapahit, diperkuat dengan guratan pada dinding yang berbentuk inskripsi angka tahun berhuruf Jawa Kuno menunjukan tahun 1295 Saka (1373 M).

Pada dinding Goa juga terdapat goresan relief berbentuk wayang bagian cerita Arjunawiwaha yang sudah mulai aus.

Sayangnya situs goa dan keindahannya kurang diperhatikan. Walau begitu, masyarakat setempatlah yang merawat sekedarnya. 

Untuk menuju tempat wisata ini tidaklah mudah karena belum ada petunjuk jalan. Selain itu, goa Suci berada di antara kebun milik warga. Harus melewati kebun warga untuk masuk ke sana.

Goa Suci terletak di perbukitan kapur dengan dinding membentuk garis alur bekas tambang.

Bentuk atap goa yang mengerucut dengan lubang di bagian tengahnya, dimana pancaran sinar matahari masuk. Cahaya ini kerap disebut “cahaya dari surga” atau Ray of Light. 

Banyak wisatawan yang memanfaatkan cahaya yang terpancar itu sebagai spot berfoto yang menarik. 

Rabu, 07 Juni 2023

Vincent Bersama 19 Seniman Senior Surabaya Gelar Pameran Lukisan "Batas Luar"


Pameran lukisan bertema "Batas Luar", diikuti 20 living artist dan 5 eternal artists digelar di Visma Gallery, mulai 30 Mei hingga 11 Juni 2023. 

Menariknya satu pelukis muda berbakat Vincent Prijadi Purwono Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)  turut dalam pameran lukisan bersama 19 senior.

Pameran lukisan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-730, dimana seluruh pelukis yang berpartisipasi adalah kelahiran Surabaya.





Vincent Prijadi Purwono di sela acara, mengaku sangat senang bisa turut memamerkan satu buah lukisannya. 

Rudy Purwono orangtua Vincent juga mengucapkan terima kasih kepada Irawan Hadikusumo selaku kurator di Visma Gallery yang telah mengajak Vincent berpameran.

"Suatu kebanggaan bagi Vincent bisa berpameran bersama para seniman senior. Melukis adalah cara belajar anak autis bisa aktualisasi diri," ujar Rudy Purwono pemilik Vinautism Gallery.

Rudy pun mengaku sempat berdiskusi dengan Irawan Hadikusumo terkait awal karir Vincent sebagai pelukis. 

Rudy tak menyangka, Vincent terus berkembang dalam bidang seni lukis dan meraih banyak prestasi. Hingga lukisan karya Vincent dikoleksi banyak orang di berbagai negara tak hanya Indonesia saja.

Irawan Hadikusumo mengatakan,"Salah satu dari 20 seniman senior kecuali satu, yakni Vincent yang kini berusia 20 tahun adalah seniman autis yang karyanya menampilkan pesawat dan kereta. Ia juga menghadirkan tokoh game." 

"Saya melihat sendiri bagaimana orangtua Vincent mengarahkan anaknya dengan benar. Orangtuanya mencari kekhasan anak ini di seni rupa. Anak autis memiliki kekhasan dan kekuatan tersendiri," ujar Irawan.

Lebih lanjut Irawan mengatakan bahwa sejak Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama 3 tahun, Visma Gallery praktis tidak mengadakan kegiatan. 

"Sekarang Pandemi sudah tidak ada, Visma Gallery kembali menyelenggarakan kegiatan seni. Seperti pameran "Batas Luar" ini yang menunjukkan eksistensi 20 seniman dan 5 seniman legen yang sudah almarhum," jelas Irawan.

Kehidupan seni rupa di Surabaya tidak kalah dengan di Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Bali. 

"Terbukti dengan karya Amang Rahman yang dikenal tak hanya di Indonesia saja tapi juga luar negeri. Demikian pula karya Asri Nugroho yang mengambil tema tak hanya Indonesia, tapi juga luar negeri, seperti perang Ukraina dengan goresan lebih hidup mengandung pesan jangan perang terus," terang Irawan yang meminta masyarakat bisa hadir menyaksikan lukisan para seniman Surabaya di Visma Gallery Jl. Tegalsari no. 35-37, Surabaya.

Pameran dibuka oleh Dominikus Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya yang mengucapkan selamat kepada seluruh seniman, dan berharap terus berkarya mewarnai seni rupa di Surabaya khususnya, nasional bahkan internasional.

"Sehingga Surabaya tak hanya maju secara ekonomi tapi juga seni budaya," ucap Dominikus Adi Sutarwijono.

Adapun seniman yang berpartisipasi di antaranya; Agung Tato, Agus Koecink, Asri Nugroho, Benny Wicaksono, Ben Wong, Dhanoe, Doddy Hernanto, Dukan Wahyudi, Fabiola Natasha, Jenny Lee, Joni Ramlan, Jopram, Jumaadi, Laksmi Shitaresmi, Lini Natalini Widhiasi, LK Bing, Suvi Wahyudianto, Syalabi Asya, Vincent Prijadi Purnomo, Yoes Wibowo.

Sedangkan seniman legen yang telah almarhum namun tetap dikenang, di antaranya; Amang Rahman Jubair, Hening Purnamawati, Ivan Hariyanto, Lim Keng dan Tedja Soeminar.

Kegiatan tersebut dihadiri para seniman, masyarakat pecinta seni, dan perwakilan negara sahabat. 

Minggu, 09 Januari 2022

Unimaxx Photo Community Kembali Gelar Motret Bareng dan Seminar di De Bun Surabaya


Kembali Unimaxx Photo Community  menggelar acara motret bareng dengan obyek Mantis. Selain itu juga diselenggarakan seminar menarik. Acara digelar mulai jam 10 pagi hingga jam 2 siang di De Bun Restoran Jl. Biliton no 55 Surabaya, 8 Januari 2022.

Acara diawali dengan seminar mengambil topik tentang 'Sistem Pencahayaan Terintegrasi dengan Karya Seni' dibawakan oleh Ir. Stephanus Prasasto. 

Ketua Unimaxx Photo Community, Denny D'Colo mengatakan kegiatan motret bareng dengan obyek Mantis untuk keduakalinya dan mengundang beberapa Fotografer dari Kota Malang. 




"Unimaxx Photo Community juga mengundang pakar digital lighting untuk berbagi pengetahuan tentang penataan cahaya yang menarik di bidang seni. Seperti bagaimana menata dan menggunakan lighting untuk memotret makanan, model, dan sebagainya. Kita sharing bersama dan semoga acara ini bermanfaat bagi semua," harap Denny D'Colo.

