JOMBANG – Asosiasi Tianxia Taiji Quan Indonesia (ATTI) sukses meraih gelar juara umum dalam Jombang Wushu Championship Nasional Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Rektor UNIPDU Jombang 2026.
Di bawah kepemimpinan Laoshi Adi Setiago, ATTI berhasil memborong 102 medali, terdiri atas 46 emas, 34 perak, dan 22 perunggu. Prestasi tersebut diraih oleh 63 atlet yang berlaga dalam 102 nomor pertandingan.
Kejuaraan nasional ini berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Gelora Abi As'ad, UNIPDU Jombang. Ajang tersebut diikuti 743 atlet dari 13 provinsi, termasuk peserta dari 17 pondok pesantren.
Para atlet berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Sanda, Taolu, dan Tradisional. Selain menjadi ajang perebutan medali, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan, evaluasi kemampuan atlet, serta pencarian bibit unggul wushu nasional.
Ketua Umum ATTI, Laoshi Adi Setiago, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian para atlet. Ia mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan, menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan semangat juang agar prestasi ATTI dapat terus dipertahankan.
Gelar juara umum di Jombang menjadi bukti konsistensi pembinaan ATTI sekaligus motivasi untuk terus melahirkan atlet-atlet wushu berprestasi di tingkat nasional.
SURABAYA – Xin Zhong School Pakuwon City Campus berhasil meraih gelar juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) III Perkumpulan Sekolah Nasional Tiga Bahasa Seluruh Indonesia (Perstibi) 2026 dengan perolehan 72 medali emas, 63 perak, dan 44 perunggu. Little Sun School menempati posisi kedua, disusul Sekolah Terpadu Pahoa Summarecon Serpong di peringkat ketiga.
Ajang dua tahunan yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 ini diikuti 2.023 siswa dari 31 sekolah di Indonesia, dengan mempertandingkan 21 cabang lomba olahraga, seni, dan bahasa. Pada penutupan Jumat (23/10/2026) di Xin Zhong School Pakuwon City Campus, Ketua Panitia Halim Ageng Pribowo menyampaikan bahwa sekitar 555 penghargaan diberikan kepada para peserta berprestasi.
Direktur Xin Zhong School, Peng Zexian, mengapresiasi dukungan seluruh sekolah peserta, guru, pelatih, panitia, relawan, orang tua, dan pihak terkait. Ia menilai Porseni tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakat, berbagi pengalaman, dan mempererat persahabatan.
Ketua Perstibi, Yudi Sutanto, menegaskan bahwa Porseni berperan dalam mengembangkan potensi pelajar, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat pemahaman lintas bahasa dan budaya. Sementara itu, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Liu Yi, berharap sekolah nasional tiga bahasa di Indonesia terus meningkatkan kualitas pendidikan multibahasa dan multikultural guna memperkuat hubungan serta pertukaran masyarakat Indonesia dan Tiongkok.
Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan para juara, pengumuman pemenang berbagai kategori, pemutaran video dokumentasi, serta penyerahan piala kepada tiga sekolah terbaik dan piala bergilir. Porseni III Perstibi 2026 menjadi momentum untuk mengapresiasi prestasi sekaligus memperkuat kolaborasi dan persahabatan antarpelajar. (Red)
SURABAYA – Warga Kampung Pecinan Kapasan Dalam, Surabaya, menggelar Sedekah Bumi ke-130 pada Selasa (6/10/2026) malam. Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan budaya dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Acara dihadiri warga, akademisi, aparat, jajaran pemerintah setempat, serta sejumlah tamu undangan. Rangkaian kegiatan diawali doa yang dipimpin Ki Sudiro, dilanjutkan sedekah nasi tumpeng, pertunjukan barongsai, campursari, dan pagelaran wayang kulit.
Sesepuh Kampung Pecinan Kapasan Dalam, Dony Djhung, menuturkan bahwa tradisi tersebut berkaitan dengan sejarah dan kepercayaan warga terhadap petilasan seorang tokoh yang diyakini memiliki kesaktian. Ia menyebut, kisah bom yang tidak meledak saat kampung itu dibom pada masa penjajahan Belanda turut memperkuat keyakinan masyarakat untuk menjaga petilasan tersebut.
Menurut Dony, keberagaman warga keturunan Tionghoa, Jawa, dan Madura melahirkan akulturasi budaya yang terus terpelihara hingga kini. Ia juga menyebut warga yang dikenal sebagai Buaya Kapasan memiliki sejarah perjuangan melawan penjajahan.
Perwakilan Kelenteng Boen Bio, Gatot Seger Santoso, mengatakan perayaan tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan peringatan kelahiran Nabi Konghucu. Kampung Kapasan Dalam sendiri berada di belakang kelenteng tersebut, yang menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat lintas budaya.
Dalam pagelaran wayang kulit, Ki Dalang Tee Boen Liong membawakan lakon Semar Boyong. Lakon tersebut diharapkan membawa harapan bagi kehidupan dan perekonomian warga. Ia mengaku telah 12 kali tampil di kampung itu dan mengapresiasi toleransi masyarakat setempat.
Semangat akulturasi juga tampak dari keterlibatan sinden Angelica yang memiliki darah Tionghoa, bersama sejumlah sinden dari Blitar, Madiun, dan Surabaya. Mereka membawakan tembang tradisional Jawa untuk memeriahkan acara.
Selain pertunjukan seni, pedagang makanan turut meramaikan kampung. Sesepuh kampung, Awi, juga membagikan permen kepada anak-anak yang hadir.
Sedekah Bumi ke-130 Kapasan Dalam bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk merawat sejarah, mempererat kebersamaan, dan menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat hidup berdampingan dalam semangat toleransi.
