Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai perayaan Hari Valentine dan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan Group Cou Cou (走走). Acara yang digelar di Restoran Tristar pada Jumat (13/2/2026) tersebut dihadiri ratusan anggota dan berlangsung meriah.
Ketua Group Cou Cou, Peng Ruilan (彭瑞兰), mengungkapkan bahwa komunitas ini telah berdiri sejak empat tahun lalu sebagai wadah berkumpul sekaligus menyalurkan minat dan bakat anggota di bidang seni, khususnya bernyanyi dan line dance.
Ia berharap Group Cou Cou terus berkembang serta menjadi komunitas yang rukun dan membawa kebahagiaan bagi seluruh anggotanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Wu Quanyuan (吳泉沅) menambahkan bahwa saat ini jumlah anggota Group Cou Cou telah mencapai sekitar 200 orang dan terus bertambah.
“Kami rutin mengadakan pertemuan setiap satu atau dua minggu sekali. Selain itu, kami juga melakukan kegiatan rekreasi ke luar kota. Kebersamaan menjadi nilai utama yang selalu kami jaga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Hari Valentine dan Tahun Baru Imlek tersebut.
Sepanjang acara, suasana semakin semarak dengan penampilan lagu-lagu yang dibawakan secara bergantian oleh para anggota. Acara dipandu oleh Errol, sementara sesi line dance dipimpin oleh Thomas, yang mengajak seluruh hadirin turut menari bersama.
Selain menikmati suguhan lagu, para peserta juga menikmati makan malam bersama. Panitia turut membagikan berbagai hadiah hiburan yang semakin menambah keceriaan suasana.
Dukungan terhadap kegiatan positif ini juga datang dari Totok Sudarto, selaku Ketua Harmonis Surabaya Club, yang mengapresiasi peran Group Cou Cou dalam mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan seni tarik suara dan seni tari melalui kegiatan komunitas.
Totok Sudarto yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan PMI Kota Surabaya menilai bahwa kegiatan berkumpul dan bersosialisasi sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas hidup, menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan fungsi kognitif.
“Apalagi setiap pertemuan diisi dengan latihan menyanyi, menari, serta kegiatan sosial seperti donor darah yang memberikan manfaat langsung bagi sesama,” ujarnya.