Denny pun membawa studio mini dengan memanfaatkan limbah. "Saya memberi nama Studio Mini Ala D'Colo. Terbuat dari bahan kardus dan plastik bekas yang sudah tidak terpakai. Mini studio ini membantu menata cahaya yang dibutuhkan saat memotret makro," jelas Denny sambil menunjukkan hasil foto Matisnya dengan studio mininya.

Beberapa anggota Unimaxx turut menjajal studio mini buatan Denny D'Colo dan mengaku takjub dengan hasil bidikan tersebut. Studio mini dilengkapi beberapa pencahayaan yang menghasilkan gambar seolah Mantis berada di alam bebas.

Penasihat Unimaxx Photo Community, Rasmono Sudarjo mengapresiasi Unimaxx yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan di saat pandemi mulai melandai.

"Unimaxx Photo Community sangat aktif berkat kegigihan Pak Denny D'Colo yang meluangkan waktu dan pikiran. Kita ini tujuannya berbagi ilmu kepada komunitas yang ada. Seperti hari ini memotret makro merupakan bidang fotografi yang lain daripada yang lain," tutur Rasmono Sudarjo.

Atas: Denny D'Colo, Rasmono Sudarjo, Eddy. Bawah: David, Budi Liem, Atik Desari

Rasmono Sudarjo juga memberikan tips sederhana terkait foto makro khususnya serangga atau mantis yang berskala kecil, yakni haruslah sabar karena serangga tidak bisa berkomunikasi, lain halnya foto model yang bisa diatur sesuai keinginan.

Untuk motret makro, Rasmono menganjurkan 2 cara yang bisa digunakan yakni bila menginginkan obyek secara detail sebaiknya bukaan diafragma kecil. Sebaliknya untuk mendapatkan latar belakang blur diafragma diperbesar.

"Keunggulan foto makro itu biasanya orang melihat hal kecil misalnya semut, dengan makro penampakan bisa besar. Bagi orang awam mendapatkan sudut pandang yang lain dan menarik," pungkas Rasmono Sudarjo.

Hal yang sama diungkap Budi Liem bahwa foto makro sangat menyenangkan, tapi banyak kesulitan yang bakal dialami yakni hewan yang tidak bisa diam, selain itu harus mengatur pencahayaan dan sebagainya.

David mengakui memotret Mantis yang baru dilakukannya membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. "Saya biasanya memotret siput dan laba laba, baru kali ini foto Mantis," ujarnya.

Eddy menyampaikan motret bareng yang digelar Unimaxx  Photo Community sangat menyenangkan, karena ia bisa bertemu rekan-rekan sesama fotografer dan melakukan sharing. "Motret Mantis menarik, karena tidak perlu kemana-mana. Selain itu juga sangat kreatif dengan bermain cahaya, apalagi membidik mantis," terangnya.

Atik Desari mengaku biasa motret model dan tidak suka motret Mantis. "Aku yang tidak suka foto makro begitu melihat Mantis, langsung jatuh cinta," akunya.

Sabtu, 25 September 2021

Unimaxx Photo Community Explore Surabaya North Quay



Setelah lama tidak melakukan hunting bersama karena pandemi dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharuskan bekerja di rumah atau work from home (WFH), akhirnya Unimaxx Photo Community motret bareng di Surabaya North Quay, Jumat 24 September 2021. 

Denny D'Colo Ketua Unimaxx Photo Community mengungkapkan kegiatan motret bersama karena sudah sekian bulan puasa. "Kita tidak kemana-mana sehubungan dengan adanya pandemi juga aturan PPKM. Sekarang Surabaya sudah dinyatakan level 1, kegiatan motret bareng kembali dilakukan," terang Denny D'Colo.




Denny pun menyiapkan sejumlah properti yakni toys untuk difoto agar hasil pemotretan berbeda. Tak hanya memotret kapal, laut, langit, dan gedung tapi dikombinasikan dengan properti.

"Biar tidak membosankan, saya membawa mainan kepala dinosaurus dengan bola bening. Ketika difoto ada sinar yang menerobos bola yang digigit dinosaurus," imbuh Denny D'Colo sambil menunjukkan hasil fotonya.

Kegiatan kali ini diminati anggota Unimaxx, karena kebanyakan mereka juga sudah rindu kumpul bareng sambil motret selain berdiskusi hasil foto. Kegiatan dimulai pukul 16.30 dan berakhir 18.00 WIB. 

Unimaxx Photo Community

Denny D'Colo menambahkan sebelum pandemi kegiatan hunting bareng rutin diselenggarakan baik secara indoor maupun outdoor guna turut mempopulerkan tempat-tempat tersebut.

"Pernah kami motret di Kebun Bintang Surabaya, tujuannya agar masyarakat datang ke sana setelah melihat hasil foto yang ditampilkan di media sosial maupun pameran. Kemudian ke restoran, hotel, museum dan sebagainya juga sekaligus mempopulerkan tempat tersebut," pungkasnya.

Denny D'Colo berharap pandemi segara berakhir dan beraktivitas seperti dulu. Ia juga mendokan anggota Unimaxx Photo Community selalu sehat dan bersemangat berkarya. 

Tentang Surabaya North Quay Wisata di Ujung Kota
Surabaya North Quay merupakan terminal atau bersandarnya kapal pesiar mewah. Namun, juga menjadi tempat wisata bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Bahkan, tak sedikit warga luar daerah yang datang menikmati pemandangan menakjubkan. 

Lautan lepas dengan kapal pesiar mewah yang lagi bersandar, menjadi daya tarik utamanya. Namun sejak pandemi, belum ada kegiatan kapal pesiar. Hanya kegiatan rutin kapal kecil antar pulau yang bersandar.



Harga Tiket Masuk Surabaya North Quay
hanya Rp10.000 plus bonus potongan Rp4000 untuk nguliner. Tapi tiket tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan. Tempat wisata ini buka setiap hari dan Senin tutup. Buka dari pukul 12 siang hingga jam 19.00 WIB.

Surabaya North Quay berada di lantai 2 dan 3 gedung megah Terminal Gapura Surya Nusantara. Setiap lantai menawarkan pemandangan tersendiri bagi wisatawan. Pada lantai 2 ini, pengunjung membeli tiket, kemudian naik ke lantai 3 yang disambut deretan miniatur kapal lengkap dengan keterangannya. 

Selanjutnya masuk ke ruangan besar berderet kuliner yang bisa dibeli. Kemudian keluar ruangan menikmati pemandangan laut maupun kegiatan sekitar pelabuhan. (Aira)

Sabtu, 11 September 2021

Pengrajin Madiun, Sulap Limbah Kayu Jadi Kerajinan Wayang




Limbah kayu disulap menjadi kerajinan wayang bernilai jual tinggi di tangan Joko Suwiono, pria asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, Selain karena mudah didapat, bahan baku tersebut juga berkualitas bagus.