Festival Bulan Purnama yang digelar Sanggar Agung Surabaya pada 25–27 September 2026 bukan sekadar menghadirkan hiburan bernuansa budaya Tionghoa. Di balik kemeriahan festival, tersimpan pesan tentang kebersamaan keluarga, rasa syukur, interaksi sosial, hingga pentingnya membangun pemahaman lintas budaya di tengah masyarakat.
Dosen Kepariwisataan/Bina Wisata Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan Festival Bulan Purnama tersebut. Menurutnya, perayaan ini memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat karena mengajarkan hubungan manusia dengan alam, sesama manusia, serta Tuhan.
“Festival ini penting karena menjadi ruang untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Ada nilai kebersamaan, rasa syukur, sekaligus interaksi sosial yang dapat dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Sri Endah.
Ia menjelaskan, salah satu tradisi yang lekat dengan Festival Bulan Purnama adalah berbagi kue bulan. Bentuknya yang bulat menjadi simbol keutuhan dan kebersamaan keluarga. Tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota keluarga dan komunitas.
Menurut Sri Endah, perayaan seperti ini juga memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Pengenalan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas dapat memperkuat pemahaman lintas budaya sehingga setiap kelompok masyarakat dapat saling mengenal dan menghargai tradisi satu sama lain.
“Pemahaman lintas budaya sangat baik dalam kehidupan bermasyarakat karena dapat menjaga keseimbangan hubungan antaretnis dan mencegah munculnya konflik yang bersumber dari perbedaan budaya maupun latar belakang,” jelasnya.
Selain memiliki nilai sosial dan budaya, Festival Bulan Purnama juga dapat memberikan dampak ekonomi. Kehadiran bazaar kuliner dan berbagai aktivitas masyarakat membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan makanan serta produk yang berkaitan dengan budaya Tionghoa.
Festival Bulan Purnama sendiri memiliki makna utama sebagai simbol keutuhan, keharmonisan keluarga, dan rasa syukur. Perayaan yang dikenal pula sebagai Festival Kue Bulan atau Mid-Autumn Festival ini berakar dari tradisi masyarakat yang merayakan berakhirnya musim panen. Bulan purnama yang bulat sempurna kemudian dimaknai sebagai lambang persatuan dan reuni keluarga.
Di Sanggar Agung, nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengajak masyarakat berkumpul dan berinteraksi. Festival menghadirkan Pasar Purnama berupa bazaar kuliner, Pohon Harapan untuk menggantungkan pita doa, Lentera Apung di tepi laut, serta permainan Mahjong.
Suasana festival juga dimeriahkan pertunjukan barongsai. Pada Jumat digelar Pelepasan Balon Harapan, Sabtu menghadirkan kegiatan Single Out, sedangkan Minggu diisi Zumba Party, Inside Flow Yoga, dan Live Karaoke.
Pengunjung juga diajak mengenakan pakaian bergaya Mandarin selama festival. Perpaduan antara tradisi, hiburan, kuliner, aktivitas komunitas, dan suasana tepi laut membuat Festival Bulan Purnama menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan.
Bagi Sri Endah, perayaan semacam ini bukan hanya tentang mempertahankan sebuah tradisi, tetapi juga bagaimana budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarmanusia.
Cahaya bulan purnama yang menjadi simbol perayaan pun seolah membawa pesan sederhana: perbedaan budaya tidak harus menjadi jarak. Sebaliknya, ketika dipahami dan dirayakan bersama, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
SURABAYA – Ingin menikmati kuliner khas Betawi tanpa harus jauh-jauh ke Jakarta? Depot Soto Betawi Bu Elly di Surabaya bisa menjadi pilihan. Baru sekitar satu tahun berdiri, depot ini mulai dikenal luas berkat cita rasa soto Betawi dan soto tangkar yang kaya rempah serta potongan daging yang menggugah selera.
Elly pemilik Depot Soto Betawi Bu Elly, mengatakan usahanya yang baru berjalan sekitar setahun tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Popularitasnya pun terus berkembang hingga membuat depotnya dikenal sebagai salah satu tempat untuk menikmati hidangan khas Betawi di Surabaya.
Ada dua menu andalan yang ditawarkan, yakni Soto Betawi dan Soto Tangkar. Soto Betawi dibanderol Rp35 ribu per porsi, sedangkan Soto Tangkar Rp40 ribu, keduanya disajikan bersama nasi. Untuk menemani santapan, tersedia pula minuman seperti es teh dan es wintermelon.
Melihat tingginya minat masyarakat, Elly pun mulai memperkenalkan produknya di berbagai kesempatan. Salah satunya dengan membuka stan dalam acara Cap Kapal Run Fest yang digelar pada 18–20 September 2026 di kawasan Bay Arena Sport Center Surabaya.
Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi sensasi kuah gurih berbumbu khas Betawi dengan potongan daging yang nikmat, Depot Soto Betawi Bu Elly dapat dikunjungi di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Nomor 31, RK IV, Rungkut Kidul, Surabaya. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui akun Instagram @sotobetawi_buelly.
SURABAYA — Semangat olahraga dan persahabatan lintas negara mewarnai penutupan Cheng Hoo Cup 2 Surabaya International Veteran Table Tennis Championship di Gedung Olahraga CLS Kertajaya, Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Turnamen yang berlangsung sejak 4 September tersebut diikuti sekitar 300 atlet veteran dari enam negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Australia. Kegiatan ini diselenggarakan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.
Ketua Panitia sekaligus Dewan Pengawas Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Sutiono Adi Tjandra, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran turnamen. Ia berharap Cheng Hoo Cup dapat kembali digelar tiga tahun mendatang dengan jumlah peserta dan negara yang lebih banyak.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, Muhammad Nabil, juga mengapresiasi kehadiran ratusan atlet veteran. Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat tetap aktif berolahraga sekaligus membuka peluang regenerasi atlet tenis meja.
