Jumat, 16 April 2021

Durian Gundul Asal Lombok Satu Satunya di Dunia



Sepintas melihat bentuknya terasa aneh dan tidak menarik mirip buah sukun tapi bukan. Durian gundul cukup unik menarik merupakan jenis durian unik yang ditemukan di kawasan hutan lindung Gunung Rinjani. Jenis durian gundul satu-satunya di dunia. 

Tampilan buahnya seperti tempurung
kelapa atau kulitnya tanpa duri. Buahnya berukuran besar dengan berat 800-900 gram. Buahnya berasa manis dan
memiliki kandungan gula 14-15 derajat dengan ketebalan daging  berwarna kuning terang 0,5 cm. Produktifitasnya dapat meng hasilkan 200-400 Kg perpohonnya dalam setahun.

Yulia pemilik 1001 Ratu Durian Surabaya mengatakan juga menjual durian gundul namun tidak banyak. "Paling hanya dapat  6 buah saja. Perkilonya seharga 80 ribu. Setiap datang habis dibeli. Durian gundul diminati pembeli," jelasnya.

Cerita Si Gundul Durian Asal Lombok

Durian gundul ditemukan di daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB Ir Abdullah Karim menyampaikan ada buah durian yang kulitnya tidak berduri, di Pulau Lombok, kala itu.

Dr Ir M Reza Tirtawinata, saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Laboratorium PT Mekar Unggul Sari, Cileungsi, Bogor ketika menerima telepon dari Abdullah Karim, dua hari kemudian terbang ke Lombok. 

Dari bandara di Lombok langsung menuju desa sejauh 25 kilometer yang dapat dijangkau dengan mobil. Lalu ganti menggunakan empat motor trail untuk mencapai puncak sebuah bukit. Karena jalan sangat curam, rombongan pemburu durian langka itu harus jalan kaki naik turun bukit.

Pohon itu akhirnya ditemukan di tepi hutan kawasan lindung Gunung Rinjani yang termasuk wilayah Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Di sana, rombongan Reza mendapati sebuah pohon durian yang diperkirakan berumur tidak lebih dari 15 tahun.

Pohon setinggi sekitar 15 meter, bercabang dan berdaun lebat, terkurung pohon-pohon lain di sekitarnya. Batang dan daunnya sama seperti pohon durian pada umumnya, tetapi bentuk buahnya benar-benar berbeda, yakni bulat tanpa duri.

”Buah ini satu-satunya di dunia. Cuma bisa ditemukan di hutan di kawasan lindung Gunung Rinjani. Dari puluhan ribu pohon durian di Indonesia yang saya datangi selama 25 tahun, ya baru kali itu saya menemukan yang kulitnya tanpa duri. Itu bukan durian biasa, ada keanehan, unik dan bukan karena terserang penyakit,” kata Reza.

Durian gundul yang kemudian diberi nama “gundulan” itu penampilan luarnya mirip buah sukun dengan ukuran sebesar buah melon. Hanya saja kulitnya berwarna coklat dan keras seperti buah durian pada umumnya, demikian juga daging buah, aroma dan rasanya.

Reza menuturkan, warga setempat sejatinya telah beberapa kali melihat pohon dengan buahnya yang aneh itu. Kata mereka, pada saat musim raya, buahnya mencapai 200-an biji, tetapi tidak ada yang berani memakannya, karena dianggap aneh, takut beracun, atau bahkan dianggap mistis. Mereka baru berani mencicipi durian gundul itu, setelah Reza memakan 3 pongge dan tidak berefek apapun.

Buah gundulan Lombok itu satu-satunya di dunia. ”Sampai sekarang belum ada laporan tentang keberadaan buah durian gundulan seperti yang ditemukan di Lombok itu, termasuk dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand,” kata Reza.

Durian adalah buah yang popular di dunia, teutama di kawasan Asia. Durian gundul Lombok berprospek bagus bersaing dengan durian Malaysia.

Pada tahun 2007, Malaysia sudah berhasil menembus pasar bunga dan buah Australia yang dikenal sangat ketat terhadap produk impor. Durian Malaysia merupakan salah satu buah yang dapat menembus pasar Australia, namun pengirimannya ke luar negeri terkendala dengan duri dan aromanya.

Aroma yang sangat kuat dan kulitnya yang berduri membuat durian hanya bisa dikirim ke luar negeri menggunakan kapal laut. Sebagian besar bandara di negara-negara Eropa, Amerika dan Australia melarang durian masuk dalam kargo atau bagasi pesawat.

Namun eksportir durian asal Malaysia yang tak mau disebut namnya punya akal cerdik untuk mengatasi kendala tersebut. Dia meminta supliernya untuk memotong duri yang terdapat dalam kulit durian, kemudian mengemasnya dengan plastik hampa udara, sehingga durian Malaysia dapat dikirim ke Australia menggunakan pesawat terbang.

Zheng Yousong, salah satu suplier durian Malaysia untuk kebutuhan ekspor ke Australia telah menyuplai durian dipotong durinya, sejak tahun 2007. Perkebunan duriannya di Raub, Pahang, Malaysia mampu menyediakan 300 buah durian “tanpa duri” per hari.

“Eksportirnya bilang, durian yang berduri tidak bisa diangkut ke luar negeri menggunakan pesawat terbang. Karena itu dia minta saya untuk memotongi duri-durinya,” tutur Yousong, seperti dikutip dari Koran Guang Ming Daily.

Durian yang sudah dipotong duri-duri pada kulitnya, akan berkurang bobotnya sekitar 15 persen atau sekitar 200 gram. Rata-rata, satu buah durian memiliki berat sekitar 1,5-2,5 kilogram. Setelah duri pada kulitnya dipotong, bobotnya menjadi tinggal 1,2-2,2 kilogram.

Durian yang sudah dibuat tidak berduri, memudahkas dikemas dan aroma tidak menyebar. "Durian Malaysia, aromanya sangat kuat, tapi metode pengepakannya membuat durian Malaysia bisa diangkut pakai pesawat terbang,” jelas Yousong.

Durian Malaysia satu-satunya durian di dunia yang diizinkan memasuki pasar buah di Australia. 

Taman Wisata Mekarsari, Bogor, berhasil  membudiadyakan durian gundul Lombok di luar habitat aslinya, hingga 1000 batang.

Tanaman langka itu diperbanyak melalui proses vegetasi, yakni grafting dan okulasi (perkawinan langsung melalui daun atau tangkainya). Bibitnya dijual ke pengunjung Mekarsari seharga Rp 40 ribu per bibit.

Pengunjung Mekarsari pun menunjukkan animo yang tinggi terhadap durian gundul karena bentuknya yang unik. Durian gundul merupakan tanaman durian yang mengalami mutasi bentuk oleh alam sehingga duri-duri di sekujur kulitnya tidak ada. 

Durian gundul (buah gundulan) berasal dari daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keunikan buah ini terletak pada buahnya yang tidak memiliki duri seperti buah durian pada umumnya sehingga dapat mempermudah dalam penanganan pasca panen. Sumber: Diskominfo Kabupaten Lombok Barat. (RA)

0 komentar:

Posting Komentar