SURABAYA - Semangat kemerdekaan diwujudkan dengan aksi kemanusiaan. Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya menggelar donor darah serentak di Pasar Atom Mall dan Grand City Mall, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI dan rangkaian donor darah Hakka se-Indonesia ini disambut antusias warga.
Panitia menargetkan 300 kantong darah dari dua lokasi. Hasilnya, dari total 372 pendaftar, terkumpul 284 kantong darah - hampir mencapai target.
Rinciannya, di Pasar Atom Mall tercatat 225 pendaftar dengan 183 orang lolos donor, sementara di Grand City Mall 147 pendaftar dengan 101 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Mewakili pengurus, Jayapranata mengatakan setiap pendonor yang lolos mendapatkan bingkisan sembako berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan mi instan.
"Kegiatan ini juga untuk membantu stok darah di PMI sehingga masyarakat yang membutuhkan darah cepat terlayani," ujarnya didampingi pengurus lainnya.
Penggerak Donor Darah Sukarela, Totok Sudarto, mengapresiasi konsistensi Hwie Tiauw Ka Surabaya yang rutin menggelar donor darah. Persiapan hanya satu minggu, namun dengan dua lokasi, warga jadi lebih mudah menjangkau.
SURABAYA – Musik mengalun, langkah kaki bergerak mengikuti irama, dan suasana penuh keceriaan memenuhi Bima Restaurant Surabaya, Jumat malam (21/8/2026). Gathering Starlight Community malam itu bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa dansa dapat dinikmati siapa saja, dari generasi muda hingga mereka yang telah berusia lanjut.
Rangkaian acara diisi dengan singing, dancing, hingga line dance yang atraktif. Para peserta tampak menikmati setiap gerakan, mengikuti irama musik sekaligus berinteraksi satu sama lain dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Starlight Community merupakan komunitas dansa dan sosial di Surabaya yang berdiri sejak Desember 2024. Komunitas ini menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dansa, line dance, dan bernyanyi. Selain kegiatan rutin, Starlight Community juga menggelar acara dansa setiap bulan serta berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari jadinya.
Pendiri Starlight Community sekaligus pemilik Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA), Hadi Tjahjono, mengatakan komunitas tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi masyarakat Surabaya yang memiliki hobi berdansa.
Namun, menurut Hadi, tujuan tersebut tidak berhenti pada sekadar menyalurkan hobi. Ia ingin dansa menjadi aktivitas positif yang dapat ditekuni secara serius, terutama oleh generasi muda, hingga membuka peluang untuk meraih prestasi.
“Dansa bukan hanya untuk hiburan. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi,” ujar Hadi.
Gathering kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran pasangan muda Sebastian Maximillian Tjahjono dan Rachel Lee Soon Qing. Keduanya baru sekitar enam bulan menjadi partner dansa, tetapi telah menunjukkan kemampuan yang membanggakan di tingkat dunia.
Sebastian Maximillian Tjahjono, yang akrab disapa Max, merupakan putra Hadi Tjahjono dan kini berusia 18 tahun. Sementara Rachel Lee Soon Qing merupakan remaja asal Malaysia yang baru berusia 14 tahun.
Meski terbilang singkat sebagai pasangan dansa, keduanya mampu meraih runner-up pada kategori Amateur Asia Pacific dan peringkat keenam pada kategori Amateur Open dalam cabang olahraga DanceSport.
“Kehadiran Max dan Rachel ini sangat menarik. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi. Anak-anak muda biasanya lebih menyukai hip hop dan K-pop,” kata Hadi.
Bagi Hadi, dansa memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan. Aktivitas tersebut melatih kedisiplinan, koordinasi tubuh, konsentrasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.
Semangat serupa juga dirasakan Puspitadewi Prijadi, salah satu anggota Starlight Community dan SIBDA. Presiden Direktur PT Matahari Sakti itu mengaku telah bergabung di SIBDA sekitar empat tahun lalu dan menikmati proses belajar serta mengembangkan kemampuan berdansa bersama Hadi Tjahjono.
Menurut Puspitadewi, berdansa memberikan manfaat bagi tubuh sekaligus menjaga otak tetap aktif. Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi, koordinasi, serta kemampuan mengingat langkah dan koreografi.
“Berdansa itu membuat kita lebih enjoy dan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kita juga harus menghafalkan step dan koreografi, sehingga otak terus bekerja. Dansa memiliki banyak teknik. Kalau kita tidak menguasai teknik dengan baik, tentu kita tidak bisa berdansa dengan indah dan harmonis,” ungkapnya.
