Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2024

Komunitas PMTS, SAS dan UNIMAXX Nikmati Karya Seni Rupa Ratusan Seniman di ARTSUBS Pos Bloc Surabaya



Puluhan anggota dari Komunitas Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Surabaya Art Society dan Unimaxx mengunjungi pameran ARTSUBS di Pos Bloc, kawasan Kantor Pos Surabaya, pada Sabtu 16 Nopember 2024.

Lebih dari 300 karya dari 154 seniman dipamerkan di ARTSUBS yang merupakan pameran seni rupa kontemporer terbesar. 

Sejumlah seniman ternama tanah air turut memamerkan karyanya, seperti Nyoman Nuarta, Agung Tato Suyanto, Banny Jayanata, Lini Natalini dan lain lain.

Gelaran ini berlangsung dari tanggal 26 Oktober hingga 24 November 2024.


Rasmono Sudarjo Sekjen PMTS mengaku sangat bangga dengan gelaran Art Subs yang menandai bangkitnya seni rupa di Surabaya. 

Selain itu bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya. Rasmono Sudarjo Ketua Surabaya Art Society ini berharap dengan adanya ARTSUBS, Surabaya bisa menjadi barometer seni rupa di tanah air.




Denny D'Colo Ketua Unimaxx Photography Community berharap masyarakat maupun pecinta seni bisa melihat pameran ARTSUBS yang berkelas.

"Selain bisa menikmati indahnya karya seniman tanah air juga banyak mendapatkan wawasan," ujar Denny D'Colo.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan,  ARTSUBS akan menjadi acara tahunan di Kota Pahlawan agar tidak kalah dengan kota lain yang biasa menggelar pameran seni berskala besar.

Seperti halnya Jakarta memiliki Art Jakarta, Yogya memiliki ARTJOG, dan Surabaya sekarang memiliki ARTSUBS dengan karya seniman kontemporer.

Chief Director ARTSUBS 2024, Rambat menegaskan bahwa Kota Surabaya sangat layak menggelar event pameran seni rupa berskala besar ini.

Art Director sekaligus kurator ARTSUBS 2024, Asmudjo Jono Irianto menambahkan bahwa ratusan seniman yang berpameran berasal dari Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi. 

Dalam pameran ini penonton akan dibawa dalam perjalanan seni melalui tema Ways of Dreaming. Selain itu, bisa membaca hasil kurasi dan narasi karya seniman melalui QR Code. (Red)

Kamis, 29 Agustus 2024

Perguruan Silat Kun Thauw Boen Bio Surabaya Rayakan HUT ke-4 & Kenang Laoshi The Kang Hay


Perguruan Silat Kun Thauw Boen Bio Surabaya merayakan hari jadinya ke-4 tahun, di Graha Boen Bio Surabaya,  pada Rabu malam, 28 Agustus 2024, 

Acara ini juga menjadi momen untuk memperingati empat tahun meninggalnya Laoshi The Kang Hay (鄭江海), guru besar dan pendiri perguruan silat Kun Thauw.

Ketua Perguruan Silat Kun Thauw, Lie Tiang Hien (林中陽), dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan.

Muliadi Tedjotjahjono, ketua panitia kegiatan, menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mengenang dan meneruskan ajaran Laoshi The Kang Hay.

"Selain itu, juga untuk menjalin tali silaturahmi dengan para murid beliau, serta mewariskan pada generasi berikutnya, lewat olahraga dan budaya Kun Thauw. Sebab, budaya Kun Thauw mengajarkan kita menjadi sosok pribadi yang fokus, berintegritas, telaten, teliti dan disiplin," kata Muliadi Tedjotjahjono.

Handoko Tjokro, perwakilan dari Makin Boen Bio mengatakan Kun Thauw memiliki sejarah panjang di Boen Bio. Handoko merupakan salah satu murid Kun Thauw pada tahun 1978. 




Kun Thauw sempat vakum cukup lama. Saat Handoko melayat ke mendiang Laoshi The Kang Hay empat tahun lalu, banyak mantan murid beliau hadir. 

"Dari situ, timbul ide untuk menghidupkan kembali Kun Thauw di Boen Bio hingga saat ini sebagai warisan budaya Tionghoa," kata Handoko.