Joko merintis UMKM bertajuk Omah Kinarya bersama sang istri, sejak tahun 2018. Hingga saat ini sudah ratusan produk kreasinya dijual ke sejumlah negara, seperti Thailand, Jepang, Belanda, Taiwan, Singapura, hingga China. 

Sementara di ranah domestik, pembelinya tidak hanya dari wilayah Madiun saja, bahkan luar pulau Jawa. Joko pantas mematok harga sesuai kerumitan dan ukuran wayang. Pada umumnya kisaran dari 300 ribu sampai jutaan rupiah. 

Selain wayang kayu, ia juga membuat gantungan kunci dan cinderamata.
Joko mengaku mendapat perhatian dari
Pemkab Madiun dalam pengembangan Omah Kinarya. Beberapa pimpinan perangkat daerah kerap memesan buah karyanya sebagai pajangan atau kenang-kenangan. 




Bahkan saat Presiden Joko Widodo bertandang ke Kabupaten Madiun, ia mendapat pesanan khusus untuk diberikan kepada orang nomor satu di Indonesia.

Joko dibantu beberapa tenaga kerja dalam berkarya. Untuk melihat galeri Joko, kunjungi Instagram @omahkinarya. (Red)

Selasa, 22 Juni 2021

YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan Board Game Bazaar dan Trading Card Game Competition



Siapa yang tidak pernah main board game? Apa itu board game? Namanya seperti asing terdengar, tapi ternyata untuk anak kaum 90an pasti sudah pernah bermain board game sejak kecil. 

Monopoli, halma, ular tangga, catur, UNO, dan lain-lain beberapa jenis permainan board game. Board game adalah permainan papan yang dilakukan di atas meja dan bisa dimainkan oleh beberapa orang. 

Sebelum trend digital game seperti ML dan PUBG disukai kalangan anak muda, board game menjadi permainan favorit mulai dari usia muda hingga dewasa. 

Tapi apakah sekarang board game sudah ditinggalkan? Ternyata jawabannya tidak!

Hal ini bisa diketahui dengan semakin banyaknya cafe board game di Kota Surabaya. Board game sekarang sudah sangat berkembang, terdapat lebih dari ribuan jenis permainan board game dan trading card game, salah satunya yang paling viral adalah trading card game pokemon Go!. Di Kota Surabaya komunitas pecinta board game pun ternyata sangat banyak.



Untuk meningkatkan kecintaan anak muda terhadap board game, YELLO Hotel Jemursari Surabaya bekerja sama dengan Cafe board game di Surabaya antara lain; Nexus Tabletop Board Game Cafe dan Board Game Academy Surabaya mengadakan event “Board Game Bazaar dan Trading Card Game Competition” untuk warga Kota Surabaya hari Minggu, 20 Juni 2021.

Acara yang digelar di Wok n Tok area ini berlangsung sangat meriah. Mulai dari Pk 11:00 pengunjung dihibur dengan penampilan YELLO Hip Hop, kemudian pengunjung bebas melihat lihat produk yang di display dan juga bisa bermain board game sepuasnya hanya dengan membayar Rp 40,000 per orang dan sudah mendapatkan 1 botol jus dari YELLO Hotel Jemursari Surabaya. 

Beberapa pengunjung banyak yang datang secara berkelompok, dan mereka tampak antusias bermain board game, bahkan ada yang bermain dari siang hingga selesai acara. Untuk pengunjung yang tidak bisa memainkan permainan board game nya, pihak cafe memberikan petunjuk dengan sabar dan mengajari peraturan bermainnya. 

Ekspresi lucu pun banyak tertangkap kamera, ada yang teriak karena kesal ada yang teriak senang dan bahkan ada yang tertawa terbahak bahak karena melihat temannya kalah. 

Board game yang disediakan cukup beragam mulai dari level mudah hingga tersulit, ada yang membutuhkan ketelitian, mengasah otak, hingga permainan ringan yang mengundang tawa. 




“Bermain board game disini sangat seru! Karena biasanya kalau bermain online game di HP kita jarang berinteraksi dengan teman teman, sekarang dengan bermain board game, kita jadi sering ngobrol dan semakin akrab satu sama lain. Saya ketagihan untuk bermain board game” Terang Michael salah satu pengunjung Board Game Bazaar.

Selain Board Game Bazaar, diadakan juga Trading Card Game Competition untuk “Pokemon Go! Trading Card Game”. Para pecinta trading card game pun berkumpul dan berlomba untuk memenangkan banyak hadiah mulai dari voucher FB, kartu set pokemon G, hingga voucher menginap di YELLO Hotel Jemursari Surabaya.

Selain Bazaar dan lomba, dilaksanakan juga talkshow dan on air dengan para pengelola cafe board game sebagai narasumber didukung oleh Jeje FM Radio sebagai media partner. Pembahasan yang cukup seru mengenai jenis jenis board game dan bagaimana serunya bermain board game. 

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk kembali mengenalkan keseruan bermain board game kepada muda mudi di Kota Surabaya," jelas Agnes Marcomm YELLO Hotel Jemursari Surabaya.

Mengingat jaman sekarang online game menjadi faktor berkurangnya rasa sosialisasi antar teman dan keluarga, jadi ajang ini untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan teman atau keluarga. 

"Siapa pun yang baru mencoba bermain board game atau trading card game dijamin pasti kecanduan karena permainannya sangat seru. Semoga kedepan kami bisa mengadakan event serupa secara rutin,” imbuh Agnes.

Di akhir acara, dilakukan pengumuman pemenang trading card game dan pembagian doorprize untuk pengunjung board game bazaar. 

Minggu, 06 Juni 2021

HoS Hadirkan Johan Kancut Seni Rangkai Huruf dengan Keindahan



Galeri Paviliun House of Sampoerna menyelenggarakan zoom meeting teknik menulis kaligrafi dengan tema 'Ukir Indah Pesanmu : Hand Lettering Seni Merangkai Huruf dengan Keindahan' selama satu jam (5/5). Menghadirkan Johan Kancut (Johan Arinda Mukti) jebolan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta.

Founder Bekja Studio dan Pengajar Seni Rupa di salah satu sekolah swasta di Banyumas ini sebelum memulai menulis, menjelaskan tentang kaligrafi, lettering dan tipografi.

Kaligrafi
Kaligrafi merupakan seni menulis atau melukis karakter huruf menggunakan dp-pen dengan goresan tunggal (single stroke). 
1. Goresan yang tercipta dibuat dengan kekuatan tekanan yang beragam sehingga menghasilkan garis tipis tebal yang indah. 
2. Goresan menurun (downstroke) memiliki garis tebal. Goresan naik (Upstroke) tipis, halus dan melayang.