Malam itu, Hadi tidak hanya berbicara mengenai manfaat dansa. Ia juga mengajak seluruh hadirin turun langsung mempraktikkan gerakan dasar dengan iringan musik yang ritmis dan sederhana.
Peserta diajak berdiri tegak dan rileks sambil mengikuti irama. Gerakan kemudian dilanjutkan dengan menggeser kaki kanan ke samping, merapatkan kaki kiri sambil memindahkan berat badan, kemudian melakukan gerakan serupa ke arah sebaliknya.
Hadi juga memperagakan gerakan dasar maju dan mundur. Kaki kanan dilangkahkan sedikit ke depan sambil memindahkan berat badan, kemudian kembali ke posisi semula. Setelah itu, kaki kanan digerakkan sedikit ke belakang sebelum kembali berdiri normal. Gerakan dilakukan berulang dengan menyesuaikan ketukan musik.
Suasana pun semakin hidup. Peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti instruksi dengan penuh perhatian. Tidak ada sekat antara yang muda dan yang lebih senior. Semua bergerak dalam irama yang sama, menikmati musik dan suasana kebersamaan.
Menurut Hadi, usia bukan alasan untuk menunda belajar dansa. Ia bahkan memiliki murid berusia lebih dari 40 tahun. Beberapa di antaranya telah mencapai usia sekitar 75 tahun, tetapi tetap aktif, sehat, dan energik saat berdansa.
“Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dansa. Yang penting mau bergerak, menikmati musik, dan terus belajar,” tuturnya.
Pesan tersebut terasa nyata dalam gathering malam itu. Dansa tidak hanya mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antargenerasi.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, Hadi kemudian memberikan hadiah angpao kepada Max dan Rachel. Acara dilanjutkan dengan pembagian door prize kepada sejumlah peserta yang beruntung.
Gathering Starlight Community akhirnya menjadi lebih dari sekadar malam penuh musik dan gerakan. Dari anak muda yang mengejar prestasi hingga mereka yang berdansa untuk menjaga tubuh tetap aktif, semuanya menunjukkan satu hal: tidak pernah ada kata terlambat untuk bergerak, belajar, dan menemukan kebahagiaan melalui dansa.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, dansa hadir sebagai ruang untuk menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, membangun persahabatan, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk berprestasi lebih tinggi.
BMW Astra menghadirkan New BMW iX3 50 xDrive M Sport di BMW Astra Surabaya, Rabu (19/8/2026). Model ini menjadi kendaraan pertama dari keluarga Neue Klasse yang hadir di Jawa Timur, setelah sebelumnya diluncurkan pada GIIAS Jakarta 2026.
Hadir dalam acara tersebut Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo, Kepala Cabang BMW Astra Surabaya Octa Wibowo, dan Kepala Bengkel BMW Astra Surabaya Sularno.
Teguh Widodo mengatakan, kehadiran New BMW iX3 menandai era baru BMW yang memadukan desain progresif, teknologi digital, performa, dan elektrifikasi. BMW Astra, kata dia, juga berkomitmen memperkuat layanan purnajual dan pengalaman kepemilikan pelanggan di Jawa Timur.
New BMW iX3 dibangun di atas arsitektur Neue Klasse dengan teknologi BMW eDrive Generasi Keenam, sistem kelistrikan 800 volt, empat komputer performa tinggi atau Superbrains, serta BMW Panoramic iDrive.
Kendaraan listrik ini menggunakan dua motor listrik dengan tenaga hingga 345 kW atau 469 hp dan torsi 645 Nm. Akselerasi 0–100 kilometer per jam ditempuh dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Baterai 108,7 kWh memberikan jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Untuk pengisian daya, New BMW iX3 mendukung DC Fast Charging hingga 400 kW. Pengisian baterai 10–80 persen dapat dilakukan sekitar 21 menit, sementara pengisian selama 10 menit dapat menambah jarak tempuh hingga 372 kilometer.
Dari sisi keberlanjutan, BMW menerapkan konsep Design for Circularity yang diklaim menurunkan Product Carbon Footprint hingga 34 persen sepanjang siklus hidup kendaraan. New BMW iX3 diproduksi di BMW Group Plant Debrecen, Hungaria.
New BMW iX3 ditawarkan dengan harga Rp2,297 miliar on-the-road Surabaya.
Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa berbeda bagi Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Minggu pagi (16/8/2026), para alumni menggelar IKARHOLAZ Bike bertema “Gowes Pitulasan” dengan menyusuri sejumlah kawasan yang menyimpan catatan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.
Sebanyak 75 peserta mengayuh sepeda bersama melewati sejumlah ruas jalan, mulai Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Embong Malang, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, Jalan Indrapura, Jalan Krembangan, hingga Jembatan Merah. Rombongan juga sempat berhenti di kawasan Kya-Kya sebelum melanjutkan perjalanan menuju makam Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Rute yang dilalui bukan sekadar jalur bersepeda. Di sepanjang perjalanan, peserta kembali mengenang berbagai kisah perjuangan yang mewarnai sejarah Kota Pahlawan. Jalan Bubutan, misalnya, memiliki kaitan dengan perjuangan dr. Soetomo. Sementara Jalan Pahlawan menjadi salah satu kawasan penting dalam sejarah Pertempuran 10 November 1945 yang berlanjut hingga kawasan Indrapura dan Jembatan Merah.
Kawasan Kya-Kya juga menyimpan sejarah tersendiri. Sejak dahulu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan masyarakat Tionghoa di Surabaya. Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, warga Tionghoa Surabaya juga turut mengambil bagian dan berjuang bersama para pemuda Surabaya.
Ketua IKARHOLAZ Bike, Fredy Djoni, mengatakan Gowes Pitulasan sengaja digelar bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana mengenang jasa para pahlawan.
“Gowes ini kami lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap hidup dan dikenang oleh generasi sekarang,” ujarnya.
Sekretaris IKARHOLAZ Bike, Eddin, menambahkan kegiatan tersebut diikuti 75 peserta. Menurutnya, selain mempererat silaturahmi antarsesama alumni, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal kembali jejak sejarah perjuangan di Surabaya.
Setibanya di makam WR Soepratman, seluruh peserta mengikuti upacara bendera dan doa bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada sang komponis yang telah memberikan sumbangsih besar bagi perjuangan dan identitas bangsa melalui lagu Indonesia Raya.
Ketua Panitia, Mike Widyarachmi, berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan persatuan.
“Semoga Indonesia di usia 81 tahun semakin jaya, adil, dan makmur,” harapnya.
Usai rangkaian penghormatan di makam WR Soepratman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Bungkul. Di sana, para peserta menikmati acara santai dan bergembira bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Bagi IKARHOLAZ, memperingati kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui seremoni besar. Mengayuh sepeda, menyusuri jejak sejarah, mengenang jasa pahlawan, sekaligus mempererat kebersamaan menjadi cara sederhana yang sarat makna.
Komunitas IKARHOLAZ juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain menjadi wadah silaturahmi para alumni, komunitas ini rutin menggelar bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.
Mengenang WR Soepratman
Wage Rudolf Soepratman, atau W.R. Supratman, merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Karena karya dan perjuangannya, ia sempat menjadi buronan pemerintah Hindia Belanda dan ditahan setelah memperdengarkan lagu Matahari Terbit.
Soepratman meninggal di Surabaya pada 17 Agustus 1938, tepat 23 tahun sebelum Indonesia memperingati HUT kemerdekaan ke-16. Ia dimakamkan di TPU Kapas, kawasan Tambaksari, sebelum makamnya dipindahkan ke kawasan Tambak Segaran Wetan, Tambaksari, Surabaya, pada 31 Maret 1956. (Red)
SURABAYA – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, manajemen Pasar Atom Surabaya menyalurkan sekitar 1.400 paket beras kepada warga di sekitar pasar dan sejumlah wilayah lainnya.
Salah satu penyaluran dilakukan di Kampung Kapasan Dalam, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 106 warga masing-masing menerima dua paket beras ukuran 5 kilogram, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 212 paket atau 1,06 ton beras.
Direksi Pasar Atom, Halim Antawirya Hermanto, mengatakan pembagian beras merupakan tradisi tahunan Pasar Atom dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Kegiatan tersebut kini diarahkan sebagai bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya warga prasejahtera, pedagang kecil, dan tukang becak.
Sebelumnya, bantuan serupa juga disalurkan di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Tambak Bayan, Jalan Sambongan, dan Jalan Klampis. Halim menyebut Pasar Atom secara rutin menggelar sekitar enam hingga tujuh kegiatan sosial setiap tahun, termasuk pembagian beras dan santunan anak yatim piatu.
