Kamis, 15 Oktober 2020

Peresmian Kelenteng Khonghucu Ba De Miao



Kelenteng Khonghucu Ba De Miao yang berada di kompleks rumah ibadah 6 agama di Royal Residence Surabaya diresmikan pada 13 Oktober 2020. Acara diawali dengan sembahyang harlah Nabi Kongzi pukul 06.00 pagi di Kelenteng Boen Bio selama hampir 1 jam. Kemudian membawa Kim Sin dari altar Kelenteng Boen Bio menuju altar Kelenteng Ba De Miao dipimpin Ketua Makin Boen Bio Handoko Tjokro dengan diiringi barongsai.

Sesampai di Kelenteng Ba De Miao, Kim Sin disambut para pengurus. Gatot Seger Santoso mengalungkan untaian bunga melati pada Kim Sin. Liang liong dan barongsai turut menyambut. Arak-arakan lantas bergerak menuju lantai 2 untuk meletakkan Kim Sin di altar utama. 

Selanjutnya sembahyang dipimpin Bingky Irawan yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, karena kelenteng Boen Bio mampu menyelesaikan pembangunan Ba De Miao untuk mengembangkan ajaran suci yang berguna bagi umat dan bangsa. 

Bingky Irawan juga mendoakan Covid19 segera berlalu di bumi Nusantara. Dan Tuhan melindungi para pemimpin bangsa  memiliki keteguhan iman dalam menghadapi permasalahan bangsa.




Handoko Tjokro dalam sambutannya menceritakan sejarah awal sebelum Kelenteng Delapan Kebajikan dibangun. "Kami dari Kelenteng Boen Bio saat itu  mengajak dan menawarkan ke beberapa kelenteng untuk bersama bergabung membangun Kelenteng Delapan Kebajikan. Namun banyak yang sudah memiliki agenda internal sehingga tidak bisa bergabung," cerita Handoko.

Dengan dukungan berbagai pihak, akhirnya Boen Bio bisa membangun Ba De Miao dan sekarang diresmikan bertepatan dengan Hari Lahir Nabi Kong ke 2571. "Semoga membawa berkah bagi semua," harap Ketua Makin Boen Bio.

Tidak hanya Altar Nabi Kongzi di Ba De Miao, tapi juga 4 Sen Ming yang mendampingi yakni; Hok Tik Cing Sin, Kongco Kwan Kong, Makco Kwan Im, dan Makco Thian Siang Seng Bo. Dengan adanya Sen Ming tersebut, Kelenteng Delapan Kebajikan dapat memenuhi khususnya warga komplek perumahan Royal Residence dalam beribadah.

Berdirinya 6 tempat ibadah yakni Masjid, Vihara, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Pura dan Kelenteng yang berjejer hanya berjarak 3 meter antar bangunan menunjukkan simbol kerukunan antar umat beragama dan kebhinekaan dalam berbangsa bernegara. 

Handoko Tjokro mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi PT Bhakti Tamara atas nama badan pengurus Makin Boen Bio.  Terimakasih juga ditujukan kepada Pemprov Jatim, Kemenag Kota Surabaya, Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Surabaya (FKUB), Royal Residence, Kelenteng Kwan Im Kiong Pamekasan, Kelenteng Bojonegoro, Kelenteng Mojosari, Kelenteng Sidoardjo, panitia pembangunan Ba De Miao dan warga perumahan, sambungnya.

Gatot Seger Santoso selaku Ketua Pembangunan turut mengucapkan terimakasih kepada para donatur, Pemprov Jatim, Royal Residence, Pemkot Surabaya, FKUB, dan Konjen RRT yang telah memberikan tulisan Ba De Miao dan ditempatkan pada dinding atas pintu masuk kelenteng.




Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Budi Santoso Tanuwibowo dalam sambutannya mengatakan rumah ibadah 6 agama sangat bersejarah. 

"Semoga rumah ibadah ini bisa mendidik kita berbakti kepada tanah air tanpa memandang suku ras dan agama. Syarat negara maju tidak mempersoalkan darimana kita berasal, tapi bersama memperjuangkan kemajuan negeri," tutur Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.

Budi Santoso Tanuwibowo berharap keberadaan Ba De Miao dengan tempat ibadah yang lain menjadi teladan untuk merawat bangsa. Sebagai rumah ibadah spiritual yang dapat menghormati semua yang mendahului sesuai perannya, sambungnya.

Perwakilan Kemenag Surabaya dan FKUB Surabaya memberikan ucapan selamat atas diresmikannya Ba De Miao. Hadir dalam peresmian perwakilan TITD dari Surabaya, Sidoarjo, Pamekasan Madura, Tuban, Solo, Gusdurian Jatim, INTI Jatim dan masih banyak lagi.

0 komentar:

Posting Komentar