Antusiasme turut dirasakan atlet veteran asal Thailand, Nattapon Chirawatanakerd. Ia mengaku senang mengikuti turnamen dan berharap dapat kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.
Sementara itu, Ismu Harinto berhasil meraih juara pertama kategori Tunggal Veteran Putra kelompok usia 50–59 tahun. Ia menilai Cheng Hoo Cup menjadi wadah penting bagi atlet veteran untuk tetap aktif dan berprestasi di tingkat internasional.
Penutupan diawali pertandingan final seluruh kategori, dilanjutkan doa penutup dan penyerahan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang. Ketua Panitia, Sutiono Adi Tjandra, kemudian secara resmi menutup turnamen.
Berakhirnya Cheng Hoo Cup 2 menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi sarana menjaga kebugaran, meraih prestasi, sekaligus mempererat persahabatan lintas usia dan negara.
SURABAYA, 4 September 2026 — Sebanyak 300 atlet veteran dari Indonesia, Tiongkok, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Australia mengikuti Cheng Hoo Cup 2 Surabaya International Veteran Table Tennis Championship yang berlangsung 4–6 September 2026 di Gedung Olahraga CLS Kertajaya, Surabaya.
Turnamen ini diselenggarakan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Ketua Panitia sekaligus Dewan Pengawas YHMCHI, Sutiono Adi Tjandra, mengatakan jumlah peserta meningkat dua kali lipat dibanding penyelenggaraan pertama tiga tahun lalu yang diikuti sekitar 150 atlet.
Menurut Sutiono, Cheng Hoo Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar-atlet, memperkenalkan nama Cheng Hoo di tingkat nasional dan internasional, sekaligus mendukung perkembangan tenis meja Indonesia.
Kejuaraan mempertandingkan kategori tunggal putra dan putri usia 40, 50, dan 60 tahun serta beregu putra. Hadiah yang disiapkan mencapai 1.200 dolar Amerika Serikat untuk beregu putra dan 800 dolar Amerika Serikat untuk kategori tunggal.
Ketua YHMCHI, H.A. Nurawi, mengapresiasi kehadiran para peserta dari berbagai negara. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia, Peter Layardi Lay, menilai kejuaraan veteran dapat menjaga semangat olahraga sekaligus menginspirasi atlet muda untuk berprestasi.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, serta Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su. Keduanya menilai kegiatan ini memiliki nilai positif dalam pengembangan olahraga sekaligus memperkuat hubungan dan persahabatan antarnegara.
Tokoh pengusaha DR. HC. Alim Markus turut memberikan dukungan dan mengungkapkan bahwa tenis meja menjadi salah satu olahraga yang rutin ia lakukan untuk menjaga kesehatan. Dewan Pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya, HMY Bambang Sujanto, juga mengajak para atlet menjunjung tinggi sportivitas.
Pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, doa, santunan bagi anak yatim, sambutan para tokoh, serta penghargaan kepada donatur. Sejumlah tokoh juga turut bermain tenis meja secara simbolis sebelum pertandingan dimulai.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus, pembina, dan penasihat YHMCHI, tokoh pengusaha dan masyarakat Tionghoa Surabaya, perwakilan Konsulat Jenderal Jepang dan Australia, Polda Jawa Timur, instansi terkait, serta para atlet dan pecinta tenis meja.
Cheng Hoo Cup 2 diharapkan menjadi wadah kompetisi yang sehat bagi atlet veteran sekaligus memperluas persahabatan lintas negara dan mendorong perkembangan tenis meja di Indonesia. (Red)
Pembangunan gapura, pagar, dan kanopi di kompleks Masjid Cheng Hoo Surabaya resmi dimulai. Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) menggelar peletakan batu pertama pada Jumat (28/8/2026) di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya.
Prosesi diawali doa yang dipimpin Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya Ustadz Hariyono Ong, dilanjutkan peletakan batu pertama dan pemotongan tumpeng. Kegiatan dihadiri Pendiri sekaligus Dewan Pembina YHMCHI HMY Bambang Sujanto, Direktur Utama PT Hartono Wira Tanik Heru Budihartono, Direktur PT Matahari Sakti Rudy Purwono, Siti Fatimah Sukri, perwakilan BPR Syariah, serta jajaran pengurus YHMCHI.
HMY Bambang Sujanto mengatakan, pembangunan gapura dan pagar telah direncanakan sejak 24 tahun lalu dan baru terealisasi berkat dukungan para donatur. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang membantu, khususnya Heru Budihartono yang konsisten mendukung pengembangan Masjid Cheng Hoo Surabaya.
Heru Budihartono menyatakan dukungannya terhadap pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, pengembangan kawasan Masjid Cheng Hoo penting untuk menunjang kegiatan masyarakat. Ia juga meninjau gedung SD dan SMP Islam Cheng Hoo yang telah selesai dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Gedungnya bagus, kelas-kelasnya juga bagus. Saya sangat mendukung pembangunan di Masjid Cheng Hoo Surabaya ini,” ujar Heru.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Heru Budihartono yang kemudian diserahkan kepada HMY Bambang Sujanto selaku Ketua Panitia Pembangunan Gapura, Pagar, dan Kanopi Masjid Cheng Hoo Surabaya.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan Masjid Cheng Hoo Surabaya yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Sejumlah pelajar kelas 1 SMA Singapore National Academy (SNA) yang tergabung dalam organisasi Our Purpose menggelar bakti sosial di Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Ketua Our Purpose, Colin Adiyaja, mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan donasi berupa beras, makanan ringan, susu kaleng, tisu, pisang, minuman, serta makan siang berupa tumpeng nasi kuning.