Acara malam itu dimulai dengan penampilan tarian Barongsai dari Klenteng Boen Bio, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa secara Khonghucu yang dipimpin Wakil Ketua Makin Surabaya Boen Bio oleh Liem Tiong Yang (林中陽).

Puncak acara adalah pemotongan kue tart oleh Ketua Lie Tiang Hien yang didampingi para sesepuh, diikuti penyerahan bunga kepada sejumlah sesepuh, termasuk kepada Handoko Tjokro dan Ibu Hana, istri mendiang Laoshi The Kang Hay.

Acara dimeriahkan penampilan gerakan silat dari murid dan sesepuh perguruan Kun Thauw, Acara diakhiri dengan ramah tamah, menikmati hidangan, dan foto bersama. Sepanjang acara diiringi musik dari grup musik Harmoni Boen Bio dan dipandu oleh MC Cakra Kelana. (Red)

Selasa, 20 Agustus 2024

Konser Alunan Bhinneka Negeriku 3.0 Bangkitkan Rasa Cinta Indonesia


Rumah Kecapi Surabaya bersama Ferlencia Music dan Music Chords menggelar konser bertajuk 'Alunan Bhinneka Negeriku 3.0', tepat pukul 5 sore, di Balai Budaya Surabaya, Minggu 18 Agustus 2024.

Alunan Bhinneka Negeriku merupakan implementasi dari rasa bangga terhadap bangsa Indonesia yang diwujudkan dengan penampilan pertunjukan musik tradisional China, strings maupun piano, dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-79.




Lagu lagu perjuangan dan daerah diaransemen dengan apik ditampilkan selama 2 jam lebih, hingga membuat penonton terhanyut dalam alunan nada.

Turut memeriahkan konser, Amelia Lin Top 5 IMB membawakan lagu Butet. Demikian pula Fadhilah Intan dengan suara emasnya menyenandungkan lagu Dawai dan O Inani Keke. Penyanyi remaja Vanessa Wijaya Irawan juga membawakan lagu Lukisan Indonesia dengan apik.

Olivia founder Rumah Kecapi Surabaya menyampaikan konser kolaborasi bersama Ferlencia Music dan Music Chords adalah pertama kalinya dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-79.

"Konser ini ketigakalinya kami selenggarakan, merupakan acara tahunan. Persiapannya sejak bulan Juni lalu hingga menjelang konser. Dari Rumah Kecapi yang tampil sebanyak 80 orang. Total yang tampil malam ini sebanyak 150 orang lebih," terang Olivia.

Masih keterangan Olivia, konser Alunan Bhinneka Negeriku Ketiga ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri anak anak, agar mereka mengetahui lagu Nasional dan lagu daerah.

Totok Sudarto Ketua Harmonis Surabaya Club turut hadir menyaksikan konser dan mengapresiasi pertunjukan dengan menampilkan anak anak muda.

"Konsernya sangat bagus bisa menimbulkan rasa nasionalisme kecintaan terhadap bangsa dengan menampilkan lagu lagu perjuangan, nasional dan daerah," ujarnya. 

Malam itu ratusan hadirin menyaksikan konser dengan khidmat dari awal konser hingga akhir. Penyelenggara juga memberikan doorprize emas bagi penonton yang beruntung.

Minggu, 25 Juni 2023

Delegasi Kota Luoyang Kunjungi Perkumpulan HTK Surabaya, Promosikan Konferensi Hakka Sedunia ke-33


Delegasi Pemkot Luoyang, Provinsi Henan, Tiongkok, melakukan kunjungan ke Kantor Perkumpulan Hwie Tiauw Ka, di Jl. Slompretan no 58 Surabaya, tepat pukul 4 sore, pada Rabu 21 Juni 2022.

Rombongan dipimpin langsung Mr. Wei Xianfeng Wakil Wali Kota Luoyang. 