Ragam alat tulis yang digunakan :
1. Round brushes dan flexible nib dapat membuat goresan huruf dengan ketebalan yang berbeda ketika didorong, ditarik atau diangkat.
2 Flat brushes dan fix nib menghasilkan karakter huruf dengan ketebalan seragam dan goresan yang berubah-ubah ketika diubah arah goresannya.

Lettering
Lettering merupakan seni menggambar huruf dalam lebih dari satu goresan (multiple stokes) dengan pendekatan lebih ilustratif.

Ragam alat tulis yang digunakan:
1. Marker
2. Brush Pen
3. Gel Pen
4. Kapur dan lain-lain

Berbeda dengan kaligrafi yang memerlukan keahlian "menulis huruf", lettering lebih memerlukan keahlian "menggambar huruf" dan dekorasi. Lettering dapat dibuat dengan menggambar bebas.

Johan Kancut

Huruf lettering dibentuk dengan membuat sketsa, menjijplak, memperbesar dan memperhalus karakter huruf atau digambar secara spontan dan ekspresif dengan banyak goresan. 

Adapun huruf kaligrafi dibuat dari goresan tunggal yang keseragaman dan variasinya bergantung pada alat yang digunakan dan cara menggunakannya.

Tipografi
Tipografi merupakan teknik atau kegiatan menata huruf/font (preformed letter) yang telah dibuat oleh type designer menjadi desain karya visual yang indah. 

Kegiatan menata huruf meliputi memilih jenis dan ukuran huruf, panjang garis serta pemberian spasi. Subset dari tipografi adalah type design, yaitu kegiatan mendesain huruf/tont.

Pada saat ini penggunaan istilah tipografi telah meluas hingga mencakup semua kegiatan kaligrafi dan hand lettering modern.

Selanjutnya Johan mengambil selembar kertas dan mulai menulis dasar kaligrafi. "Hand lettering bisa diaplikasikan ke berbagai bahan tak hanya kertas, tapi juga kain, kayu dan sebagainya," ujar pria kelahiran Madiun, 8 Juni 1991.

Rupanya peserta yang mengikuti zoom meeting tidak hanya dari Jawa Timur tapi juga luar pulau. Para peserta juga banyak bertanya, karena saat zoom meeting, mereka langsung praktek menulis kaligrafi bersama. 

Memang terlihat sangat mudah saat Johan Kancut menulis huruf demi huruf hingga nampak karakter dan keindahannya. Johan pun mengaku belajar menulis kaligrafi cukup lama. Menulis kaligrafi tidak semudah yang dibayangkan, harus melalui banyak latihan dan mengenal cara dasarnya.

Pengalaman demi pengalaman pun terus digali Johan Kancut, dengan serangkaian kegiatan yang diikuti yakni selama tahun 2020 : Perform Indonesian Graffiti Days, Purwokerto. Juri Lomba Batik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Perform melukis Seniman Banyumas, Serambi Kang Hadi, Purwokerto.

Kemudian pada 2021, Perform Bawor Connection, Purwokerto. Perform Indonesian Graffiti Days, Purwokerto.

Pameran Lukisan 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation Yogyakarta Karya Milenial Surabaya



Seniman muda asal Surabaya yang namanya makin populer, Vincent Prijadi Purwono menggelar pameran tunggalnya di Langgeng Art Foundation, Gallery 2 dari 5 hingga 20 Juni 2021.

Karya seni tidak mengenal usia, siapapun dapat menjadi penikmatnya maupun pelaku seni, baik muda dan orang tua. Melalui seni, gagasan, perasaan, kekuatan emosi, aspirasi dan berbagai hal dalam benak dan jiwa manusia tersalurkan dengan keindahannya tersendiri.

Hal inipun dialami oleh Vincent Prijadi Purwono. Ia adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara. Lahir di Surabaya, 13 Oktober 2003. Terlahir normal seperti bayi pada umumnya, namun sang Mama melihat gejala autis sejak bayi dan didiagnosa autis usia 13 bulan. Situasi yang dihadapi keluarga tetap dengan bersikap positif bahwa Vincent adalah pribadi yang spesial.

Keluarga menemukan dan melihat melukis menjadi pilihan Vincent dalam berekspresi. Ia sangat serius dalam belajar sketsa dan teknik melukis. Semua dilakukan dengan senang hati tanpa tekanan, sangat berbeda ketika Vincent harus belajar seperti di sekolah. 

Sekarang Vincent berusia 17 tahun sudah menghasilkan 190 karya dan terus bertambah. Berhasil menjual 50 lukisannya, juga membuat merchandise yang layak jual di masyarakat. 


Vincent dan Pengunjung

Terlihat perubahan sifat dari anak autis yang tidak bisa diatur, tidak peduli, kemudian menjadi seorang remaja dewasa yang mempunyai tujuan, jati diri dan berkembangnya rasa empati.

Pameran pun sudah banyak dilakukan di berbagai kota, tak ketinggalan pameran tunggalnya di kota Yogyakarta, kota Seni dan Budaya. Mengambil tema pameran “Berkendara ke Dunia Vincent”.

Pengunjung dapat menikmati 14 karya Vincent yang bercerita tentang kereta api, pesawat terbang, peta, hal-hal yang berkaitan dengan kendaraan dan perjalanan. Hal yang sangat ia sukai dan dinikmati selama ini. 

Pameran yang berlangsung dari 5 Juni ini cukup menarik perhatian pengunjung. Nindya Paisan, seorang penikmat seni yang berasal dari Bandung, pun menyempatkan berkunjung saat sedang berlibur dengan teman-temannya. 

“Saya suka yang ini, lukisan ini sangat detail, jalur, bentuk pesawat. Persis seperti apa yang saya lihat waktu menggunakan pesawat terbang Thailand,” ujarnya sambil menunjukan lukisan bernama Trasportasi 2. 

Selain dapat menikmati pameran, pengunjung juga mendapatkan merchandise berupa tas serut dan masker yang menampilkan lukisan Vincent. Tentu menjadi nilai artistik tersendiri untuk pemakainya.

Pameran tunggal ini berlangsung hingga 20 Juni di Langgeng Art Foundation, Gallery 2, tepatnya di Jl. Suryodiningratan No. 37 A, Yogyakarta. 

Mari ajak keluarga terutama anak-anak berkendara memasuki dunia Vincent. 


Kamis, 11 Februari 2021

Lewat Karya Foto, Unimaxx Photo Community & Koko Cici Jatim 2020 Populerkan Wisata Religi Kelenteng Boen Bio



Keberadaan Kelenteng Boen Bio menarik perhatian Koko Cici Jatim 2020 sebagai Duta Budaya Tionghoa, Duta Budaya Tionghoa, Duta Pariwisata dan Duta Sosial.  Bersama Unimaxx Photo Community, Koko Cici melakukan sesi pemotretan di Kelenteng Boen Bio pada Minggu (7/2).