Tak hanya berbagi bantuan, para pelajar juga memberikan edukasi mengenai menstruasi dan mengajak penghuni panti bermain bersama. Wakil Ketua Our Purpose, Chevira Azzahra Raesditra, mengatakan tema tersebut dipilih karena sebagian besar penghuni merupakan remaja putri.
“Kami memilih tema edukasi tentang menstruasi karena penghuni panti dan asrama adalah remaja putri. Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan tanda bahwa tubuh bertumbuh sehat,” jelasnya.
Anggota Our Purpose, Charlene Liu Suharto, berharap edukasi tersebut membantu para remaja putri memahami pentingnya menjaga kebersihan menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertama, sehingga mereka tidak merasa takut maupun malu.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari HMY Bambang Sujanto, pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya sekaligus kakek Charlene. Menurutnya, kepedulian para pelajar terhadap sesama patut menjadi contoh bagi generasi muda.
Kepala Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Suster Ruth, menyampaikan terima kasih atas kepedulian para pelajar SNA. Saat ini, Santa Yulia dihuni 43 anak, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Salah seorang penghuni, Angel, siswi kelas 1 SMAK Stella Maris Surabaya, mengaku senang mendapat kunjungan tersebut. “Kami mendapat wawasan tentang menstruasi dan itu sangat penting. Kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Asrama Santa Yulia Surabaya memiliki sejarah panjang. Cikal bakalnya bermula dari kepedulian Nyonya Boers yang pada 1862 merintis rumah bagi anak yatim. Pengelolaan kemudian berpindah hingga pada 15 Juli 1950 diserahkan kepada Suster-Suster Santa Perawan Maria dan namanya berubah menjadi Panti Asuhan Santa Yulia.
Kini, Santa Yulia berada di bawah naungan Badan Sosial Santa Perawan Maria dan menjadi tempat pembinaan anak-anak dari berbagai daerah.
Semangat mengembangkan bakat di dunia musik kembali mengantarkan Starla Amayra Kusworo (容淑钰) meraih prestasi. Putri pasangan Hendy Kusworo (容宝鸿) dan Niken (陈晶晶) tersebut berhasil meraih Gold Award Kategori Menyanyi Pop Grup C usia 13–16 tahun dalam Festival Indonesiana 8 (FI8) Festival Nasional Seni Budaya Indonesia yang digelar Amadeus Enterprise di Surabaya, 30 Agustus 2026.
Bagi Starla, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bermusik. Ia berkomitmen lebih aktif mengikuti konser dan kompetisi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Festival Indonesiana merupakan lomba musik tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Peserta membawakan lagu-lagu bertemakan Indonesia agar generasi muda tetap mengenal, menghargai, dan menjunjung budaya bangsa,” ujar Starla.
Prestasi Starla mendapat dukungan penuh dari keluarga yang hadir langsung selama perlombaan. Sang kakek, Budiman Wahyudi (陳文华), pemilik Felia Tour and Travel, mengaku bangga melihat perkembangan cucunya yang terus berprestasi.
Sebelumnya, Starla telah meraih sejumlah penghargaan, antara lain Juara III Melodia Competition 2024, Juara III ASAF 2024 Preliminary Round, Juara III ASAF 2025 Final Round di Hong Kong, Juara III IYMMC 2025, Juara III RIMF 2026, serta Juara II AAF 2026.
Prestasi terbarunya sebelum Festival Indonesiana 8 diraih dalam Asia Art Festival ke-13 di Singapura, 6–12 Juli 2026. Starla meraih Juara II Kategori Vokal dalam ajang yang diikuti peserta dari sejumlah negara.
Festival Indonesiana 8 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus mengenal dan melestarikan budaya Indonesia. Festival ini menghadirkan berbagai kategori kompetisi musik serta mengangkat unsur budaya melalui penggunaan kain tradisional Indonesia.
Bagi Starla, setiap kompetisi bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, membangun keberanian, memperkaya pengalaman, dan terus berkembang. Gold Award Festival Indonesiana 8 menjadi langkah baru dalam perjalanan Starla mengejar impiannya di dunia musik. (Red)
SURABAYA - Semangat kemerdekaan diwujudkan dengan aksi kemanusiaan. Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya menggelar donor darah serentak di Pasar Atom Mall dan Grand City Mall, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI dan rangkaian donor darah Hakka se-Indonesia ini disambut antusias warga.
Panitia menargetkan 300 kantong darah dari dua lokasi. Hasilnya, dari total 372 pendaftar, terkumpul 284 kantong darah - hampir mencapai target.
Rinciannya, di Pasar Atom Mall tercatat 225 pendaftar dengan 183 orang lolos donor, sementara di Grand City Mall 147 pendaftar dengan 101 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Mewakili pengurus, Jayapranata mengatakan setiap pendonor yang lolos mendapatkan bingkisan sembako berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan mi instan.
"Kegiatan ini juga untuk membantu stok darah di PMI sehingga masyarakat yang membutuhkan darah cepat terlayani," ujarnya didampingi pengurus lainnya.
Penggerak Donor Darah Sukarela, Totok Sudarto, mengapresiasi konsistensi Hwie Tiauw Ka Surabaya yang rutin menggelar donor darah. Persiapan hanya satu minggu, namun dengan dua lokasi, warga jadi lebih mudah menjangkau.
SURABAYA – Musik mengalun, langkah kaki bergerak mengikuti irama, dan suasana penuh keceriaan memenuhi Bima Restaurant Surabaya, Jumat malam (21/8/2026). Gathering Starlight Community malam itu bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa dansa dapat dinikmati siapa saja, dari generasi muda hingga mereka yang telah berusia lanjut.