Adapun rombongan pejabat yang turut hadir di antaranya; Mr. Luo Kezhen Sekretaris Jenderal Pemerintah Rakyat Kota Luoyang, Mr. Huayang Ketua Federasi Tionghoa Perantauan Luoyang, Mr. Cai Zhi Wakil Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Luoyang, Mr. Lu Yi Wakil Direktur Kebudayaan, Radio, Televisi dan Biro Pariwisata Luoyang, Mr. Liu Tao Sekretaris Jenderal Federasi Tionghoa Perantauan Luoyang, Dato' Deng Fuyan Wakil Presiden Eksekutif Federasi Asosiasi Hakka dan Chongzheng Global, Ketua Asosiasi Hakka Sandakan, Malaysia.


Maksud kedatangan delegasi ini untuk mempromosikan Konferensi Hakka se-dunia ke-33 yang akan diselenggarakan di Kota Luoyang tahun 2024.

Seluruh pengurus menyambut hangat kedatangan delegasi Pemkot Luoyang. 

Alie Handojo Ketua Kehormatan Perkumpulan HTK mengatakan,"Mereka mengundang kami untuk menghadiri konferensi tersebut."

Ali Handojo dan Benny Syaiful selaku Ketua Kehormatan Perkumpulan HTK memberikan penjelasan tentang sejarah berdirinya perkumpulan yang berusia lebih dari 200 tahun.

Elisa Christina Ketua Pelaksana Harian HTK mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada rombongan Pemkot Loyang yang berkunjung ke Perkumpulan HTK Surabaya.

Elisa lantas menjelaskan peran beberapa devisi serta tugasnya, di perkumpulan HTK. 





"Perkumpulan HTK tak hanya peduli kepada anggota tapi juga masyarakat sekitar dengan membagikan paket bingkisan saat Idul Fitri. Juga mengunjungi panti jompo, dan panti asuhan. Menggelar donor darah membantu PMI setiap 3 bulan sekali, dan pemeriksaan kesehatan murah setiap 6 bulan sekali," jelas Elisa.

Selain itu, Perkumpulan HTK juga turut membantu Pemerintah Kota Surabaya dengan berpartisipasi dalam penanggulangan Pandemi Covid-19. 

Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kelas Hakka online dua kali seminggu sejak tahun 2021, dan sebagainya.

Perkumpulan HTK aktif melakukan persahabatan dan pertukaran dengan Hakka seluruh Indonesia. Menjalin kerja sama dengan komunitas Hakka di luar negeri.

Mr. Wei Xianfeng Wakil Wali Kota Luoyang dalam sambutannya menyampaikan sangat senang bisa datang ke Perkumpulan HTK. Serta mengucapkan terima kasih dan terharu dengan penyambutan para pengurus yang ramah dan memberikan jamuan.

Wakil Wali Kota berharap dapat selalu membawa budaya Hakka ke HeLuo. Ia meminta dukungan sekaligus mengundang Perkumpulan HTK Surabaya untuk menghadiri Konferensi Hakka se-dunia di Kota Luoyang.

Dalam acara tersebut, diputar video Perkumpulan HTK dari masa ke masa. Selanjutnya, pengurus memberikan kenang-kenangan kepada Wakil Wali Kota Luoyang, demikian sebaliknya. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Adapun pengurus HTK yang hadir di antaranya; Lee Soo Jin Ketua Eksekutif, Zeng Fangmei Wakil Devisi Pemuda, Li Hanxiong Ketua Kehormatan, Yu Siwan, Lai Jiexian Wakil Devisi Kesejahteraan, Zhang Qiuwen Ketua Devisi Penghubung, Kong Qilan Wakil Devisi Kesejahteraan, Li Weiling Wakil Ketua, Huang Fenpeng Ketua Kehormatan, Yu Meilian Ketua Kehormatan, Qiu Sihua Wakil Ketua, Gu Qunyan Wakil Devisi Wanita, Guo Xianrong Wakil Ketua, Zhou Juying Wakil Devisi Penghubung, Pan Demi Wakil Devisi Wanita, Huang Deming Wakil Ketua, Chen Caixia Wakil Devisi Wanita, Gu Xuesheng Wakil Ketua, Ku Baoji Ketua Kehormatan, Gu Shenlian Ketua Kehormatan, Gu Shenlian, Gu Qiuxia Wakil Devisi Wanita, Yang Jinying Wakil Devisi Kesejahteraan, Gu Xialian dan Su Shaorong dari Devisi Pengawasan. 