Pemotretan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2572, jelas Ketua Unimaxx Photo Community Denny D'Colo蔡平和 sekaligus mempopulerkan wisata religi Kelenteng Boen Bio di daerah Surabaya Utara. 

Denny D'Colo menyampaikan keberadaan Kelenteng Boen Bio wajib dilestarikan sebagai warisan cagar budaya.




Boen Bio adalah tempat ibadah Agama Khonghucu yang awal mula didirikan pada tahun 1883 dengan nama Boen Tjhiang Soe. Boen Bio memiliki arsitektur dan interior khas Tiongkok yang sarat makna kebajikan. Kelenteng yang terletak di kawasan Pecinan menjadi salah satu destinasi wisata heritage Surabaya hingga kini. 

Cici Jennifer Goldie 吴卉萍 mengatakan sangat senang bisa berkunjung ke wisata religi Kelenteng Boen Bio sebagai tempat ibadah agama Khonghucu yang tertua di Surabaya bahkan Asia Tenggara. 

"Kami senang bisa berkunjung ke Kelenteng Boen Bio yang bersejarah. Serta melakukan photoshoot menyambut Imlek," ujar Cici Goldie yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen Peminatan Corporate Entrepreneurship Univ. Ciputra.



Demikian pula dengan Cici Helena Aprilia 王蓮娜 mengaku kagum melihat bangunan Kelenteng Boen Bio yang orisinil dan pengurusnya merawat dengan baik. Semua bentuk ornamen sangat indah khas dari Budaya Tionghoa yang jarang ditemui di Surabaya, tapi masih bisa disaksikan di Kelenteng Boen Bio. 

"Senang sekali berkesempatan mengunjungi tempat ini, walau dalam masa pandemi masih dibuka untuk umum," tutur Cici Helena lulusan National Taiwan University of Arts, Fakultas Performing Arts, jurusan Dance.

Cici Helena seorang ballerina dan kini mendirikan Ballet Posture yakni kelas pembentukan tubuh untuk anak anak dan dewasa. Ia pun memaknai Imlek sebagai momen bagi masyarakat Tionghoa untuk mensyukuri atas apa yang telah terjadi selama 1 tahun yang lalu. 

"Memulai tahun baru dengan semangat dan harapan yang baru pula," tambahnya.



Sementara itu Koko Jatim 2020 Ansell Benedy 湖吃管 juga mengetahui kawasan bersejarah Surabaya Timur, khususnya Pecinan dan keberadaan Kelenteng Boen Bio. 

Koko Ansell pun mengucapkan selamat tahun baru Imlek dan mendoakan semua selalu bahagia dan sehat walau di masa pandemi. "Chūnjié kuàilè, gōngxǐ fācái, wànshì rúyì," ucapnya

Tahun Baru Imlek 2021 sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Bila dulunya bisa  bertemu keluarga besar dengan jamuan makan. Kini sesuai anjuran pemerintah hanya merayakan sederhana di rumah, bahkan dilakukan secara virtual dan pemberian angpao melalui digital. Hal itu guna mencegah pesebaran Covid-19 yang semakin meningkat. 

Sabtu, 06 Februari 2021

Tips Memotret Gerakan Indah Balerina di Studio oleh Soedjianto Gunawan



Bagi pebalat Surabaya, nama Soedjianto Gunawan tidaklah asing. Maklum, hampir di banyak pertunjukkan balet, ia bertindak sebagai eksekutor foto. Hasilnya foto-fotonya membuat decak kagum banyak orang.

Soejianto Gunawan pun didapuk memberikan pelatihan kepada anggota Unimaxx Photo Community. Bagaimana memotret balerina yang bergerak cepat dengan hasil memuaskan di dalam studio. "Ada beberapa cara atau tips memotret Dance Photography," tuturnya, saat memberi workshop bertema Powder Dance di Puzzle Studio Foto Surabaya.

Seperti bila memotret di studio, sebaiknya tidak menggunakan autofokus pilih manual saja. Karena balerina yang banyak gerakannya, bisa terjadi miss antara mata dan autofokus. "Apalagi bila baju balerina gelap dan background gelap, bisa terjadi miss," imbuhnya.



Semua kamera bisa digunakan untuk memotret gerakan balerina yang cepat, terang Soedjianto Gunawan, tapi tidak berlaku untuk kamera ponsel karena kecepatan atau speednya tidak pas. Untuk pencahayaan di studio bisa menggunakan lighting minimalis. 

Terpenting dalam pemotretan harus mengetahui konsepnya. "Gerakan yang benar bagaimana, pose balerina seperti apa. Karena bila salah gerakan, maka foto itu sudah tidak bisa dipakai balerina. Oleh sebab itu harus didiskusikan dahulu dengan balerina sebelum memotret," ujarnya panjang lebar.



Soedjianto Gunawan menekuni dunia foto balet sejak 1997. Awalnya ia memotret pertunjukkan balet di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya. Ia mengakui rupanya memotret balet tak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Bahkan orang yang memotret dengan percaya diri pun masih menemui banyak kendala.

Untuk menunjang keahliannya, Soedjianto Gunawan mengikuti kelas balet selama beberapa bulan. Agar mengetahui gerakan balet yang pas dan benar. Ia pun datang rutin ke kelas balet dan mempelajari pakem-pakem gerakan balet. "Setelah mendalami teorinya, barulah latihan memotret yang benar," ujarnya.

Pakem dalam gerakan balet itulah yang tersulit dan tidak boleh diubah. Fotografer harus mengetahui waktu pas pose gerakan balerina.



Dalam workshop, ia mengajarkan memotret gerakan balerina yang hanya berdiri. Hal ini diperuntukkan fotografer yang tidak terbiasa memotret action. Kemudian mulailah balerina menggerakkan kedua tangan dengan melempar tepung. Selanjutnya balerina melompat. Para fotografer harus jeli menangkap momen yang pas tersebut.

Masih penjelasan Soedjianto Gunawan, memotret balerina harus mengetahui kemampuan si penari seperti tingkat pemula hingga profesional. Jika kemampuan balerina masih sedang, pemotretannya harus disesuaikan dengan gerakan yang balerina bisa. 

Dengan gerakan simpel sederhana dari balerina pun bisa menghasilkan gambar yang bagus, asalnya dilakukan dengan baik. "Untuk itu harus diperhatikan posisi kepala, kaki dan tangan itu penting dalam memotret balet," tegasnya.



Memotret balerina dari berbagai tingkat sudah dilakoni Soedjianto Gunawan. Mulai dari balerina anak anak, remaja, dewasa, hamil hingga mantan balerina. "Kemarin saya memotret para ibu yang dulunya pebalet," jelas Soedjianto Gunawan yang melakukan pemotretan balet hingga ke Dubai.

Senin, 25 Januari 2021

Benarkah Bunga Wijayakusuma Pembawa Keberuntungan



Mendengar namanya, Bunga Wijayakusuma atau Wiku dikira berasal dari Indonesia. Bunga Wiku konon dibawa pedagang Tiongkok ke Indonesia. Bunga Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum) tumbuh di daerah tropis Amerika Tropika (Venezuela dan Kepulauan Karibia). 

Bunga Wiku termasuk jenis tanaman kaktus kelas dicotiledoneae yang merekah di malam hari. Bunga Wiku sebenarnya mudah ditanam namun tidak selalu berbunga, karena dipengaruhi iklim, kesuburan dan cara pemeliharaan.

Sedangkan nama Wijayakusuma berarti kemenangan mutlak bagi seorang raja. Seringnya Wijayakusuma berbunga tak bisa diprediksi, konon dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Mitos lainnya, Wijayakusuma atau bunga kejayaan ini diyakini dapat mengangkat wibawa seseorang.

Bagi orang Jawa, Bunga Wijayakusuma dianggap memiliki berkah. Sedangkan dalam pewayangan, bunga Wiku merupakan pusaka Bathara Kresna, titisan Dewa Wisnu sang pemelihara alam semesta.

Budaya keraton Yogyakarta dan Surakarta, calon raja sebelum naik tahta harus memetik bunga Wijayakusuma yang mekar. Raja yang berhasil mendapatkannya diyakini membawa kejayaan bagi kerajaan yang dipimpin kelak. (Diambil dari berbagai sumber).




Menanam Wiku Sabar Menanti

Lily Zee mengaku tertarik memelihara bunga Wiku. Ia pun membeli secara online sekitar 4 tahun lalu. "Sudah lama menanam tapi tidak pernah berbunga, hanya rimbun saja daunnya," jelasnya.

Terus terang, Lily mengaku sempat tidak yakin bunga Wikunya bisa berbunga. Ia pun menambahkan pupuk kandang, kotoran kambing. Beberapa bulan kemudian tumbuh calon bunga, namun rontok. Kemudian stek tanaman tersebut ditanam di beberapa pot.

"Sering saya elus-elus dan berdoa semoga Wikunya berbunga. Pertengahan 2020 berbunga dan sekarang Januari 2021 berbunga banyak kembali," ujar ibu tiga anak ini.

Bunga Wiku jenis lokal berwarna putih yang ditanam Lily Zee. Selain diberi pupuk, ia mengaku sering menyiram dengan air pususan beras yang dibiarkan hingga berbau. 

Lily tertarik menanam karena bunganya yang bagus dan harum baunya. Ia tertantang karena bunga Wiku terkenal sangatlah sulit berbunga. 

Sejak dulu, Lily pun mendengar cerita tentang kejayaan Bunga Wijayakusuma.  Lalu ia menceritakan kisah Wijayakusuma yang didengarnya. Dikisahkan Raja Kamboja yang sedang berlayar. Kemudian ia berlabuh dan tertidur. Dalam mimpinya ia bertemu leluhurnya dan diminta menunggu tanaman yang berada diantara bebatuan berbunga. 

Karena bunga tersebut membawa kejayaan. Setelah bangun, ia menunggu hingga tanaman tersebut berbunga. Kemudian tanaman tersebut ia bawa dan setiap berlabuh ke kerajaan dihadiahkannya. Kemudian menjadi kepercayaan bagi banyak kerajaan, setiap mengadakan berbagai acara selalu menyertakan Bunga Wijayakusuma. 

Senin, 18 Januari 2021

Bertanam Tanpa Halaman Rumah



Banyak rumah di perkotaan tanpa halaman, apalagi tinggal di gang sempit. Bagaimana yang hobi menanam seperti salah satu ibu rumah tangga di Surabaya ini. Lily Zee memilih media pot untuk menanam beragam bunga karena tidak ada lahan di rumahnya.

Aneka tanaman bunga hias itu pun dirawatnya dari kecil hingga besar kemudian dijual secara online di media sosial. "Hasilnya lumayan, jadi menanam tidak sekedar hobi tapi juga dijual," jelasnya.

Menanam baginya kegiatan sangat menyenangkan apalagi di masa pandemi. Ilmu bertanam dipelajari dari media sosial demikian pula dengan berbagai jenis tanaman.




Beberapa tanaman yang laris dijual diantaranya tanaman toga, kelor, sambiloto, lavender, kemangi, kumis kucing, sirih jamu, jeruk, vinca atau tapak dara,  bunga telang dan sente hitam. Sedangkan tanaman hias diantaranya janda bolong, aglonema dan sirih-sirihan.

Lily mengatakan setelah diunggah di media sosial banyak yang membeli. Seperti janda bolong dibandrol 125K, sirih jamu 140K,  vinca yang rimbun 35K, bunga telang 50K dan sambiloto 30K.

Banyak manfaat menanam tanaman toga, terang ibu tiga anak ini, seperti sambiloto walau rasanya pahit tapi bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Kelor kaya akan manfaat yang biasanya dibuat sayur. Kelor memberi nutrisi untuk tubuh, menurunkan kadar gula, kolesterol, peradangan, kanker dan meningkatkan daya ingat.



"Tanaman hias yang lagi Hits saya juga menanamnya. Perawatannya mudah hanya disiram setiap pagi, lalu diberi pupuk dan disemprot anti hama," jelas wanita jebolan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Jumat, 30 Oktober 2020

Mural Profesi Kekinian Bagi Johny Black



Bila disepanjang dinding di pinggir jalan ditemui gambar menarik berukuran besar itulah mural. Mural adalah dekorasi dinding artistik diterapkan baik dalam ruangan maupun diluar, bercorak warna dengan desain seni arsitektur dan pemilihan teknik tematis yang bermakna.

Seni mural ditekuni Johny Black. Lelaki yang tinggal di Surabaya ini mengungkapkan kegemarannya melukis pada dinding besar. Ia pun menekuni mural dan menjadi profesinya kini.

"Menggambar menjadi hobi saya sejak kecil dan keterusan hingga sekarang bahkan sudah menjadi pencaharian hidup," ujar bapak satu putra membuka cerita.

Walau menyukai seni, tapi Johny memilih menyelesaikan sekolahnya di STM Elektronika Komunikasi. Selepasnya, ia kembali ke dunia lukis. 



Karya muralnya dapat dijumpai salah satunya di Regantris Hotel Surabaya. Selain hotel, Johny juga membuat lukisan mural untuk perkantoran, rumah, cafe dan sebagainya. 

Saat ditanya tingkat kesulitan membuat mural, Johny menjelaskan medan yang tinggi dan luas mempengaruhi proses pengecatan. Selain itu pilihan desain 2D atau 3D yang rumit turut mempengaruhi penyelesaian mural.

"Kalau yang sulit paling satu bulan pengerjaan. Sedangkan yang mudah bisa sehari selesai," jelas pria asal Ambon bernama asli Johny Lekatompessy.

Ia pun menunjukkan salah satu kesulitan pada lekukan tangga di Regantris Hotel yang dibuatnya dan memakan waktu agak lama untuk menyelesaikannya. Berbeda dengan lukisan mural bergaya Doodle Art untuk menyambut acara Hallow Duz di Regantris Hotel yang bisa selesai dalam sehari.

"Ini juga disebut mural gaya Typo Doodle, karena lukisan berpadu dengan tulisan," imbuhnya sambil terus menyelesaikan lukisannya.

Lelaki yang kini berusia 46 tahun menjelaskan penggunaan cat untuk mural ada dua jenis doff dan mengkilap. Jenis doff bila difoto tidak mantul.

Pada akhir bincang santai, Johny mengungkapkan selama pandemi, tidak mempengaruhi pekerjaan dan ekonomi rumah tangganya. Karena ia tidak terikat kerja dengan perusahaan manapun. "Saya hanya freelance jadi tidak ada pengaruhnya," akunya yang bergabung di Surabaya Karikatur Community walau baru setahunan belakangan.

Baginya pandemi tidak menjadi alasan untuk tidak berkarya. "Harus tetap berkarya. Tekuni pekerjaan secara profesional. Semua bidang bisa menjadi profesi bila ditekuni akan luar biasa. Tetap berkarya jangan mikiri pandemi," ujarnya.

Johny pun menawarkan keahliannya membuat caricartoons untuk gift dan doorprize acara ulang tahun, pernikahan, dan semua event. Desain dan ilustrator untuk logo perusahaan, kaos, buku, mural 2D/3D, background serta branding produk.


Senin, 19 Oktober 2020

UNIMAXX PHOTO COMMUNITY Berbagai Genre Fotografi Hunting Bareng



Kembali komunitas fotografi Surabaya yang tergabung dalam Unimaxx melakukan hunting bersama di Pabrik Tahu Jalan Dinoyo no. 83 Surabaya. Kegiatan dimulai pukul 8 pagi, dimana proses pembuatan tahu sedang berlangsung.

Para fotografer pun datang lebih awal dengan peralatan kamera lengkap. Tapi ada pula yang hanya mengandalkan kamera handphone untuk mengabadikan kegiatan di pabrik tahu.



Soedjianto Gunawan salah satu anggota Unimaxx mengaku baru pertamakali datang ke pabrik tahu padahal lokasinya dekat rumahnya. "Motret di tempat ini asyik juga, walau menggunakan kamera handphone tetap bisa berkreasi mengabadikan proses pembuatan tahu secara tradisional," ujarnya.

Denny D'Colo Ketua Unimaxx Photo Community memang memenuhi janji membawa kembali anggotanya untuk mengeksplor pabrik tahu tiga generasi sebagai wisata kuliner edukasi di Surabaya yang tidak banyak diketahui banyak orang.

Kali ini yang turut melakukan pemotretan diantaranya; Astralin (human interest), Sam Wibowo (human interest dan landscape), Soedjianto Gunawan selain pakar lighting juga fotografer komersial, Sujiono Radi Seputro (Birding), Ham Wibisono fotografer dokumentasi, Loepi Jaya (landscape), Christien dari semua genre. Unimaxx beranggotakan para fotografer dari berbagai genre yang memiliki kesamaan visi misi. 

Denny memilih menekuni toys photography sejak beberapa tahun terakhir. "Sekarang di pabrik tahu ini, saya membawa properti toys photography berskala 1:87. Enaknya toys photography mudah melakukan pemotretan dimana saja tanpa tergantung cuaca," terang Denny.

Denny menunjukkan diorama yang dibawanya terbuat dari kulit singkong, kuaci, remahan roti, daun kering dan sebagainya. Diorama pemandangan alam yang dibentuk layaknya pegunungan dilengkapi goa, air terjun, jembatan, danau dan bebatuan bisa difoto dari berbagai sudut pandang.




Toys pendukung diorama pun menunjukan banyak kegiatan yang dilakukan, seperti keluarga yang sedang bertamasya, seseorang mendayung di tengah telaga, fotografer memotret model di sungai, pendaki, wanita melintas di atas jembatan, hingga rombongan tenaga medis lengkap dengan maskernya. 

Denny pun berbagi tips cara memotret dari semua sudut pandang yang dapat menghasilkan foto menarik dan seolah nyata bukan mainan. Ia juga membawa mainan salah satu tokoh super hero untuk difoto dengan latar belakang asap yang dikeluarkan dari proses pembuatan tahu, sehingga menimbulkan kesan dramatis.

"Macam-macam toys bisa diaplikasikan di berbagai lokasi. Kebetulan Unimaxx selalu melakukan pemotretan berganti lokasi," imbuhnya.

Unimaxx dalam waktu dekat melaunching buku perdana perjalanannya berjudul UNITY TO THE MAXX atau setara sejuta rasa yang berisi beragam karya foto anggota. 




Rabu, 14 Oktober 2020

Motret Bareng UNIMAXX PHOTO COMMUNITY di Pabrik Tahu Dinoyo Tertua Surabaya

 


UNIMAXX Photo Community biasanya melakukan hunting pemotretan di berbagai daerah, namun sejak pandemi memilih mengexplore banyak tempat bersejarah di Surabaya, salah satunya pabrik tahu tiga generasi di Jalan Dinoyo.

Explore yang dilakukan UNIMAXX sekaligus memviralkan agar masyarakat mengetahui dengan karya yang dipamerkan. Sangat disayangkan bila tempat bersejarah, sampai tidak dikenal padahal bisa menambah wawasan dan edukasi para pelajar.

Denny D’Colo Ketua UNIMAXX Photo  Community mengatakan banyak tempat menarik di Surabaya yang bisa dijadikan obyek foto, salah satunya pabrik tahu tertua milik Go Loe Tjiauw yang berdiri sejak tahun 1952, di kampung Dinoyo.

"Untuk memotret di pabrik tahu dibagi per lima fotografer. Minggu depan, lima orang lagi. Selain bisa konsentrasi memotret juga tidak mengganggu aktivitas pegawai yang sedang membuat tahu," jelas Denny D'Colo. Maklum saat ini tercatat anggota UNIMAXX aktif sebanyak 125 orang. Sedangkan member yang tergabung di Facebook UNIMAXX mencapai 400 orang lebih.