Rangkaian acara diisi dengan singing, dancing, hingga line dance yang atraktif. Para peserta tampak menikmati setiap gerakan, mengikuti irama musik sekaligus berinteraksi satu sama lain dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Starlight Community merupakan komunitas dansa dan sosial di Surabaya yang berdiri sejak Desember 2024. Komunitas ini menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dansa, line dance, dan bernyanyi. Selain kegiatan rutin, Starlight Community juga menggelar acara dansa setiap bulan serta berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari jadinya.
Pendiri Starlight Community sekaligus pemilik Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA), Hadi Tjahjono, mengatakan komunitas tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi masyarakat Surabaya yang memiliki hobi berdansa.
Namun, menurut Hadi, tujuan tersebut tidak berhenti pada sekadar menyalurkan hobi. Ia ingin dansa menjadi aktivitas positif yang dapat ditekuni secara serius, terutama oleh generasi muda, hingga membuka peluang untuk meraih prestasi.
“Dansa bukan hanya untuk hiburan. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi,” ujar Hadi.
Gathering kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran pasangan muda Sebastian Maximillian Tjahjono dan Rachel Lee Soon Qing. Keduanya baru sekitar enam bulan menjadi partner dansa, tetapi telah menunjukkan kemampuan yang membanggakan di tingkat dunia.
Sebastian Maximillian Tjahjono, yang akrab disapa Max, merupakan putra Hadi Tjahjono dan kini berusia 18 tahun. Sementara Rachel Lee Soon Qing merupakan remaja asal Malaysia yang baru berusia 14 tahun.
Meski terbilang singkat sebagai pasangan dansa, keduanya mampu meraih runner-up pada kategori Amateur Asia Pacific dan peringkat keenam pada kategori Amateur Open dalam cabang olahraga DanceSport.
“Kehadiran Max dan Rachel ini sangat menarik. Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, semakin gemar berdansa dan tidak menutup kemungkinan bisa meraih prestasi. Anak-anak muda biasanya lebih menyukai hip hop dan K-pop,” kata Hadi.
Bagi Hadi, dansa memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan. Aktivitas tersebut melatih kedisiplinan, koordinasi tubuh, konsentrasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.
Semangat serupa juga dirasakan Puspitadewi Prijadi, salah satu anggota Starlight Community dan SIBDA. Presiden Direktur PT Matahari Sakti itu mengaku telah bergabung di SIBDA sekitar empat tahun lalu dan menikmati proses belajar serta mengembangkan kemampuan berdansa bersama Hadi Tjahjono.
Menurut Puspitadewi, berdansa memberikan manfaat bagi tubuh sekaligus menjaga otak tetap aktif. Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi, koordinasi, serta kemampuan mengingat langkah dan koreografi.
“Berdansa itu membuat kita lebih enjoy dan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kita juga harus menghafalkan step dan koreografi, sehingga otak terus bekerja. Dansa memiliki banyak teknik. Kalau kita tidak menguasai teknik dengan baik, tentu kita tidak bisa berdansa dengan indah dan harmonis,” ungkapnya.
Malam itu, Hadi tidak hanya berbicara mengenai manfaat dansa. Ia juga mengajak seluruh hadirin turun langsung mempraktikkan gerakan dasar dengan iringan musik yang ritmis dan sederhana.
Peserta diajak berdiri tegak dan rileks sambil mengikuti irama. Gerakan kemudian dilanjutkan dengan menggeser kaki kanan ke samping, merapatkan kaki kiri sambil memindahkan berat badan, kemudian melakukan gerakan serupa ke arah sebaliknya.
Hadi juga memperagakan gerakan dasar maju dan mundur. Kaki kanan dilangkahkan sedikit ke depan sambil memindahkan berat badan, kemudian kembali ke posisi semula. Setelah itu, kaki kanan digerakkan sedikit ke belakang sebelum kembali berdiri normal. Gerakan dilakukan berulang dengan menyesuaikan ketukan musik.
Suasana pun semakin hidup. Peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti instruksi dengan penuh perhatian. Tidak ada sekat antara yang muda dan yang lebih senior. Semua bergerak dalam irama yang sama, menikmati musik dan suasana kebersamaan.
Menurut Hadi, usia bukan alasan untuk menunda belajar dansa. Ia bahkan memiliki murid berusia lebih dari 40 tahun. Beberapa di antaranya telah mencapai usia sekitar 75 tahun, tetapi tetap aktif, sehat, dan energik saat berdansa.
“Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dansa. Yang penting mau bergerak, menikmati musik, dan terus belajar,” tuturnya.
Pesan tersebut terasa nyata dalam gathering malam itu. Dansa tidak hanya mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antargenerasi.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, Hadi kemudian memberikan hadiah angpao kepada Max dan Rachel. Acara dilanjutkan dengan pembagian door prize kepada sejumlah peserta yang beruntung.
Gathering Starlight Community akhirnya menjadi lebih dari sekadar malam penuh musik dan gerakan. Dari anak muda yang mengejar prestasi hingga mereka yang berdansa untuk menjaga tubuh tetap aktif, semuanya menunjukkan satu hal: tidak pernah ada kata terlambat untuk bergerak, belajar, dan menemukan kebahagiaan melalui dansa.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, dansa hadir sebagai ruang untuk menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, membangun persahabatan, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk berprestasi lebih tinggi.
BMW Astra menghadirkan New BMW iX3 50 xDrive M Sport di BMW Astra Surabaya, Rabu (19/8/2026). Model ini menjadi kendaraan pertama dari keluarga Neue Klasse yang hadir di Jawa Timur, setelah sebelumnya diluncurkan pada GIIAS Jakarta 2026.
Hadir dalam acara tersebut Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo, Kepala Cabang BMW Astra Surabaya Octa Wibowo, dan Kepala Bengkel BMW Astra Surabaya Sularno.
Teguh Widodo mengatakan, kehadiran New BMW iX3 menandai era baru BMW yang memadukan desain progresif, teknologi digital, performa, dan elektrifikasi. BMW Astra, kata dia, juga berkomitmen memperkuat layanan purnajual dan pengalaman kepemilikan pelanggan di Jawa Timur.
New BMW iX3 dibangun di atas arsitektur Neue Klasse dengan teknologi BMW eDrive Generasi Keenam, sistem kelistrikan 800 volt, empat komputer performa tinggi atau Superbrains, serta BMW Panoramic iDrive.
Kendaraan listrik ini menggunakan dua motor listrik dengan tenaga hingga 345 kW atau 469 hp dan torsi 645 Nm. Akselerasi 0–100 kilometer per jam ditempuh dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Baterai 108,7 kWh memberikan jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Untuk pengisian daya, New BMW iX3 mendukung DC Fast Charging hingga 400 kW. Pengisian baterai 10–80 persen dapat dilakukan sekitar 21 menit, sementara pengisian selama 10 menit dapat menambah jarak tempuh hingga 372 kilometer.
Dari sisi keberlanjutan, BMW menerapkan konsep Design for Circularity yang diklaim menurunkan Product Carbon Footprint hingga 34 persen sepanjang siklus hidup kendaraan. New BMW iX3 diproduksi di BMW Group Plant Debrecen, Hungaria.
New BMW iX3 ditawarkan dengan harga Rp2,297 miliar on-the-road Surabaya.
Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa berbeda bagi Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Minggu pagi (16/8/2026), para alumni menggelar IKARHOLAZ Bike bertema “Gowes Pitulasan” dengan menyusuri sejumlah kawasan yang menyimpan catatan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.
Sebanyak 75 peserta mengayuh sepeda bersama melewati sejumlah ruas jalan, mulai Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Embong Malang, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, Jalan Indrapura, Jalan Krembangan, hingga Jembatan Merah. Rombongan juga sempat berhenti di kawasan Kya-Kya sebelum melanjutkan perjalanan menuju makam Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Rute yang dilalui bukan sekadar jalur bersepeda. Di sepanjang perjalanan, peserta kembali mengenang berbagai kisah perjuangan yang mewarnai sejarah Kota Pahlawan. Jalan Bubutan, misalnya, memiliki kaitan dengan perjuangan dr. Soetomo. Sementara Jalan Pahlawan menjadi salah satu kawasan penting dalam sejarah Pertempuran 10 November 1945 yang berlanjut hingga kawasan Indrapura dan Jembatan Merah.
Kawasan Kya-Kya juga menyimpan sejarah tersendiri. Sejak dahulu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan masyarakat Tionghoa di Surabaya. Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, warga Tionghoa Surabaya juga turut mengambil bagian dan berjuang bersama para pemuda Surabaya.
Ketua IKARHOLAZ Bike, Fredy Djoni, mengatakan Gowes Pitulasan sengaja digelar bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana mengenang jasa para pahlawan.
“Gowes ini kami lakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap hidup dan dikenang oleh generasi sekarang,” ujarnya.
Sekretaris IKARHOLAZ Bike, Eddin, menambahkan kegiatan tersebut diikuti 75 peserta. Menurutnya, selain mempererat silaturahmi antarsesama alumni, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal kembali jejak sejarah perjuangan di Surabaya.
Setibanya di makam WR Soepratman, seluruh peserta mengikuti upacara bendera dan doa bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada sang komponis yang telah memberikan sumbangsih besar bagi perjuangan dan identitas bangsa melalui lagu Indonesia Raya.
Ketua Panitia, Mike Widyarachmi, berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan persatuan.
“Semoga Indonesia di usia 81 tahun semakin jaya, adil, dan makmur,” harapnya.
Usai rangkaian penghormatan di makam WR Soepratman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Bungkul. Di sana, para peserta menikmati acara santai dan bergembira bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Bagi IKARHOLAZ, memperingati kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui seremoni besar. Mengayuh sepeda, menyusuri jejak sejarah, mengenang jasa pahlawan, sekaligus mempererat kebersamaan menjadi cara sederhana yang sarat makna.
Komunitas IKARHOLAZ juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain menjadi wadah silaturahmi para alumni, komunitas ini rutin menggelar bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.
Mengenang WR Soepratman
Wage Rudolf Soepratman, atau W.R. Supratman, merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Karena karya dan perjuangannya, ia sempat menjadi buronan pemerintah Hindia Belanda dan ditahan setelah memperdengarkan lagu Matahari Terbit.
Soepratman meninggal di Surabaya pada 17 Agustus 1938, tepat 23 tahun sebelum Indonesia memperingati HUT kemerdekaan ke-16. Ia dimakamkan di TPU Kapas, kawasan Tambaksari, sebelum makamnya dipindahkan ke kawasan Tambak Segaran Wetan, Tambaksari, Surabaya, pada 31 Maret 1956. (Red)
SURABAYA – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, manajemen Pasar Atom Surabaya menyalurkan sekitar 1.400 paket beras kepada warga di sekitar pasar dan sejumlah wilayah lainnya.
Salah satu penyaluran dilakukan di Kampung Kapasan Dalam, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 106 warga masing-masing menerima dua paket beras ukuran 5 kilogram, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 212 paket atau 1,06 ton beras.
Direksi Pasar Atom, Halim Antawirya Hermanto, mengatakan pembagian beras merupakan tradisi tahunan Pasar Atom dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Kegiatan tersebut kini diarahkan sebagai bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya warga prasejahtera, pedagang kecil, dan tukang becak.