Minggu, 13 Maret 2022

Angie Penari Tari Topeng Seribu Wajah yang Tidak Sembarang Orang Bisa Menarikan



Angie Laurentsia S membawakan Tari Topeng Seribu Wajah atau Bian Lian 变脸. Ia mampu mengganti topeng wajah dalam hitungan detik. 

Penampilan tari seribu wajah ini selalu ditunggu penonton, karena unik, langka dan memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan tarian nasional Tiongkok sebagai warisan budaya inipun tidak bisa ditarikan sembarang orang. 

Hanya mereka yang memiliki garis keturunan boleh menarikan. Atau yang tidak memiliki garis keturunan wajib memiliki lisensi, baru bisa membawakan tarian ini.

Angie mengaku dirinya memang keturunan Mongolia dari sang Mama. "Pas belajar tari ini sangat mudah dan serasa menyatu, karena memang ada darah keturunan," aku Angie yang belajar Tari Bian Lian hanya dalam hitungan 15 menit saja.

Angie pun mendapat warisan kostum tari Topeng Seribu Wajah dari sang kakek. "Kostum yang saya pakai ini beratnya 5kg dan untuk laki laki," ujar jebolan Universitas Terbuka Unair Jurusan Ekonomi Pembangunan tahun 2021.

Hobi berkesenian Angie memang turunan dari keluarga. "Mama penyanyi dan saya selain hobi bermain musik terutama piano dan gitar, juga menyanyi," jelas Angie yang pernah menjadi finalis Koko Cici Jatim 2020 dan saat ini ia menjabat sebagai wakil Ikatan Koko Cici Jatim.





Angie pun sering tampil di berbagai acara, termasuk saat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia menggelar acara khusus.

"Saya hanya mengganti wajah 12 saja padahal bisa lebih. Tiap topeng ada karakternya seperti laki-laki, perempuan, monyet, dewa macan. Kebetulan tahun ini tahun macan, saya juga memakai topeng macan," imbuh Angie yang ditemui berita7.online saat menjadi model acara motret bareng dan lomba foto yang digelar Unimaxx Photo Community di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya, 11 Maret 2022.

Hellena seorang Balerina turut menjadi model dalam acara tersebut. "Tari topeng Seribu Wajah yang dibawakan Angie mungkin satu satunya penari di Surabaya," ungkap Hellena finalis Koci Jatim 2020 dan saat ini menjabat sebagi Ketua Koci Jatim.

Angie


Tentang Bian Lian 变脸
Bian Lian 变脸 berarti mengubah wajah, merupakan seni opera drama Tiongkok kuno yang berasal dari Chengdu, Propinsi Sichuan. Tari Bian Lian bagian dari rangkaian pertunjukan seni Opera Sichuan yang terkenal.

Penari mengenakan kostum berwarna cerah dengan topeng beraneka corak warna menari diiringan musik dramatis.

Bian Lian sudah dikenal sejak 300 tahun, di masa Dinasti Qing (1736-1795) pemerintahan Kaisar Qianlong. Seni pertunjukan yang erat dengan tradisi suatu keluarga ini memang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk menjaga rahasia.

Secara tradisional, hanya anak laki-laki yang diizinkan mempelajari teknik Bian Lian, karena anak perempuan nantinya menikah dan keluar, sehingga dikhawatirkan akan membuka rahasia. 

Pertengahan tahun 2000-an, Bian Lian mulai dipertunjukkan di hadapan publik, sesekali lewat media massa internasional, dan pada acara pertemuan bernuansa Tiongkok, dilansir dari Tionghoa.Info

Selasa, 21 September 2021

Tari Topeng Medium Cerita Kuno



Tari topeng sudah ada di Indonesia sejak zaman pra sejarah dan biasanya menjadi bagian dari kegiatan seni dan adat sehari-hari. Tarian ini juga sering menjadi medium untuk penceritaan kembali cerita-cerita kuno.

