Senin, 31 Agustus 2026

Pelajar SNA Berbagi Kepedulian di Santa Yulia Surabaya


 

Sejumlah pelajar kelas 1 SMA Singapore National Academy (SNA) yang tergabung dalam organisasi Our Purpose menggelar bakti sosial di Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Sabtu (29/8/2026).


Ketua Our Purpose, Colin Adiyaja, mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan donasi berupa beras, makanan ringan, susu kaleng, tisu, pisang, minuman, serta makan siang berupa tumpeng nasi kuning.


Tak hanya berbagi bantuan, para pelajar juga memberikan edukasi mengenai menstruasi dan mengajak penghuni panti bermain bersama. Wakil Ketua Our Purpose, Chevira Azzahra Raesditra, mengatakan tema tersebut dipilih karena sebagian besar penghuni merupakan remaja putri.


“Kami memilih tema edukasi tentang menstruasi karena penghuni panti dan asrama adalah remaja putri. Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan tanda bahwa tubuh bertumbuh sehat,” jelasnya.


Anggota Our Purpose, Charlene Liu Suharto, berharap edukasi tersebut membantu para remaja putri memahami pentingnya menjaga kebersihan menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertama, sehingga mereka tidak merasa takut maupun malu.


Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari HMY Bambang Sujanto, pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya sekaligus kakek Charlene. Menurutnya, kepedulian para pelajar terhadap sesama patut menjadi contoh bagi generasi muda.


Kepala Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Suster Ruth, menyampaikan terima kasih atas kepedulian para pelajar SNA. Saat ini, Santa Yulia dihuni 43 anak, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.


Salah seorang penghuni, Angel, siswi kelas 1 SMAK Stella Maris Surabaya, mengaku senang mendapat kunjungan tersebut. “Kami mendapat wawasan tentang menstruasi dan itu sangat penting. Kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.


Asrama Santa Yulia Surabaya memiliki sejarah panjang. Cikal bakalnya bermula dari kepedulian Nyonya Boers yang pada 1862 merintis rumah bagi anak yatim. Pengelolaan kemudian berpindah hingga pada 15 Juli 1950 diserahkan kepada Suster-Suster Santa Perawan Maria dan namanya berubah menjadi Panti Asuhan Santa Yulia.


Kini, Santa Yulia berada di bawah naungan Badan Sosial Santa Perawan Maria dan menjadi tempat pembinaan anak-anak dari berbagai daerah.




Starla Amayra Kusworo Raih Gold Award Festival Indonesiana 8

 


Semangat mengembangkan bakat di dunia musik kembali mengantarkan Starla Amayra Kusworo (容淑钰) meraih prestasi. Putri pasangan Hendy Kusworo (容宝鸿) dan Niken (陈晶晶) tersebut berhasil meraih Gold Award Kategori Menyanyi Pop Grup C usia 13–16 tahun dalam Festival Indonesiana 8 (FI8) Festival Nasional Seni Budaya Indonesia yang digelar Amadeus Enterprise di Surabaya, 30 Agustus 2026.


Bagi Starla, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bermusik. Ia berkomitmen lebih aktif mengikuti konser dan kompetisi, baik di dalam maupun luar negeri.


“Festival Indonesiana merupakan lomba musik tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Peserta membawakan lagu-lagu bertemakan Indonesia agar generasi muda tetap mengenal, menghargai, dan menjunjung budaya bangsa,” ujar Starla.


Prestasi Starla mendapat dukungan penuh dari keluarga yang hadir langsung selama perlombaan. Sang kakek, Budiman Wahyudi (陳文华), pemilik Felia Tour and Travel, mengaku bangga melihat perkembangan cucunya yang terus berprestasi.


Sebelumnya, Starla telah meraih sejumlah penghargaan, antara lain Juara III Melodia Competition 2024, Juara III ASAF 2024 Preliminary Round, Juara III ASAF 2025 Final Round di Hong Kong, Juara III IYMMC 2025, Juara III RIMF 2026, serta Juara II AAF 2026.


Prestasi terbarunya sebelum Festival Indonesiana 8 diraih dalam Asia Art Festival ke-13 di Singapura, 6–12 Juli 2026. Starla meraih Juara II Kategori Vokal dalam ajang yang diikuti peserta dari sejumlah negara.


Festival Indonesiana 8 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus mengenal dan melestarikan budaya Indonesia. Festival ini menghadirkan berbagai kategori kompetisi musik serta mengangkat unsur budaya melalui penggunaan kain tradisional Indonesia.


Bagi Starla, setiap kompetisi bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, membangun keberanian, memperkaya pengalaman, dan terus berkembang. Gold Award Festival Indonesiana 8 menjadi langkah baru dalam perjalanan Starla mengejar impiannya di dunia musik. (Red)



Selasa, 25 Agustus 2026

284 Kantong Darah Terkumpul, Aksi Donor Hwie Tiauw Ka Surabaya Disambut Antusias

 


SURABAYA - Semangat kemerdekaan diwujudkan dengan aksi kemanusiaan. Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya menggelar donor darah serentak di Pasar Atom Mall dan Grand City Mall, Sabtu (22/8/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI dan rangkaian donor darah Hakka se-Indonesia ini disambut antusias warga.


Panitia menargetkan 300 kantong darah dari dua lokasi. Hasilnya, dari total 372 pendaftar, terkumpul 284 kantong darah - hampir mencapai target.


Rinciannya, di Pasar Atom Mall tercatat 225 pendaftar dengan 183 orang lolos donor, sementara di Grand City Mall 147 pendaftar dengan 101 kantong darah berhasil dikumpulkan.


Mewakili pengurus, Jayapranata mengatakan setiap pendonor yang lolos mendapatkan bingkisan sembako berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan mi instan.


"Kegiatan ini juga untuk membantu stok darah di PMI sehingga masyarakat yang membutuhkan darah cepat terlayani," ujarnya didampingi pengurus lainnya.


Penggerak Donor Darah Sukarela, Totok Sudarto, mengapresiasi konsistensi Hwie Tiauw Ka Surabaya yang rutin menggelar donor darah. Persiapan hanya satu minggu, namun dengan dua lokasi, warga jadi lebih mudah menjangkau.



Dansa Lintas Usia, dari Ruang Kebersamaan hingga Jalan Menuju Prestasi



SURABAYA – Musik mengalun, langkah kaki bergerak mengikuti irama, dan suasana penuh keceriaan memenuhi Bima Restaurant Surabaya, Jumat malam (21/8/2026). Gathering Starlight Community malam itu bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa dansa dapat dinikmati siapa saja, dari generasi muda hingga mereka yang telah berusia lanjut.


Rangkaian acara diisi dengan singing, dancing, hingga line dance yang atraktif. Para peserta tampak menikmati setiap gerakan, mengikuti irama musik sekaligus berinteraksi satu sama lain dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.


Starlight Community merupakan komunitas dansa dan sosial di Surabaya yang berdiri sejak Desember 2024. Komunitas ini menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dansa, line dance, dan bernyanyi. Selain kegiatan rutin, Starlight Community juga menggelar acara dansa setiap bulan serta berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari jadinya.


Pendiri Starlight Community sekaligus pemilik Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA), Hadi Tjahjono, mengatakan komunitas tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi masyarakat Surabaya yang memiliki hobi berdansa.


Namun, menurut Hadi, tujuan tersebut tidak berhenti pada sekadar menyalurkan hobi. Ia ingin dansa menjadi aktivitas positif yang dapat ditekuni secara serius, terutama oleh generasi muda, hingga membuka peluang untuk meraih prestasi.



“Dansa bukan hanya untuk hiburan. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi,” ujar Hadi.


Gathering kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran pasangan muda Sebastian Maximillian Tjahjono dan Rachel Lee Soon Qing. Keduanya baru sekitar enam bulan menjadi partner dansa, tetapi telah menunjukkan kemampuan yang membanggakan di tingkat dunia.


Sebastian Maximillian Tjahjono, yang akrab disapa Max, merupakan putra Hadi Tjahjono dan kini berusia 18 tahun. Sementara Rachel Lee Soon Qing merupakan remaja asal Malaysia yang baru berusia 14 tahun.


Meski terbilang singkat sebagai pasangan dansa, keduanya mampu meraih runner-up pada kategori Amateur Asia Pacific dan peringkat keenam pada kategori Amateur Open dalam cabang olahraga DanceSport.


“Kehadiran Max dan Rachel ini sangat menarik. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi. Anak-anak muda biasanya lebih menyukai hip hop dan K-pop,” kata Hadi.


Bagi Hadi, dansa memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan. Aktivitas tersebut melatih kedisiplinan, koordinasi tubuh, konsentrasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.


Semangat serupa juga dirasakan Puspitadewi Prijadi, salah satu anggota Starlight Community dan SIBDA. Presiden Direktur PT Matahari Sakti itu mengaku telah bergabung di SIBDA sekitar empat tahun lalu dan menikmati proses belajar serta mengembangkan kemampuan berdansa bersama Hadi Tjahjono.


