Selasa, 30 Maret 2021

Wadah Kreasi Anak Berkebutuhan Khusus, Pembukaan Vinautism Gallery Tampilkan Puluhan Karya Lukis Vincent Prijadi Purwono



Anak yang lahir berkebutuhan khusus, seperti autisme menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat. Membesarkan anak autisme bukanlah hal yang mudah bagi orangtua, masyarakat pun diharapkan turut mendorong perkembangan anak-anak autisme dengan baik. Berawal dari hal itu, dibukalah Vinautism Gallery tepatnya di Ruko G-Walk Junction TL6/11 Citraland Surabaya, (29/3).

Pada pembukaan Vinautism Gallery memamerkan 34 lukisan aliran Pop Art karya Vincent Prijadi Purwono cucu dari Tsang Joshua Ardy dan Puspita Dewi Prijadi Presiden Direktur PT Matahari Sakti.

Vincent merupakan putra kedua dari pasangan Rudi Purwono dan Margie Prijadi. Vincent memiliki kakak bernama Samantha Prijadi Purwono dan adik bernama Nicole Prijadi Purwono. Keluarga besar Vincent memberikan dukungan besar dan kasih sayang terhadap kekurangannya, sehingga kini ia terus berprestasi.



Acara pembukaan Vinautism Gallery, sebelumnya dimeriahkan dengan para pesepeda mengenakan jersey atau baju olahraga sepeda bergambar lukisan karya Vincent Prijadi Purwono. 

Start para pesepeda pukul 6 pagi dari Universitas Ciputra berlanjut ke Vinautism Gallery. Sesampai di Vinautism Gallery, Puspita Dewi Prijadi menyambut dan membagikan tas bergambar lukisan karya Vincent. Para pesepeda antusias melihat lukisan karya Vincent dari lantai 1 hingga lantai 3.

Puspita Dewi Prijadi menjelaskan Vincent adalah cucu kedua dari keluarga besar Prijadi. Sejak berusia 2 tahun, Vincent terdeteksi autis. 

“Sekeluarga syok, namun kami membimbing Vincent yang sejak kecil terlihat memiliki bakat melukis. Dia paling suka melukis kereta api. Anak autis suka hal yang bergerak,” jelas Puspita Dewi Prijadi.

Lukisan Vincent pun menjadi koleksi Stasiun Gubeng Surabaya. Vincent juga diundang saat pembukaan Stasiun MRT Jakarta dan menyerahkan lukisannya.

“Seiring dengan berjalannya waktu, karya Vincent semakin banyak tidak hanya kereta api dan pesawat terbang, tapi juga tokoh, bahkan melukis saya,” tutur Puspita Dewi Prijadi sambil menunjukkan lukisan Vincent.

“Saya sangat suka melihat karyanya. Saya berharap Vincent terus berkarya memotivasi anak seperti dia. Supaya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak bingung, tapi bisa menyalurkan hobinya, sehingga membuat anak itu mandiri,” imbuh Puspita Dewi Prijadi.

Rudy Purwono mengatakan pembukaan Vinautism Gallery, dikarenakan Vincent di sekolah merasa stress, lebih suka melukis di rumah. Sedangkan ruangan tidak mencukupi, sehingga dibukakan gallery di ruko. Selama 3 tahun Vincent berkarya dan semakin bagus pendidikannya, terang Rudy Purwono.

“Keberadaan Vinautism Gallery untuk berbagi pengalaman kepada para orangtua yang memiliki anak autis agar ditangani sejak dini,” terang Rudy Purwono yang ingin mengubah stigma autis dianggap jelek dan masyarakat bisa menerima keberadaan mereka.



Rudy Purwono mengatakan kedepannya, Vinautism Gallery selain memamerkan karya terbaru Vincent, juga membuat jersey, tas, masker, baju dan sebagainya yang diambil dari lukisan karya Vincent.

"Ide membuat Jersey dengan mengambil karya Vincent. Ternyata mendapat dukungan dari teman-teman," jelas Rudy.

Melly salah satu pesepeda yang hadir mengungkapkan sangat menyukai Jersey tersebut. "Enak dipakai, bahannya nyaman, cepat kering menyerap keringat. Saya juga menyukai lukisan Vincent serta memberi dukungan besar agar ia terus berkarya."



Sementara itu, Torando Rodina yang akrab dipanggil Tori adalah guru yang menangani Vincent sejak berusia 2 tahun hingga sekarang. 

Tori mengungkapkan kebanyakan karya lukis Vincent memang tentang kereta api dan pesawat, karena menggambarkan besar, cepat dan kekuatan yang rumit, tapi bisa dijalankan.  

“Vinautism Gallery menyebarkan semangat melukis anak-anak Indonesia.  
Juga sebagai tempat belajar dan para orang tua bisa bertanya bagaimana menangani anak autis di sini. Melukis sebagai terapi anak autis, sehingga berkembang lebih baik,” imbuh Tori yang menganggap Vincent seperti anaknya sendiri karena terjalin ikatan batin yang kuat.



Di hadapan awak media, Vincent mengakui dirinya suka melukis kereta sejak SD. Ia suka melukis di gallery dengan melihat foto yang ada pada Ipadnya, kemudian dituangkan dalam kanvas. 

Setiap hari, Vincent melukis disiarkan secara live di Instagram @vinautismgallery, dari jam 10 hingga jam 2 siang.

Hingga saat ini, Vincent telah membuat lebih dari 200 lukisan. Dalam sebulan, ia mampu menyelesaikan 3 lukisan berukuran sedang, jika ukuran lukisan besar diselesaikan dalam waktu sebulan.

Lukisan karya Vincent Prijadi Purwono, pernah terpilih oleh juri Arts North International untuk dipamerkan di Hopkins Arts Center, Minnesota, Amerika Serikat. Selain itu sebanyak 60 lukisan karya Vincent pun terjual.

Vinautism Gallery setiap bulan mengadakan lomba melukis dan karya lukis pemenang dipajang di gallery tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar