Kamis, 20 Februari 2020

Tur Pecinan Surabaya Kenali Sejarah Jajanan Khas Tionghoa & Pabrik Kecap Legendaris Cap Jeruk Pecel Tulen





"Jajanan dari Seberang: Cita Rasa Oriental

Lezatnya Harmoni Akulturasi" adalah tur tematik yang digagas Surabaya Heritage Track (SHT) program Museum House of Sampoerna. Tur tematik gratis diadakan setahun sekali, yang kali ini bertepatan dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2571.

Kemajemukan yang membingkai Surabaya merupakan buah dari harmonisnya akulturasi yang telah terjalin sejak masa silam. Bermula dari geliat perniagaan yang diwarnai interaksi para pedagang asing yakni Eropa, Gujarat, Arab, dan Tionghoa dengan penduduk lokal. Hubungan mutualisme selanjutnya menghasilkan peleburan tradisi sekaligus memunculkan tradisi baru, tidak terkecuali kuliner peranakan Tionghoa.

Baca Juga : Tur Pecinan Surabaya Kenali Sejarah Jajanan Khas Tionghoa & Pabrik Kecap Legendaris Cap Jeruk Pecel Tulen

Banyak sajian Indonesia yang populer pada hakikatnya berakar dari tradisi dapur Tionghoa. Namun masyarakat tidak familiar dengan akar asal-usulnya dikarenakan proses adaptasi dengan kondisi serta selera lokal, menciptakan panganan yang justru tidak ditemukan di negeri asalnya. Sebut saja bakwan (ote-ote), nasi goreng, soto, kecap, onde-onde, lontong mi dan masih banyak lagi.

Melalui program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) 'Jajanan dari Seberang: Cita Rasa Oriental' diadakan pada 18 Februari -  19 Maret 2020,  trackers diajak mengenali identitas kota Surabaya sebagai melting pot melalui keragaman kuliner khas bertalian erat dengan kultur Tionghoa. Menengok serba-serbi pembuatan kecap manis di Pabrik Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen, serta ragam jajanan khas seperti cakwe, bakcang, ote-ote, lontong mi, soto dan lain sebagainya di Pasar Atom Surabaya.

Dipandu seorang guide yang sepanjang jalan menerangkan sejarah beragam tempat yang dilalui dan khusus kuliner Tionghoa.  Tracker sebelumnya wajib reservasi  di Museum House of Sampoerna, 30 menit sebelum berangkat. Bus berangkat pukul 10.00 - 11.30 WIB.

Pemberhentian pertama Pasar Atom dan mengenal sedikit sejarahnya. Pasar Atom berdiri sejak 1972 dan dikenal sebagai sentra penjualan produk berbahan dasar atom atau plastik. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat, komoditi yang dijual di Pasar Atom semakin beragam. Kini Pasar Atum dikenal sebagai sentra kuliner akulturasi Surabaya dan etnis Tionghoa.

"Dulu Pasar Atom berada di Pegirikan Surabaya lalu pedagangnya membludak dan pindah ke sini," terang Bagus sang guide yang memberi waktu 15 menit kepada para tracker untuk membeli aneka jajanan di Pasar Atom.

Selanjutnya bus melaju menuju pabrik kecap Cap Jeruk Pecel Tulen di jalan Sidonipah Surabaya. Disana menunggu Suliani yang menjabat sebagai HRD sekaligus pemandu tur.

Bisnis Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen dimulai tahun 1937, dari generasi pertama Hwan Kieng Hien dan sang istrinya. Kemudian menurun kepada putranya, hingga generasi ketiga saat ini dikelola Handoko Kurniawan. 

Pabrik Kecap Manis Asin Cap Jeruk Pecel Tulen (JPT) dikenal sebagai salah satu kecap paling populer di Surabaya, Lamongan, Krian, Sidoarjo, Gresik, bahkan beberapa daerah di NTT, NTB hingga Arab Saudi. Selain harganya terjangkau, cita rasa produk ini juga dianggap sama seperti dulu.

Sambil menerangkan sejarah pendirian pabrik, Suliani juga mengungkap bahan dasar kecap yakni rempah-rempah, kedelai hitam, gula merah, garam, serai, bawang putih, laos adas, peka serta kincam.

Tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah kota Surabaya serta berbagai bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. 

Sejak 2010, SHT telah menyelenggarakan 53 tur tematik dan mengunjungi lebih dari 100 bangunan cagar budaya baik museum, institusi pemerintahan dan swasta, tempat peribadatan, monumen, kampung, pasar, perpustakaan, pabrik, dan lain sebagainya.

Hal tersebut juga menginisiasi Heritage Walk dengan nama 'Klinong-klinong ning Suroboyo' yang menjadi pengembangan SHT dengan mengajak Trackers untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 

Dengan arti Menelusuri Jejak Warisan Surabaya, program SHT diluncurkan di tahun 2009 berkonsep tur keliling kota menggunakan bis bermodel kereta trem yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu. 

Tracker (penumpang bis) dapat menikmati dan mengenal sejarah bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah kota Surabaya yang terkenal sebagai kota pahlawan, kisah Babad Surabaya, serta kekayaan ragam budaya khas Arek yang menjadi ciri khas Surabaya. 

HoS telah menjadi daya tarik bagi wisatawan Nusantara dan Internasional. Dikunjungi 17.000 pengunjung rata-rata perbulannya dan datang lebih dari 160 negara, HoS berhasil meraih berbagai penghargaan, salah satunya adalah Top 10 Museum di Indonesia dari Trip Advisor sejak 2013 - 2019. 

Tracker yang belum berkesempatan tahun ini, bisa mengikuti tahun yang akan datang. Tapi bus SHT ada jadwal setiap harinya berkeliling Surabaya, loh. Buka di website resminya ya.

House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6
Surabaya 60163
Tel: 031  353 9000
 http://www.houseofsampoerna.museum/




0 komentar:

Posting Komentar