Sebelumnya, bantuan serupa juga disalurkan di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Tambak Bayan, Jalan Sambongan, dan Jalan Klampis. Halim menyebut Pasar Atom secara rutin menggelar sekitar enam hingga tujuh kegiatan sosial setiap tahun, termasuk pembagian beras dan santunan anak yatim piatu.
Perwakilan warga Kapasan Dalam, Awi, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia mengatakan pembagian beras dari Pasar Atom telah dilakukan untuk kedua kalinya dan sangat membantu masyarakat. (Red)
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai Kelenteng Mbah Ratu Surabaya. Pada 11–12 Agustus 2026, kelenteng tersebut menggelar peringatan 621 tahun kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 22 kelenteng di Jawa Timur.
Rangkaian perayaan diawali dengan sembahyang bersama pada pukul 18.00 WIB. Prosesi dipimpin Ketua Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya, Hartadi Tanuwijaya, didampingi jajaran pengurus yayasan dan Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma Agung Komisariat Daerah Jawa Timur, Gunawan Putra Wirawan. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama yang mempererat tali silaturahmi antarumat.
Hartadi mengatakan peringatan tersebut digelar secara sederhana melalui sembahyang bersama. Ia berharap seluruh umat yang hadir senantiasa memperoleh berkah, panjang umur, kehidupan yang makmur, serta kelancaran rezeki. “Harapan saya, umat dan masyarakat Indonesia diberikan kedamaian, kerukunan, dan kehidupan yang sejahtera,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gunawan berharap momentum kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien membawa berkah, kebahagiaan, keberuntungan, dan kedamaian bagi seluruh umat. Ia juga berharap Indonesia terus maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hartadi Tanuwijaya dan jajaran pengurus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung perayaan tersebut. (Red)
Semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia terasa dalam konser “Alunan Bhinneka Negeriku 4.0 – Harmoni dalam Perbedaan, Melangkah dalam Satu Irama” yang digelar Sekolah Musik Rumah Kecapi di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Minggu malam (9/8/2026).
Sekitar 450 penonton menyaksikan pertunjukan yang melibatkan 200 personel berusia 5 hingga 60 tahun. Mereka membawakan 15 lagu, mulai dari soundtrack film Indonesia hingga karya yang pernah dipopulerkan sejumlah musisi ternama.
Konser tersebut memadukan alat musik tradisional Tiongkok, seperti guzheng, erhu, pipa, dan dizi, dengan piano, cello, biola, serta drum. Perpaduan itu menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat bertemu dan menciptakan harmoni.
Owner sekaligus Founder Rumah Kecapi, Olivia Meliana, mengatakan konser tersebut merupakan hasil kolaborasi Rumah Kecapi, Ferlencia Music, dan Surabaya Cello Community. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa dan musisi untuk tampil, tetapi juga memperkenalkan musik tradisional Tionghoa melalui perpaduan dengan musik Indonesia.
“Konser ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan harmoni,” ujar Olivia.
Sementara itu, Ibu Chennie Susiani menyebut konser tahunan Rumah Kecapi sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam memperkuat persatuan dan merawat keberagaman Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari musik tradisional Tiongkok.
Apresiasi juga disampaikan Bapak Totok Sudarto, Dewan Penasihat Grup Musik Xiang Yu Hwale. Ia menilai Rumah Kecapi konsisten mengembangkan musik tradisional Tiongkok di Surabaya dan terus memberikan ruang bagi siswa serta musisi untuk berkarya.
Saat ini, Sekolah Musik Rumah Kecapi memiliki tiga cabang di Surabaya, yakni di Jalan Tambak Windu, Jalan HR Muhammad, dan Park Shanghai Pakuwon City.
Suasana hangat dan penuh haru mewarnai acara nonton bareng film Dear You (《给阿嬷的情书》/ Surat Cinta untuk Nenek) yang digelar Grand Elephant bersama Khayming School dan Yayasan Sosial Dharma Warga di Cinema XXI Ciputra World Surabaya, Jumat (7/8/2026) sore. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari guru, anggota yayasan, dan undangan hadir untuk menyaksikan film keluarga berbahasa Mandarin yang tengah mencuri perhatian penonton.
Owner Grand Elephant, Sugijanto Tjandra, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada Keluarga Besar Grand Elephant, para guru Khayming School, serta anggota Yayasan Sosial Dharma Warga. Menurutnya, Dear You bukan sekadar film keluarga, tetapi juga sarat dengan pesan tentang ketulusan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai sejarah keluarga.
Bagi Sugijanto, kisah dalam film itu mengingatkannya pada perjalanan hidup keluarganya. Ia mengenang perjuangan sang kakek yang pada usia 17 tahun merantau dari Tiongkok ke Asia Tenggara hingga akhirnya menetap di Pulau Jawa. Tak lama kemudian, ayahnya yang saat itu baru berusia enam tahun turut menyusul.
"Saat itu, kakek saya berusia 17 tahun ketika harus merantau ke Asia Tenggara hingga tiba di Pulau Jawa. Disusul ayah saya yang baru berusia enam tahun. Mereka harus bolak-balik Indonesia dan Tiongkok menggunakan kapal. Kakek saya bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan ayah saya ketika dewasa menjadi seorang guru," ujar Sugijanto.
Lilian Sutanto berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari film tersebut, terutama mengenai arti kesetiaan yang tulus, pengorbanan keluarga lintas generasi, serta pentingnya menghormati akar dan sejarah leluhur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, Aneng, mengatakan nonton bareng ini diikuti sekitar 200 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus menghadirkan tontonan yang inspiratif bagi para anggota yayasan.
