Sabtu, 17 Oktober 2020

Nyobain Manisan dari Turki Tersedia di Bursa Sajadah Surabaya



Jamaah Umroh singgah ke Turki, kebanyakan membeli oleh-oleh manisan atau dodol Turki. Rasanya unik dan berbeda, sehingga banyak disukai. Nah, jangan jauh ke Turki bila ingin mencari jajanannya, cukup ke Bursa Sajadah yang ada di Jalan Sumatra no. 94, Surabaya, atau lebih mudahnya dekat RS Siloam. 

Ada banyak camilan atau jajanan khas negeri Arab yang wajib dicoba seperti aprikot, buah tin dan sebagainya. Tersedia pula madu khas Yaman dimana lebahnya menghisap sari bunga.



Heera SKV Selaku CEO Bursa Sajadah menceritakan awal mula berdirinya Bursa Sajadah pada tahun 2000 di Bandung, kemudian membuka cabang di Surabaya. 

"Mengapa kami mendirikan Bursa Sajadah, tak lain untuk mempermudah jamaah haji umroh mendapatkan oleh-oleh. Budaya orang Indonesia yang senang berbagi, setiap pulang umroh atau haji selalu membeli oleh-oleh untuk dibagikan kepada kerabat, tetangga, teman, dan kolega," jelas ibu dua anak, berdomisili di Bandung.



Jamaah haji yang berangkat dengan kuota terbatas, sambung Heera, setiap belanja dari tanah suci pulangnya kerepotan. "Jadi cukup berbelanja di Bursa Sajadah yang lengkap. Alhamdulillah Bursa Sajadah membuka 12 cabang. Diantaranya di Bandung ada 4 cabang, Jakarta di BSD, Cibubur, Surabaya, Malang dan Cirebon," imbuh wanita yang tetap cantik di usia 41 tahun.

Bursa sajadah tak hanya menawarkan produk luar tapi juga buatan UKM. Ada banyak motif dan jenis sajadah yang bisa didapatkan jamaah. Tersedia pula kurma dari Arab Saudi, kacang Arab dan sebagainya. 

"Paling diminati jamaah itu manisan khas Turki. Ketika umroh banyak jamaah yang ke Turki lalu membeli oleh-oleh dodol Turki ini," terangnya.



Heera lantas menceritakan dampak pandemi Covid19 dalam perkembangan usahanya yang biasanya berjalan lancar, kini nyaris harus mengatur kembali managemennya. Selain kegiatan haji umroh yang ditiadakan sejak Maret lalu, mau tak mau berdampak pada pengurangan jumlah karyawan.


"Tidak ada yang membeli oleh-oleh haji umroh, sehingga devisinya kami stop dulu. Namun untuk kurma dan madu penjualannya tetap laris. Karena kurma untuk konsumsi sehari-hari, demikian pula madu sebagai suplemen herbal yang bagus untuk tubuh di masa pandemi ini," jelasnya.

Heera pun menunjukkan madu Yaman yang memiliki tingkatan kelas dan paling banyak dicari jamaah. Madu Yaman berkadar air rendah, karena lebah menghisap bunga-bunga di tanah Yaman yang kering. Sehingga berdampak pada madu yang dihasilkan lebah. Madunya lebih kental dan ketika dimasukkan dalam gelas berisi air, madu akan mengendap tidak langsung larut. Berbeda dengan madu berkadar air banyak mudah larut.

"Kadar madu Yaman yang kental lebih tinggi membunuh bakteri dan paling banyak dicari. Selain itu Habatus Saudah atau jinten hitam juga laris untuk meningkatkan imun tubuh," imbuhnya.




0 komentar:

Posting Komentar