Perwakilan warga Kapasan Dalam, Awi, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia mengatakan pembagian beras dari Pasar Atom telah dilakukan untuk kedua kalinya dan sangat membantu masyarakat. (Red)
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai Kelenteng Mbah Ratu Surabaya. Pada 11–12 Agustus 2026, kelenteng tersebut menggelar peringatan 621 tahun kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 22 kelenteng di Jawa Timur.
Rangkaian perayaan diawali dengan sembahyang bersama pada pukul 18.00 WIB. Prosesi dipimpin Ketua Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya, Hartadi Tanuwijaya, didampingi jajaran pengurus yayasan dan Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma Agung Komisariat Daerah Jawa Timur, Gunawan Putra Wirawan. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama yang mempererat tali silaturahmi antarumat.
Hartadi mengatakan peringatan tersebut digelar secara sederhana melalui sembahyang bersama. Ia berharap seluruh umat yang hadir senantiasa memperoleh berkah, panjang umur, kehidupan yang makmur, serta kelancaran rezeki. “Harapan saya, umat dan masyarakat Indonesia diberikan kedamaian, kerukunan, dan kehidupan yang sejahtera,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gunawan berharap momentum kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien membawa berkah, kebahagiaan, keberuntungan, dan kedamaian bagi seluruh umat. Ia juga berharap Indonesia terus maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hartadi Tanuwijaya dan jajaran pengurus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung perayaan tersebut. (Red)
Semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia terasa dalam konser “Alunan Bhinneka Negeriku 4.0 – Harmoni dalam Perbedaan, Melangkah dalam Satu Irama” yang digelar Sekolah Musik Rumah Kecapi di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Minggu malam (9/8/2026).
Sekitar 450 penonton menyaksikan pertunjukan yang melibatkan 200 personel berusia 5 hingga 60 tahun. Mereka membawakan 15 lagu, mulai dari soundtrack film Indonesia hingga karya yang pernah dipopulerkan sejumlah musisi ternama.
Konser tersebut memadukan alat musik tradisional Tiongkok, seperti guzheng, erhu, pipa, dan dizi, dengan piano, cello, biola, serta drum. Perpaduan itu menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat bertemu dan menciptakan harmoni.
Owner sekaligus Founder Rumah Kecapi, Olivia Meliana, mengatakan konser tersebut merupakan hasil kolaborasi Rumah Kecapi, Ferlencia Music, dan Surabaya Cello Community. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa dan musisi untuk tampil, tetapi juga memperkenalkan musik tradisional Tionghoa melalui perpaduan dengan musik Indonesia.
“Konser ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan harmoni,” ujar Olivia.
Sementara itu, Ibu Chennie Susiani menyebut konser tahunan Rumah Kecapi sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam memperkuat persatuan dan merawat keberagaman Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari musik tradisional Tiongkok.
Apresiasi juga disampaikan Bapak Totok Sudarto, Dewan Penasihat Grup Musik Xiang Yu Hwale. Ia menilai Rumah Kecapi konsisten mengembangkan musik tradisional Tiongkok di Surabaya dan terus memberikan ruang bagi siswa serta musisi untuk berkarya.
Saat ini, Sekolah Musik Rumah Kecapi memiliki tiga cabang di Surabaya, yakni di Jalan Tambak Windu, Jalan HR Muhammad, dan Park Shanghai Pakuwon City.
Suasana hangat dan penuh haru mewarnai acara nonton bareng film Dear You (《给阿嬷的情书》/ Surat Cinta untuk Nenek) yang digelar Grand Elephant bersama Khayming School dan Yayasan Sosial Dharma Warga di Cinema XXI Ciputra World Surabaya, Jumat (7/8/2026) sore. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari guru, anggota yayasan, dan undangan hadir untuk menyaksikan film keluarga berbahasa Mandarin yang tengah mencuri perhatian penonton.
Owner Grand Elephant, Sugijanto Tjandra, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada Keluarga Besar Grand Elephant, para guru Khayming School, serta anggota Yayasan Sosial Dharma Warga. Menurutnya, Dear You bukan sekadar film keluarga, tetapi juga sarat dengan pesan tentang ketulusan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai sejarah keluarga.
