Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2024

Grand Opening Kantor & Gudang Modern Asian Bearindo Tanjungsari Surabaya


Sejak tahun 1982 di Surabaya, Asian Bearindo berkembang dari toko bearing sederhana di Jalan Raden Saleh, menjadi salah satu distributor bearing terbesar di Indonesia dengan lebih dari 800 karyawan. 

Sebagai distributor bearing, Asian Bearindo berekspansi ke Jakarta tahun 2003, Medan tahun 2011, dan Semarang di tahun 2018. Asian Bearindo Group terus melebarkan sayapnya guna menjangkau pelosok nusantara.

Pada 1 Juli 2024, PT Asian Bearindo Jaya meresmikan kantor dan gudang berteknologi tinggi di Jl. Tanjungsari Surabaya.

Ng Johanes Wijaya selaku Founder Asian Bearindo Group membuka pita di depan pintu gedung, menandai grand opening kantor dan gudang baru, dengan disaksikan ratusan tamu undangan.

Johannes mengucapkan terima kasih atas kehadiran supplier dari Tiongkok, Singapura, Jepang, Malaysia, Jakarta, para costumer, Perkumpulan Marga Huang Jatim, pengusaha Jatim dan lain lain.

Selanjutnya seluruh hadirin melepaskan balon dan melakukan tour keliling kantor dan gudang canggih. Kemudian seluruh tamu undangan naik ke lantai 5, untuk mengikuti acara presentasi perusahaan, sekaligus makan siang.




"Asian Bearindo memiliki kepercayaan bersama, satu tujuan, satu arah. Kerja cerdas diiringi kerja keras. Disiplin diri adalah dasar dari segala kesuksesan
Kepercayaan tersebut telah dipraktekkan oleh Direksi dan Karyawan Kami," kata Johannes.

Pada kesempatan itu, Alexander Wijaya selaku Industrial Sales Director PT Asian Bearindo Jaya menjelaskan sejarah perusahaan dan perkembangannya. 

"Saya generasi kedua, saya mengucapkan terimakasih kepada generasi pertama yang merintis dari awal hingga hari ini. Terimakasih my mentor, my leader, my father Bapak Johannes Wijaya," ucapnya.

Alexander menceritakan bahwa perusaan yang didirikan papanya ini dari modal awal sebesar 5000 USD dengan membeli bearing yang ditaruh di rumah. Lalu berkembang dengan menyewa ruko di Jalan Kedungdoro, hingga memiliki toko sendiri di Jalan Raden Saleh, makin berkembang membuka cabang di beberapa kota. 

"Bangunan ini dibangun selama 2  tahun mulai 2020. Saya merasa harus kerja keras, mempunyai pengetahuan dan inovasi. Kami mengapresiasi para partner dan customer loyal yang selama 42 tahun membantu kami sampai hari ini. Generasi kedua bisa melanjutkan legacy Bapak Johannes Wijaya, mempertahankan dan memperkuat, hingga generasi berikutnya," tegasnya.

Demikian pula Catherine Wijaya selaku Director Corporate Development juga menjelaskan secara detail perkembangan perusahaan saat ini.

"Bapak Johannes Wijaya selaku founder adalah sosok pekerja keras dan peduli karyawan maupun keluarga," ujarnya.

Asian Bearindo Group memiliki brand bearing unggulan ASB yang terpercaya sejak tahun 1998. Dengan varian komplit dan harga kompetitif, ASB telah mendominasi lebih dari 60% pasar bearing di Indonesia. 

Pada tahun 2020, perusahaan ini pun meluncurkan BBC Bearing sebagai brand premium untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih tinggi.

Dedikasi Asian Bearindo Group dalam pengembangan sumber daya manusia tak perlu diragukan. "Melalui momen ini, kami Asian Bearindo Group berkomitmen untuk semakin berperan dalam kemajuan ekonomi Indonesia," ucapnya.

Kegigihan dan komitmen perusahaan dalam melayani kebutuhan aneka jenis bearing selama lebih dari 40 tahun memantapkan posisi Asian Bearindo sebagai distributor bearing terlengkap dan termodern di Indonesia. 

Bersama Asian Bearindo Group, industri Indonesia siap berputar menuju masa depan yang berkelanjutan.

Loddy Gunadi Presiden Komisaris Sekar Grup mengaku sangat bangga dan mengapresiasi perkembangan perusahaan ABJ dan menjelaskan bahwa Ng Johannes Wijaya adalah Ketua Perkumpulan Marga Huang Jatim.