Menurut Puspitadewi, berdansa memberikan manfaat bagi tubuh sekaligus menjaga otak tetap aktif. Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi, koordinasi, serta kemampuan mengingat langkah dan koreografi.


“Berdansa itu membuat kita lebih enjoy dan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kita juga harus menghafalkan step dan koreografi, sehingga otak terus bekerja. Dansa memiliki banyak teknik. Kalau kita tidak menguasai teknik dengan baik, tentu kita tidak bisa berdansa dengan indah dan harmonis,” ungkapnya.


Malam itu, Hadi tidak hanya berbicara mengenai manfaat dansa. Ia juga mengajak seluruh hadirin turun langsung mempraktikkan gerakan dasar dengan iringan musik yang ritmis dan sederhana.


Peserta diajak berdiri tegak dan rileks sambil mengikuti irama. Gerakan kemudian dilanjutkan dengan menggeser kaki kanan ke samping, merapatkan kaki kiri sambil memindahkan berat badan, kemudian melakukan gerakan serupa ke arah sebaliknya.


Hadi juga memperagakan gerakan dasar maju dan mundur. Kaki kanan dilangkahkan sedikit ke depan sambil memindahkan berat badan, kemudian kembali ke posisi semula. Setelah itu, kaki kanan digerakkan sedikit ke belakang sebelum kembali berdiri normal. Gerakan dilakukan berulang dengan menyesuaikan ketukan musik.


Suasana pun semakin hidup. Peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti instruksi dengan penuh perhatian. Tidak ada sekat antara yang muda dan yang lebih senior. Semua bergerak dalam irama yang sama, menikmati musik dan suasana kebersamaan.


Menurut Hadi, usia bukan alasan untuk menunda belajar dansa. Ia bahkan memiliki murid berusia lebih dari 40 tahun. Beberapa di antaranya telah mencapai usia sekitar 75 tahun, tetapi tetap aktif, sehat, dan energik saat berdansa.


“Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dansa. Yang penting mau bergerak, menikmati musik, dan terus belajar,” tuturnya.


Pesan tersebut terasa nyata dalam gathering malam itu. Dansa tidak hanya mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antargenerasi.


Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, Hadi kemudian memberikan hadiah angpao kepada Max dan Rachel. Acara dilanjutkan dengan pembagian door prize kepada sejumlah peserta yang beruntung.


Gathering Starlight Community akhirnya menjadi lebih dari sekadar malam penuh musik dan gerakan. Dari anak muda yang mengejar prestasi hingga mereka yang berdansa untuk menjaga tubuh tetap aktif, semuanya menunjukkan satu hal: tidak pernah ada kata terlambat untuk bergerak, belajar, dan menemukan kebahagiaan melalui dansa.


Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, dansa hadir sebagai ruang untuk menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, membangun persahabatan, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk berprestasi lebih tinggi.

Jumat, 21 Agustus 2026

BMW iX3 Generasi Neue Klasse Hadir di Jawa Timur, Tawarkan Jarak Tempuh hingga 805 Km


 

BMW Astra menghadirkan New BMW iX3 50 xDrive M Sport di BMW Astra Surabaya, Rabu (19/8/2026). Model ini menjadi kendaraan pertama dari keluarga Neue Klasse yang hadir di Jawa Timur, setelah sebelumnya diluncurkan pada GIIAS Jakarta 2026.


Hadir dalam acara tersebut Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo, Kepala Cabang BMW Astra Surabaya Octa Wibowo, dan Kepala Bengkel BMW Astra Surabaya Sularno.


Teguh Widodo mengatakan, kehadiran New BMW iX3 menandai era baru BMW yang memadukan desain progresif, teknologi digital, performa, dan elektrifikasi. BMW Astra, kata dia, juga berkomitmen memperkuat layanan purnajual dan pengalaman kepemilikan pelanggan di Jawa Timur.


New BMW iX3 dibangun di atas arsitektur Neue Klasse dengan teknologi BMW eDrive Generasi Keenam, sistem kelistrikan 800 volt, empat komputer performa tinggi atau Superbrains, serta BMW Panoramic iDrive.




Kendaraan listrik ini menggunakan dua motor listrik dengan tenaga hingga 345 kW atau 469 hp dan torsi 645 Nm. Akselerasi 0–100 kilometer per jam ditempuh dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Baterai 108,7 kWh memberikan jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP.