Bagi Sugijanto, kisah dalam film itu mengingatkannya pada perjalanan hidup keluarganya. Ia mengenang perjuangan sang kakek yang pada usia 17 tahun merantau dari Tiongkok ke Asia Tenggara hingga akhirnya menetap di Pulau Jawa. Tak lama kemudian, ayahnya yang saat itu baru berusia enam tahun turut menyusul.
"Saat itu, kakek saya berusia 17 tahun ketika harus merantau ke Asia Tenggara hingga tiba di Pulau Jawa. Disusul ayah saya yang baru berusia enam tahun. Mereka harus bolak-balik Indonesia dan Tiongkok menggunakan kapal. Kakek saya bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan ayah saya ketika dewasa menjadi seorang guru," ujar Sugijanto.
Lilian Sutanto berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari film tersebut, terutama mengenai arti kesetiaan yang tulus, pengorbanan keluarga lintas generasi, serta pentingnya menghormati akar dan sejarah leluhur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, Aneng, mengatakan nonton bareng ini diikuti sekitar 200 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus menghadirkan tontonan yang inspiratif bagi para anggota yayasan.
"Kami mengajak anggota Dharma Warga untuk menonton film yang menginspirasi ini agar mereka dapat menikmati hiburan sekaligus memperoleh pesan-pesan kehidupan yang bermakna," kata Aneng.
Film Dear You (《给阿嬷的情书》) mengisahkan perjalanan emosional seorang nenek keturunan Teochew bernama Ye Shurou yang bertahun-tahun menantikan kepulangan suaminya, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand. Sang cucu, Xiaowei, kemudian berangkat ke Thailand untuk mencari kakeknya dan menemukan kenyataan mengejutkan bahwa surat-surat yang selama ini diterima sang nenek ternyata ditulis oleh perempuan lain, Xie Nanzhi, karena Zheng Musheng telah lama meninggal dunia.
Film drama keluarga produksi Tiongkok tahun 2026 ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Lan Hongchun. Sebagian besar pemerannya merupakan aktor nonprofesional, di antaranya Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, Wang Xiaohui, serta aktris asal Thailand, Usha Seamkhum.
Menggunakan bahasa Teochew yang dituturkan di kawasan Chaoshan, Provinsi Guangdong, Dear You pertama kali tayang di Shantou pada 17 April 2026 sebelum dirilis secara nasional di Tiongkok pada 3 Mei 2026. Dengan anggaran sekitar 14 juta yuan, film ini menjelma menjadi sleeper hit yang meraih pendapatan lebih dari 1,9 miliar yuan di box office Tiongkok. Di Indonesia, Dear You mulai tayang di bioskop pada 7 Agustus 2026. (Red)
雅加达讯——印度尼西亚财政部长**普尔巴亚(Purbaya)**在2026年印尼汽车工业协会国际汽车会议(GAIKINDO International Automotive Conference,GIAC)上重申,政府将持续支持国家汽车产业的发展。该会议是2026年印尼国际汽车展(GAIKINDO Indonesia International Auto Show,GIIAS)系列活动之一,于8月4日在丹格朗ICE BSD City国际会展中心举行。
Purbaya Tegaskan Dukungan Pemerintah bagi Industri Otomotif di GIIAS 2026
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. Komitmen tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) yang merupakan bagian dari rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Dalam pertemuannya dengan jajaran pengurus GAIKINDO, Purbaya menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan perpajakan kendaraan listrik. Ia menegaskan regulasi pajak kendaraan listrik di daerah harus tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat agar memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga iklim investasi, serta mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Selain itu, Purbaya juga memberikan perhatian pada industri pembiayaan (leasing). Menurut GAIKINDO, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi perusahaan pembiayaan di tengah meningkatnya kasus kredit bermasalah yang berdampak pada kenaikan uang muka kendaraan dan penurunan penjualan otomotif. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan industri pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Usai menghadiri konferensi, Purbaya meninjau area pameran GIIAS 2026 dan melihat langsung perkembangan industri otomotif Indonesia. Ia mengunjungi sejumlah stan peserta serta mencoba berbagai kendaraan yang dipamerkan. Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menyebut kehadiran Menteri Keuangan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap industri otomotif sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Rangkaian GIIAS 2026 di BSD City akan dilanjutkan ke sejumlah kota besar, yakni Surabaya pada 26–30 Agustus, Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026. GAIKINDO juga berencana memperluas penyelenggaraan pameran dengan menghadirkan GIIAS Bali pada Januari 2027.