Keberadaan pabrik tahu tertua di Surabaya diakui Denny D'Colo sangatlah menarik, karena tetap mempertahankan bangunan dari awal berdiri hingga kini. "Pabrik tahu Dinoyo ini sangat istimewa dijadikan obyek foto, karena baik peralatan maupun kondisi tempatnya tetap dipertahankan," jelas Denny D'Colo.

Budi Darmawan fotografer profesional asal Surabaya yang menekuni dunia fotografi sejak 1969 mengaku pernah melakukan hunting foto ke beberapa pabrik tahu, salah satunya di Magelang, namun baru menemui pabrik tahu dengan proses pembuatan terbersih di Jalan Dinoyo Surabaya.

Budi Darmawan mengharapkan keberadaan pabrik tahu Dinoyo dijadikan obyek wisata kuliner edukatif dengan tour leader yang mengajak wisatawan datang ke pabrik tahu. Terkait tempatnya yang masih asli, Budi Darmawan menyarankan seyogyanya tetap dipertahankan apa adanya, karena disitulah letak keunikan yang menjelaskan sejarahnya.

Anggota UNIMAXX yang mengikuti hunting di pabrik tahu dari berbagai genre fotografi. Seperti, Reza spesialis memotret food and still life, Budi Darmawan ahli memotret human interest dan landscape, Budi Lim hampir semua genre foto disukainya, Djatinegoro terbiasa memotret pictorial, dan Revel ahli foto menggunakan drone. Denny D'Colo mengatakan UNIMAXX anggotanya berbeda-beda genre tapi tetap satu tujuan. 



UNIMAXX akan menerbitkan buku terbaru berisi 2 karya anggotanya sekaligus juga dipamerkan. "Setiap anggota nantinya diminta menyetorkan 2 file karyanya untuk dibukukan dan dipamerkan. Hasilnya 50 persen akan disumbangkan untuk bakti sosial," jelas Denny D'Colo yang berharap Pandemi Covid19 segera berakhir dan acara pameran sekaligus launching buku UNIMAXX terlaksana awal tahun depan.

Riani pemilik pabrik tahu mengaku senang UNIMAXX Photo Community melakukan hunting foto di tempatnya. Riani yang populer dipanggil 'Mami Tahu' dengan ramah meladeni para tamu yang datang ke pabriknya, disela kesibukannya. 

Bahkan ibu dua putri inipun mempersilahkan para tamunya untuk datang kembali. Pabrik tahu yang dikelolanya sering kedatangan wisatawan baik dari luar negeri maupun lokal. Tak hanya wisatawan, para pelajar juga sering melakukan penelitian sejarah di pabrik tahunya.

Minggu, 04 Oktober 2020

Virginie Tutin Sandstrom Asal Perancis Jatuh Hati Pada Keindahan Batik


Walau pandemi masih belum usai namun peringatan Hari Batik Nasional tetap meriah di media sosial. Baik instansi pemerintah maupun swasta mengucapkan selamat Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2020 di medsos masing-masing. Bahkan fashion show batik juga digelar dan dapat disaksikan masyarakat lewat virtual.



Media sosial milik kampus pun juga berlomba memberikan hadiah dengan syarat berlaku. Demikian pula desainer kondang Ferry Sunarto juga memberikan hadiah masker batik eksklusif kepada penggemarnya dengan syarat yang ditentukannya.

Tak hanya warga Indonesia yang memperingati hari batik, Virginie Tutin Sandstrom asal Perancis pun mengaku mengetahui Hari Batik Nasional. Wanita pecinta batik inipun mengucapkan selamat  Hari Batik Nasional.

Memakai batik membuat percaya diri demikian yang dikatakan Virginie, sambil menunjukkan beberapa lembar kain batik yang menjadi koleksinya. Wanita yang tinggal di Indonesia sejak tahun 1994 dan sudah fasih berbahasa Indonesia mengaku mencintai batik karena desain, corak dan warnanya.

Virginie awalnya tinggal di Bali, kemudian bekerja di Surabaya sebagai General Manager Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya. Ia berupaya mempopulerkan batik dengan menggandeng UKM Jatim. Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya memfasilitasi pengrajin batik untuk memamerkan sekaligus menjualnya.

"Batik itu dibuat di Indonesia sudah ribuan tahun, budaya maupun sejarahnya sangat kuat. Saya sangat percaya diri mengenakan batik saat bekerja. Batik juga bisa dipakai di berbagai acara dan sangat fleksibel," tuturnya.

Virginie mengaku masih belajar banyak tentang batik di Indonesia. Ia pun mulai mengenal batik Madura dan paling suka batik warna putih, abu-abu, hitam, merah dan merah maron. 

"Sejak dua tahun di Surabaya mulai mengenal batik dengan melihat festival atau pameran dan membeli banyak batik. Batik itu seni yang kuat dari Indonesia," sambungnya.


Minggu, 09 Agustus 2020

Begini Cara Memotret Mainan Atau Toy's Photography

Ada banyak genre fotografi diantaranya memotret landscape, makro, toys, produk, wedding, still life, model dan sebagainya yang ditekuni fotografer. 

Denny D'colo, pendiri sekaligus ketua Komunitas Foto UNIMAXX menekuni toys photography sejak 4 tahun silam. UNIMAXX memiliki anggota aktif lebih dari 100 orang dan anggota sekedar bergabung sekitar 400 lebih. UNIMAXX aktif mengadakan workshop dan motret bareng. Kali ini motret bareng Toy's Photography di Blockbuster Museum Surabaya yang diikuti 20 anggota.



Denny D'Colo pun memberikan tips bagaimana memotret mainan berskala 1:87 yang hanya 2 cm tersebut. Pertama, tentukan konsepnya terlebih dahulu. Kemudian siapkan properti atau dioramanya. Lalu perhatikan pencahayaan, warna, komposisi dan sebagainya. Selanjutnya bila menggunakan kamera DSLR maka bukaan f5,6 dengan speed 1/50 atau 1/60. Jika tanpa cahaya gunakan speed 1/15, karena kecepatan lambat pakailah tripod.


Memotret toys selain hobi juga bisa menjadi komersil, jelas Denny D'Colo. Banyak karya fotografer yang menekuni Toy's Photography menjadi sumber dana atau bernilai jual. 

Sebelum menekuni Toy's Photography, Denny lebih suka memotret obyek makro, binatang, landscape dan sebagainya. Namun kini, Denny D’Colo mengakui memotret toys lebih mengasyikkan karena bisa dilakukan di berbagai tempat seperti di rumah, restoran, bengkel, ruang kerja dan sebagainya. 

"Toy's Photography tidak tergantung tempat maupun cuaca. Jika sudah menemukan ide, langsung bisa dilakukan kapanpun saja," jelasnya.