Senin, 06 September 2021

Rasa Segar Minuman Tradisional dan Kekinian Khas UMKM Surabaya



Setelah sukses dengan Table Top deretan produk makanan sejak bulan Januari 2021, Cendera.mata House of Sampoerna (HoS) kini mempersembahkan ragam minuman tradisional dan kekinian khas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Surabaya melalui Table Top “Sueger Rek” bekerjasama dengan 12 UMKM binaan Dinas Perdagangan Kota Surabaya.

Ragam minuman menyegarkan seperti beras kencur, cendol, jelly drink, kopi, milkshake, puding sedot, rosela, dan sinom dapat dijadikan alternatif pilihan pelepas dahaga. 

Program ini diselenggarakan pada tanggal 01 September – 31 Desember 2021. Bagi sahabat HoS yang berminat, dapat memesan dari rumah dengan melihat katalog produk dan langsung  menghubungi kontak UMKM yang tertera pada website www.houseofsampoerna.museum.

Berikut Profil UMKM:
·Aqisa Rumah Rosella
Mengawali usaha membuat minuman rosela untuk konsumsi pribadi, Hasidatul Ahadiah mulai memberanikan diri memasarkan hasil olahannya dan mendirikan Aqisa Rumah Rosella pada tahun 2014. 

Aqisa terus berusaha memperbaiki produknya berdasarkan masukan dari pelanggan serta aktif mengikuti program pelatihan Pahlawan Ekonomi. Usahanya tidak sia-sia, pada tahun 2019 Aqisa berhasil memenangkan Juara I kategori home industry. Saat ini kreasi yang dihasilkan juga merambah ke produk makanan.

·Cenda
Ayen mendirikan Cenda setelah mengundurkan diri dari sebuah bank pada tahun 2016 karena ingin fokus untuk berwirausaha. Produk andalan yang dimiliki adalah cendol original gula aren dan teh pandan. Melihat peluang yang ada, saat ini Cenda juga menyediakan tepung cendol instan, olahan kue serta puding cendol. 

·De’nil Pudding 
De’nil Pudding didirikan semenjak tahun 2015 oleh Dedy Kurnia Sunarno. Selain memiliki usaha puding, pada tahun 2017 Dedy terinspirasi dari minuman yang diberi cincau, lantas membuat minuman yang didalamnya diberi puding. Ragam minuman puding sedot hingga jelly drink dikreasikan oleh Dedy dalam berbagai rasa.

·Kendi 42
Berawal dari lomba kebersihan yang diadakan pemerintah kota Surabaya di tahun 2007, warga Genteng Candirejo diminta menanam tanaman herbal. Hal ini membuat beberapa tanaman melimpah, sehingga dimanfaatkan untuk menjadi produk minuman. Salah satu warga penggiat UMKM ini adalah Wiwik Sri Hayati. Pesatnya permintaan minuman membuat Wiwik mengkreasikan produknya mulai dari es timun, es lemon, jeruk kemangi, kunyit asem, kopi, hingga temulawak . 

·Pridamusti Kulineri
Digagas tahun 2017, produk yang difokuskan oleh Agus Sopii memiliki kekhasan yakni teh bernama Haitea dengan varian original, rosela, dan sari kurma. Minuman teh yang diolah dari daun teh pilihan dengan perpaduan kayu manis sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang segar. Haitea diolah tanpa pengawet dan pemanis buatan.

·Rhizoma Limanis
Keinginan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, membuat Linah Utami memutuskan keluar dari salah satu perusahaan di Surabaya dan mulai menjadi pelaku usaha. Memilih nama Rhizoma Limanis, Linah berfokus memproduksi minuman herbal seperti sinom, beras kencur, dan lemon madu sejak tahun 2018. 

·Sang Tea
Adi Rachmat memulai usaha Sang Tea yang berlokasi di jalan Tembok Gede Surabaya. Sejak 2019, memproduksi banyak pilihan rasa minuman seperti black tea, lemon, matcha, dan milk jelly.

·Srikandi
Dirintis Suharti di tahun 2019, Srikandi mengusung produk unggulan  minuman herbal seperti susu pokak, wedang pokak, dan wedang uwuh. Lewat ide kreatifnya, kreasi minuman tradisional olahan Suharti dikemas kekinian sehingga menarik perhatian konsumen.

·Sweger
Berdiri semenjak tahun 2016, milkshake sweger diproduksi dengan banyak varian seperti bubble gum, cappuccino, coklat, green tea, leci, mangga, melon, pisang, stroberi, dan taro.  Produk yang dihasilkan Lidya Widi Pramita ini memiliki kemasan praktis yang mudah dibawa dengan harga terjangkau.

·Tjap Simo
Awal mula nama usaha Tjap Simo diambil dari tempat produksi Kumaiyah di jalan Simomulyo sedari 2012. Beraneka macam pilihan minuman menyegarkan seperti sari buah belimbing wuluh, sari buah murbei, sari buah rosela merah, dan sari buah rosela ungu yang dikembangkan oleh Kumaiyah menjadi kekhasan tersendiri dari UMKM ini. 

·TN Kitchen
Menggeluti dunia usaha di tahun 1996 dengan mendirikan Vimo Fun Clay, Monica Harijati melebarkan usahanya dibidang kuliner. Dari pengalaman menjuarai Pahlawan Ekonomi pada tahun 2010 dan berhasil menjadi juara pada tahun 2012, Monica mengembangkan resep yoghurt dengan aneka rasa yang berkhasiat dan menyegarkan. 

·Yunaz
Yuyun Sulistyowarini memproduksi serbuk minuman herbal instan mulai tahun 2016. Berbagai macam varian seperti jahe merah, kencur, kunyit putih dan temulawak memiliki manfaat untuk menambah imun serta sistem kekebalan tubuh.

Cendera.mata HoS sejak 2009 mengangkat konsep baru sebagai salah satu pusat penjualan dan promosi produk dan kerajinan para pengusaha muda dan UMKM Jawa Timur, seperti kaos dan cinderamata khas Surabaya, batik, tenun dan kerajinan Jawa Timur, serta buku karya penulis Jawa Timur. 

Secara berkala Cendera.mata HoS juga menggelar workshop, bazar dan Table Top beragam produk UMKM. Mulai April 2020 sebagai wujud upaya mendukung UMKM di masa pandemi, Cendera.mata HoS menyelenggarakan Table Top online untuk memudahkan pemesanan dengan langsung berkontak ke masing-masing UMKM yang tertera di website www.houseofsampoerna.museum. 

Hingga akhir tahun 2020, Cendera.mata HoS telah menyelenggarakan lebih dari 150 program berupa workshop, bazar dan Table Top. 

0 komentar:

Posting Komentar