Untuk pengisian daya, New BMW iX3 mendukung DC Fast Charging hingga 400 kW. Pengisian baterai 10–80 persen dapat dilakukan sekitar 21 menit, sementara pengisian selama 10 menit dapat menambah jarak tempuh hingga 372 kilometer.


Dari sisi keberlanjutan, BMW menerapkan konsep Design for Circularity yang diklaim menurunkan Product Carbon Footprint hingga 34 persen sepanjang siklus hidup kendaraan. New BMW iX3 diproduksi di BMW Group Plant Debrecen, Hungaria.


New BMW iX3 ditawarkan dengan harga Rp2,297 miliar on-the-road Surabaya.


Minggu, 16 Agustus 2026

Gowes Pitulasan ke Makam WR Soepratman, Alumni SMPN 12 Surabaya Kenang Jasa Pahlawan


 

Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa berbeda bagi Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Minggu pagi (16/8/2026), para alumni menggelar IKARHOLAZ Bike bertema “Gowes Pitulasan” dengan menyusuri sejumlah kawasan yang menyimpan catatan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.


Sebanyak 75 peserta mengayuh sepeda bersama melewati sejumlah ruas jalan, mulai Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Embong Malang, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, Jalan Indrapura, Jalan Krembangan, hingga Jembatan Merah. Rombongan juga sempat berhenti di kawasan Kya-Kya sebelum melanjutkan perjalanan menuju makam Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Rute yang dilalui bukan sekadar jalur bersepeda. Di sepanjang perjalanan, peserta kembali mengenang berbagai kisah perjuangan yang mewarnai sejarah Kota Pahlawan. Jalan Bubutan, misalnya, memiliki kaitan dengan perjuangan dr. Soetomo. Sementara Jalan Pahlawan menjadi salah satu kawasan penting dalam sejarah Pertempuran 10 November 1945 yang berlanjut hingga kawasan Indrapura dan Jembatan Merah.




Kawasan Kya-Kya juga menyimpan sejarah tersendiri. Sejak dahulu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan masyarakat Tionghoa di Surabaya. Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, warga Tionghoa Surabaya juga turut mengambil bagian dan berjuang bersama para pemuda Surabaya.


Ketua IKARHOLAZ Bike, Fredy Djoni, mengatakan Gowes Pitulasan sengaja digelar bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana mengenang jasa para pahlawan.


“Gowes ini kami lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap hidup dan dikenang oleh generasi sekarang,” ujarnya.


Sekretaris IKARHOLAZ Bike, Eddin, menambahkan kegiatan tersebut diikuti 75 peserta. Menurutnya, selain mempererat silaturahmi antarsesama alumni, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal kembali jejak sejarah perjuangan di Surabaya.


Setibanya di makam WR Soepratman, seluruh peserta mengikuti upacara bendera dan doa bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada sang komponis yang telah memberikan sumbangsih besar bagi perjuangan dan identitas bangsa melalui lagu Indonesia Raya.


Ketua Panitia, Mike Widyarachmi, berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan persatuan.


“Semoga Indonesia di usia 81 tahun semakin jaya, adil, dan makmur,” harapnya.


Usai rangkaian penghormatan di makam WR Soepratman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Bungkul. Di sana, para peserta menikmati acara santai dan bergembira bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.


Bagi IKARHOLAZ, memperingati kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui seremoni besar. Mengayuh sepeda, menyusuri jejak sejarah, mengenang jasa pahlawan, sekaligus mempererat kebersamaan menjadi cara sederhana yang sarat makna.


Komunitas IKARHOLAZ juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain menjadi wadah silaturahmi para alumni, komunitas ini rutin menggelar bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.


Mengenang WR Soepratman


Wage Rudolf Soepratman, atau W.R. Supratman, merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Karena karya dan perjuangannya, ia sempat menjadi buronan pemerintah Hindia Belanda dan ditahan setelah memperdengarkan lagu Matahari Terbit.


Soepratman meninggal di Surabaya pada 17 Agustus 1938, tepat 23 tahun sebelum Indonesia memperingati HUT kemerdekaan ke-16. Ia dimakamkan di TPU Kapas, kawasan Tambaksari, sebelum makamnya dipindahkan ke kawasan Tambak Segaran Wetan, Tambaksari, Surabaya, pada 31 Maret 1956. (Red)

Pasar Atom Salurkan 1.400 Paket Beras Sambut HUT ke-81 RI

 


SURABAYA – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, manajemen Pasar Atom Surabaya menyalurkan sekitar 1.400 paket beras kepada warga di sekitar pasar dan sejumlah wilayah lainnya.