"Kami mengajak anggota Dharma Warga untuk menonton film yang menginspirasi ini agar mereka dapat menikmati hiburan sekaligus memperoleh pesan-pesan kehidupan yang bermakna," kata Aneng.
Film Dear You (《给阿嬷的情书》) mengisahkan perjalanan emosional seorang nenek keturunan Teochew bernama Ye Shurou yang bertahun-tahun menantikan kepulangan suaminya, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand. Sang cucu, Xiaowei, kemudian berangkat ke Thailand untuk mencari kakeknya dan menemukan kenyataan mengejutkan bahwa surat-surat yang selama ini diterima sang nenek ternyata ditulis oleh perempuan lain, Xie Nanzhi, karena Zheng Musheng telah lama meninggal dunia.
Film drama keluarga produksi Tiongkok tahun 2026 ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Lan Hongchun. Sebagian besar pemerannya merupakan aktor nonprofesional, di antaranya Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, Wang Xiaohui, serta aktris asal Thailand, Usha Seamkhum.
Menggunakan bahasa Teochew yang dituturkan di kawasan Chaoshan, Provinsi Guangdong, Dear You pertama kali tayang di Shantou pada 17 April 2026 sebelum dirilis secara nasional di Tiongkok pada 3 Mei 2026. Dengan anggaran sekitar 14 juta yuan, film ini menjelma menjadi sleeper hit yang meraih pendapatan lebih dari 1,9 miliar yuan di box office Tiongkok. Di Indonesia, Dear You mulai tayang di bioskop pada 7 Agustus 2026. (Red)
雅加达讯——印度尼西亚财政部长**普尔巴亚(Purbaya)**在2026年印尼汽车工业协会国际汽车会议(GAIKINDO International Automotive Conference,GIAC)上重申,政府将持续支持国家汽车产业的发展。该会议是2026年印尼国际汽车展(GAIKINDO Indonesia International Auto Show,GIIAS)系列活动之一,于8月4日在丹格朗ICE BSD City国际会展中心举行。
Purbaya Tegaskan Dukungan Pemerintah bagi Industri Otomotif di GIIAS 2026
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. Komitmen tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) yang merupakan bagian dari rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Dalam pertemuannya dengan jajaran pengurus GAIKINDO, Purbaya menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan perpajakan kendaraan listrik. Ia menegaskan regulasi pajak kendaraan listrik di daerah harus tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat agar memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga iklim investasi, serta mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Selain itu, Purbaya juga memberikan perhatian pada industri pembiayaan (leasing). Menurut GAIKINDO, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi perusahaan pembiayaan di tengah meningkatnya kasus kredit bermasalah yang berdampak pada kenaikan uang muka kendaraan dan penurunan penjualan otomotif. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan industri pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Usai menghadiri konferensi, Purbaya meninjau area pameran GIIAS 2026 dan melihat langsung perkembangan industri otomotif Indonesia. Ia mengunjungi sejumlah stan peserta serta mencoba berbagai kendaraan yang dipamerkan. Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menyebut kehadiran Menteri Keuangan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap industri otomotif sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Rangkaian GIIAS 2026 di BSD City akan dilanjutkan ke sejumlah kota besar, yakni Surabaya pada 26–30 Agustus, Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026. GAIKINDO juga berencana memperluas penyelenggaraan pameran dengan menghadirkan GIIAS Bali pada Januari 2027.
Sebanyak 200 perenang pemula dari berbagai kota mengikuti Atom Swimming Competition 2026 yang digelar di Kolam Renang Pasar Atom, Surabaya, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan hasil kolaborasi Manajemen Pasar Atom, Akuatik Indonesia, dan Lunox ini menjadi ajang bagi peserta usia 5 tahun hingga kategori Open 16 tahun ke atas untuk merasakan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan.
Para peserta berlaga di nomor gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu, dan kaki gaya bebas. Berbeda dengan kejuaraan atlet elite, kompetisi ini memang dikhususkan sebagai wadah pembinaan bagi perenang pemula agar terbiasa dengan atmosfer pertandingan dan menjunjung sportivitas.
Perwakilan Manajemen Pasar Atom, Denny Harryson, mengatakan setiap atlet hebat selalu memulai perjalanan dari kesempatan pertama untuk berkompetisi.
"Setiap atlet hebat pasti pernah menjadi seorang pemula. Melalui Atom Swimming Competition, kami ingin memberikan ruang bagi siapa saja untuk berani memulai dan merasakan pengalaman berkompetisi. Kami percaya prestasi besar selalu diawali dari kesempatan pertama," ujarnya.
Menurut Denny, Pasar Atom juga terus mengembangkan fasilitasnya sebagai pusat aktivitas olahraga. Setelah menggelar kejuaraan padel, basket, dan renang, ke depan Pasar Atom menargetkan menghadirkan sekitar 20 cabang olahraga, mulai dari senam, zumba, modern dance, taekwondo, hingga karate.
"Orang tuanya bisa berbelanja di Pasar Atom, anak-anaknya bisa berolahraga dan meraih prestasi," katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari dukungan keluarga yang memadati arena pertandingan. Salah satunya Bryan Conrad Wijaya (7), siswa SD Sampoerna yang mengaku senang bisa mengikuti kompetisi tersebut. Dia berhasil meraih juara pertama setelah rutin menjalani latihan setiap hari. Orang tuanya berharap ajang seperti ini dapat meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri anak.
Melalui Atom Swimming Competition 2026, Manajemen Pasar Atom berharap dapat melahirkan lebih banyak bibit perenang muda sekaligus memperkuat peran Pasar Atom sebagai ruang publik yang aktif menghadirkan kegiatan olahraga bagi masyarakat.