Tari topeng tersebar di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Tari topeng Cirebon disebut juga dengan nama Tari Topeng Panca Wanda. Tarian ini berhubungan erat dengan penyebaran agama Islam. Maka dari itu, kostum para penarinya harus menggunakan busana yang menutup bagian dada dan punggung, serta mengenakan kaos kaki hingga lutut.

Pementasan tari topeng ini biasanya dilakukan di bale (panggung) atau tempat terbuka lain dengan penari berada di bagian tengah. Obor atau sinar bulan langsung biasanya dijadikan sebagai alat penerangan dengan diiringi musik khas Cirebon. 

Namun, kini Tari Topeng Panca Wanda sudah berkembang dan dipentaskan di berbagai tempat dengan lampu-lampu sorot dan dekorasi panggung, layaknya pertunjukkan pada umumnya. 

Topeng Kelana
Menggambarkan keserakahan manusia yang terlalu ambisius dan penuh amarah dengan gerakan yang lebih lincah dari jenis tari topeng lainnya. Tarian ini sangat bertenaga dan bersemangat yang menggambarkan seseorang yang tengah marah, mabuk, tertawa terbahak-bahak dan sebagainya.

Topeng Tumenggung
Satu-satunya topeng yang menggunakan topi, topeng ini menggambarkan fase dewasa yang bijaksana dan menginjak masa kematangan. Irama geraknya sudah seperti orang yang tenang, mantap, dewasa dan mencerminkan kegagahan mulai dari gerakan tangan dan kakinya.

Topeng Rumyang
Menggambarkan fase remaja yang ditunjukkan dengan gerakan yang lebih tegas dan terstruktur dari jenis topeng  sebelumnya. Dilansir dari Kemenparekraf.

Minggu, 25 Juli 2021

Galeri Paviliun HoS Hadirkan Workshop 'Furoshiki' Seni Membungkus Ala Jepang



Galeri Pavilun House of Sampoerna (HoS) menghadirkan workshop daring Furoshiki: Seni Membungkus Ala Jepang. Kegiatan ini hasil kerja sama Galeri Paviliun HoS dengan The Japan Foundation, Jakarta yang merupakan salah satu rangkaian program dalam Japan Cultural Week 2021 bertema Food and Music.

Menggandeng Junko Tsutsumi, pengajar aktif budaya tradisional Jepang khususnya furoshiki yang telah hadir dalam berbagai acara di Japan Foundation Polandia, Georgia dan Israel, serta Olimpiade Tokyo 2020. 

Pada workshop daring ini Junko Tsutsumi mengajarkan tentang dasar-dasar teknik furoshiki yang merupakan bagian dari tradisi di Jepang. Peserta diajak mencoba berbagai objek seperti kotak makanan maupun botol atau tumbler. 

Acara pukul 15.00-16.30 WIB berlangsung pada Sabtu, 24 Juli 2021. Sebelumya peserta melakukan pendaftaran melalui http://bit.ly/workshopfuroshiki. Kemudian
menunggu email konfirmasi, mengunduh dan install Zoom. Lalu masuk ke meeting room 15 menit sebelum acara dimulai.

Peserta menyiapkan perlengkapan yaitu: 
2 Kain berbentuk persegi seperti scarf atau taplak meja (contoh kain ukuran 50cm×50cm, 70cm×70cm, 100cm×100cm), Kotak makanan (lunch box) dan Botol (tumbler, botol plastik air mineral atau botol kaca). Ukuran kain harus lebih besar dengan objek yang akan dibungkus 

Memiliki misi pendidikan dalam menjalankan programnya, Galeri Paviliun HoS bekerjasama dengan seniman ternama maupun pemula, kolektor, komunitas, serta berbagai institusi dalam maupun luar negeri, yang memiliki kepedulian yang sama dalam perkembangan dan pelestarian seni dan budaya. 

Sebagai alternatif kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat di mana saja,  mulai 2020 Galeri Paviliun HoS aktif mengadakan program-program seperti workshop dan pameran secara daring. Hingga akhir tahun 2020, Galeri Paviliun HoS telah menyelenggarakan lebih dari 150 pameran dan 45 diskusi juga workshop dengan lebih dari 30 institusi dan komunitas serta  600 seniman terlibat di dalamnya. (Red)