Salah satu penyaluran dilakukan di Kampung Kapasan Dalam, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 106 warga masing-masing menerima dua paket beras ukuran 5 kilogram, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 212 paket atau 1,06 ton beras.


Direksi Pasar Atom, Halim Antawirya Hermanto, mengatakan pembagian beras merupakan tradisi tahunan Pasar Atom dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Kegiatan tersebut kini diarahkan sebagai bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya warga prasejahtera, pedagang kecil, dan tukang becak.


Sebelumnya, bantuan serupa juga disalurkan di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Tambak Bayan, Jalan Sambongan, dan Jalan Klampis. Halim menyebut Pasar Atom secara rutin menggelar sekitar enam hingga tujuh kegiatan sosial setiap tahun, termasuk pembagian beras dan santunan anak yatim piatu.


Perwakilan warga Kapasan Dalam, Awi, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia mengatakan pembagian beras dari Pasar Atom telah dilakukan untuk kedua kalinya dan sangat membantu masyarakat. (Red)




Sabtu, 15 Agustus 2026

Peringatan 621 Tahun Kongco Sam Poo Tay Djien, Umat Harapkan Berkah dan Kedamaian


 

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai Kelenteng Mbah Ratu Surabaya. Pada 11–12 Agustus 2026, kelenteng tersebut menggelar peringatan 621 tahun kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 22 kelenteng di Jawa Timur.


Rangkaian perayaan diawali dengan sembahyang bersama pada pukul 18.00 WIB. Prosesi dipimpin Ketua Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya, Hartadi Tanuwijaya, didampingi jajaran pengurus yayasan dan Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma Agung Komisariat Daerah Jawa Timur, Gunawan Putra Wirawan. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama yang mempererat tali silaturahmi antarumat.




Hartadi mengatakan peringatan tersebut digelar secara sederhana melalui sembahyang bersama. Ia berharap seluruh umat yang hadir senantiasa memperoleh berkah, panjang umur, kehidupan yang makmur, serta kelancaran rezeki. “Harapan saya, umat dan masyarakat Indonesia diberikan kedamaian, kerukunan, dan kehidupan yang sejahtera,” ujarnya.


Senada dengan itu, Gunawan berharap momentum kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien membawa berkah, kebahagiaan, keberuntungan, dan kedamaian bagi seluruh umat. Ia juga berharap Indonesia terus maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hartadi Tanuwijaya dan jajaran pengurus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung perayaan tersebut. (Red)



Jumat, 14 Agustus 2026

Semangat Kemerdekaan, 200 Musisi Hadirkan Harmoni dalam Perbedaan di Surabaya



Semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia terasa dalam konser “Alunan Bhinneka Negeriku 4.0 – Harmoni dalam Perbedaan, Melangkah dalam Satu Irama” yang digelar Sekolah Musik Rumah Kecapi di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Minggu malam (9/8/2026).


Sekitar 450 penonton menyaksikan pertunjukan yang melibatkan 200 personel berusia 5 hingga 60 tahun. Mereka membawakan 15 lagu, mulai dari soundtrack film Indonesia hingga karya yang pernah dipopulerkan sejumlah musisi ternama.


Konser tersebut memadukan alat musik tradisional Tiongkok, seperti guzheng, erhu, pipa, dan dizi, dengan piano, cello, biola, serta drum. Perpaduan itu menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat bertemu dan menciptakan harmoni.


Owner sekaligus Founder Rumah Kecapi, Olivia Meliana, mengatakan konser tersebut merupakan hasil kolaborasi Rumah Kecapi, Ferlencia Music, dan Surabaya Cello Community. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa dan musisi untuk tampil, tetapi juga memperkenalkan musik tradisional Tionghoa melalui perpaduan dengan musik Indonesia.


“Konser ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan harmoni,” ujar Olivia.


Sementara itu, Ibu Chennie Susiani menyebut konser tahunan Rumah Kecapi sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam memperkuat persatuan dan merawat keberagaman Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari musik tradisional Tiongkok.


Apresiasi juga disampaikan Bapak Totok Sudarto, Dewan Penasihat Grup Musik Xiang Yu Hwale. Ia menilai Rumah Kecapi konsisten mengembangkan musik tradisional Tiongkok di Surabaya dan terus memberikan ruang bagi siswa serta musisi untuk berkarya.


Saat ini, Sekolah Musik Rumah Kecapi memiliki tiga cabang di Surabaya, yakni di Jalan Tambak Windu, Jalan HR Muhammad, dan Park Shanghai Pakuwon City.