Dalam acara itu selain hadirnya para tokoh dari Marga Huang Jatim, juga pengusaha Jatim di antara; Pek Sugiarto Pangestu Ketua Yayasan Adi Jasa, Hermawan Santoso Ketua Yayasan Bhakti Persatuan, Mingkie, Budhi Tanuwijaya Ketua Yayasan Sahabat Sinoman Indonesia, Djunaidi, Aneng Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, dan lain lain.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pembukaan Kantor dan Gudang Modern milik ABJ," ucap Hermawan Santoso di sela tour kantor dan gudang, bersama para pengusaha lainnya.

Gudang canggih tersebut menjadi bukti nyata komitmen Asian Bearindo Group dalam menghadirkan solusi bearing terbaik bagi pelanggan. 

Teknologi robotik yang digunakan meminimalisir kesalahan, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya menghasilkan bearing berkualitas dengan harga yang lebih murah karena cost efficient. (Red)

Rabu, 31 Maret 2021

Porang Tanaman Umbi Umbian Bernilai Ekspor Tinggi



Porang adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri  yang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena berpeluang
cukup besar untuk diekspor.

Tercatat ekspor porang pada tahun 2020 sebanyak 32.000 ton, dengan nilai mencapai Rp 1,42 Triliun ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. Jika dibandingkan tahun 2019 angka tersebut meningkat sebesar 160%.

Porang digunakan untuk apa?
Panganan
Tepung porang, ekstrak glukomannan, mie shirataki, beras konnyaku, pasta porang konnyaku, Boba, suplemen, diet, pengental alami.

Kosmetik
Butiran pembersih wajah, spoons pembersih wajah, masker wajah dan minuman jelly kecantikan.

Farmasi
Pembuatan bahan pengisi dan pengikat tablet.

Industri Kimia
Bahan pelapis (coating dan
edible film), bahan kimia perekat (lem dan cat tempok), pelapis kedap air, penguat
tenunan industry tekstil, media pertumbuhan mikrobia, dan bahan pembuat kertas, tipis, lemas, dan tahan air.

Porang Komoditas Mahkota

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membuka talkshow komoditas Porang yang memiliki potensi besar terhadap perkembangan ekspor produk pertanian nasional. 

Acara ini digelar di Auditorium Puslitbangtan, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat. Turut hadir diantaranya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjri Djufri serta sejumlah pegiat Porang lainya dari sejumlah daerah.

“Saya ingin mengatakan bahwa diskusi Porang ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dari sisi sektor pertanian,” ujar Mentan, Kamis, 25 Maret 2021 lalu.

Mentan mengatakan, komoditas Porang saat ini semakin menggeliat dengan terus meningkatnya permintaan ekspor untuk bahan baku kosmetik lipstik sekaligus kebutuhan nutrisi yang bagus untuk ketahanan tubuh.

“Jadi tidak heran kalau saya bilang komoditas porang adalah komoditas Mahkota. Bayangkan saja dalam 15 tahun ini baru pertama kali ekspor kita lebih dari 15,4 persen. Porang itu ekspornya tinggi dan yang sudah pesan sama kita ada 13 negara. Antara lain Tiongkok, Vietnam, Filipina dan lain sebagainya. Oleh karena itu bicara Porang adalah bicara masa depan,” katanya.

Untuk mewujudkan peningkatan komoditas porang, kata Mentan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan 5 cara bertindak atau yang lebih dikenal dengan istilah (5 CB). CB 1, kata dia adalah mengembangkan kapasitas peningkatan produksi, CB 2 berkaitan dengan pangan lokal, CB 3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB 4 pengembangan pertanian modern dan CB 5 adalah gerakan tiga kali ekapor (Geratieks).

Menurut Mentan, semua CB tersebut saat ini sudah dilaksanakan dengan sistem kerja extra ordinary serta penuh keyakinan dan optimisme untuk menjadikan pertanian Indonesia semakin diperhitungkan.

“Pertanian itu sudah di depan mata karena kita punya 270 juta penduduk yang semuanya sudah mengenal pertanian. Makanya tata kelolanya harus dipersiapkan. Sebab yang tidak boleh hilang adalah makanan,” katanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, Fadjri Djufri menambahkan bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan teknologi modern untuk mengakomodasi kepentingan produksi komoditas Porang dari hulu sampai hilir.

“Bahkan sekarang kami sudah berhasil melepas Porang Madiun 1, sekaligus sedang melakukan identifikasi dan observasi untuk Porang-porang unggul lainya. Alhamdulilah kami juga telah menemukan formula percepatan bibit Porang yanh lebih canggih lagi. Target kami tahun ini punya 10 juta benih. Tentu kita menggandeng Pemerintah Daerah, Swasta dan pegiat porang lainya,” katanya.

Ke depan, Fadjri mengaku sedang menyiapkan sistem pengolahan pasca produksi seperti pengelolaan sistem porang untuk selanjutnya dijadikan tepung maupun chips. “Kalau sudah diolah nilai jualnya juga tinggi. Inilah yang juga akan kami siapkan,” tutupnya.